Minggu, 19 Aug 2018
radarkudus
icon featured
Jepara

Korban Pembakaran Pernah Terlibat Kasus Penjambretan

Kamis, 07 Jun 2018 07:00 | editor : Panji Atmoko

DIRAWAT: Bambang Triyanto mendapatkan perawatan di RSUD RA Kartini.

DIRAWAT: Bambang Triyanto mendapatkan perawatan di RSUD RA Kartini. (POLRES JEPARA FOR RADAR KUDUS)

JEPARA Korban pembakaran Bambang Triyanto, 22, warga RT 7/RW 2, Desa Banyuputih, Kalinyamatan, dikenal sering bermasalah dengan tetangga sekitar. Bahkan, dia pernah dua tahun dibui karena kasus penjambretan.

Sebelumnya, Bambang Triyanto mengalami luka bakar mencapai 80 persen. Dia diduga dibakar temannya sendiri, Zul, 16, di halaman rumah Sugiarti, warga RT 3 RW 1, Desa Margoyoso, Kecamatan Kalinyamatan, Senin (4/6) malam.

Awalnya keduanya asyik ngobrol. Di tengah obrolan itu, keduanya cekcok. Kemudian Zul meniggalkan lokasi. Sekitar lima menit kemudian atau sekitar pukul 23.30, warga RT 3/RW 1, Desa Margoyoso, Kalinyamatan, itu datang lagi dengan membawa bahan bakar minyak (BBM). Tak pikir panjang, BBM itu disiramkan ke tubuh Bambang dan disulut korek api. Tubuh Bambang pun terbakar.

Atas kejadian ini, Bambang dilarikan ke Puskesmas Kalinyamatan. Namun, karena luka bakar korban serius, kemudian dirujuk ke RSUD RA Kartini.

Jawa Pos Radar Kudus kemarin mencoba menelusuri kediaman korban di RT 7/RW 2, Desa Banyuputih, Kalinyamatan. Rumah Bambang yang bercat kuning itu berukuran sekitar 5x8 meter. Pintu rumahnya terbuka. Tapi tak ada seorang pun. Beberapa salam dan ketukan pintu tidak ada jawaban dari dalam rumah.

Di samping rumah korban terdapat seorang laki-laki, Sodik, 55, satu tetangga Bambang. Saat ditanya mengenai keluarga Bambang di rumah tersebut, ia mengatakan, rumah itu tidak ditempati setelah Bambang dirawat di RSUD RA Kartini.

Bambang tinggal di rumah itu seorang diri. Sedangkan kakak perempuannya, Yuyun, tinggal di rumah yang terletak tepat di depan rumahnya. Kondisinya juga sepi. Pintunya terbuka, tapi tidak ada orang. ”Yuyun masih di pabrik. Bekerja. Tadi sih ada suaminya, Heri. Tapi sedang keluar,” katanya.

Sodik mengungkapkan, Bambang masih memiliki ibu. Namun tidak tinggal serumah. Ibunya memilih hidup bersama suaminya (ayah tiri Bambang). Hal itu karena Bambang suka bikin masalah di lingkungan sekitar. Bahkan leher ibunya sendiri pernah dicekik, karena Bambang minta uang tidak dikasih.

”Bambang itu pengangguran. Keluarganya pernah cerita kepada saya kalau sudah putus asa menghadapi dia. Makanya tidak kaget ketika ada kejadian pembakaran ini. Paling karena (Bambang) berulah,” ujarnya.

Ketika di rumah, Bambang terkadang dia ajak ngobrol. Kasihan kondisinya yang masih muda tapi pengangguran dan sering membuat masalah. Bahkan, dia pernah mencuri tabung gas, menjual ternak tetangga, hingga mencuri beberapa barang milik kakaknya. ”Kalau pas di rumah kadang saya nasihati, biar berubah. Kalau dinasihati ya tidak menjawab. Cuma diam,” ujarnya.

Dengan kejadian tersebut, ia berharap Bambang bisa berubah menjadi pemuda yang lebih baik. Sedangkan keluarganya diberi ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut. Ia juga sempat menjenguk ke RSUD RA Kartini, namun tidak bisa ke dalam ruang karena Bambang masih menjalani perawatan.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD RA Kartini Muh Ali menyampaikan, korban saat ini belum bisa diajak komunikasi. Sebab, masih menjalani perawatan intensif. Luka bakar yang hampir di sekujur tubuh korban, membuat Bambang dirawat di intensive care unit (ICU). Luka bakar pada korban harus kami tangani secara serius,” jelasnya.

Sedangkan kasus ini masih didalami Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Jepara. Sampai kemarin motif pembakaran masih belum disampaikan pihak kepolisian.

(ks/war/lin/aji/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia