Kamis, 21 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Tiap Desa Ditargetkan Miliki Bank Sampah

22 Mei 2018, 13: 48: 28 WIB | editor : Ali Mustofa

Seorang warga memilah sampah di sebuah bank sampah di Desa Kajen, Margoyoso, belum lama ini.

Seorang warga memilah sampah di sebuah bank sampah di Desa Kajen, Margoyoso, belum lama ini. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA – Keberadaan bank sampah di Kabupaten Pati masih minim. Dari 401 desa hanya ada 52 unit bank sampah. Tiap desa ditargetkan memiliki unit bank sampah.

Sebab itu Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pati terus mendorong pengelolaan sampah di tingkat masyarakat. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati Purwadi melalui Staf Seksi Manajemen Pengelolahan Sampah dan B3 Mei Viantikasari mengungkapkan, dorongan itu agar sampah tak dibuang percuma, bahkan dibuang sembarang. Sebab meski berupa sampah namun masih memiliki nilai jual.

”Kami terus mendorong kesadaran masyarakat soal pengelolaan sampah. Kami ada jadwal rutin membina masyarakat,” terang Mei kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Apalagi perilaku kesadaran buang sampah masih rendah. Terlihat di beberapa titik di tepian jalan.  Seperti yang terlihat di jalan Pati-Tayu turut Desa Trangkil, dan juga Desa Ngepungrejo.

 ”Dan untuk itu bank sampah rasanya menjadi solusi yang tepat untuk mengurai persoalan sampah,” papar Mei.

Pihaknya tiap bulan mengadakan komunikasi dengan unit-unit bank sampah. Selain itu beberapa bantuan diberikan. Diantaranya, timbangan, buku tabungan, hingga bangunan unit bank sampah.

”Di tahun ini ada dua unit yang akan kami bangun, yaitu di daerah Sukolilo senilai Rp 162 juta,” paparnya.

Pihaknya berharap warga membiasakan pemilahan sampah berjalan dengan baik. ”Sampah organik dipisahkan dijadikan kompos, lalu yang nonorganik bisa ditabung,” imbuh Mei.

(ks/aua/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia