alexametrics
Selasa, 24 Nov 2020
radarkudus
Home > Cuitan
icon featured
Cuitan

Jangan Pelit Memberikan Apresiasi walau Sekadar Memuji

07 Mei 2018, 07: 30: 59 WIB | editor : Ugik Wepe

Direktur Radar Kudus Baehaqi

Direktur Radar Kudus Baehaqi (dok. radar kudus)

Share this      

KABAR itu beredar secara berantai. Bukan hoax. Itu fakta. Sumbernya Komandan Kodim 0718/Pati Letnan Kolonel (Arm) Arif Darmawan S.Sos, MM. Mula-mula disampaikan kepada kepala Biro Jawa Pos Radar Kudus di Pati. Kemudian masuk grup WA. Akhirnya sampai pada saya.

Isinya? “Kami beserta keluarga besar Kodim 0718/Pati mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala bantuan, dukungan, dan kerja sama Mas Rochim beserta manajemen Jawa Pos, sehingga kami dapat meraih prestasi sebagai juara II dalam pelaksanaan TMMD reguler dari perwakilan 50 Kodim se-Indonesia. Salam hormat kami untuk keluarga dan seluruh manajemen Jawa Pos.”

Inti dari kalimat dandim tersebut adalah apresiasi. Dandim mengapresiasi dukungan dan kerja sama Jawa Pos Radar Kudus. Kenapa? Jawa Pos Radar Kudus mengapresiasi upaya-upaya yang dilakukan Kodim Pati dalam mengembangkan masyarakat melalui pemberitaan-pemberitaannya. Akhirnya, upaya kodim tersebut mendapat apresiasi Mabes AD sebagai juara.

Kodim Pati yang diapresiasi oleh Mabes AD semakin bersemangat. Sama halnya dengan Kodim 0717/Purwodadi yang tahun lalu juga meraih juara di bidang yang sama. Kodim itu juga bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Kudus untuk memberitakan kegiatan-kegiatannya.

Sekarang lagi gencar-gencarnya orang memberikan apresiasi. Lihat saja. Di mana-mana ada wisuda. Sekarang saatnya wisuda anak-anak yang lulus SMA dan sederajat. Sebentar lagi lulusan SMP. Disusul kemudian lulusan SD, TK, dan kelompok bermain. Mereka pun bangga apabila wisuda mereka juga diapresiasi di media massa. Dan, Jawa Pos Radar Kudus serta Radar Semarang yang saya pimpin memberi ruang untuk mereka.

Sabtu lalu saya mendampingi wisuda anak ragil. Lama sekali. Mulai dari pukul 08.00 sampai hampir 13.00. Acaranya resmi. Sidang guru. Mereka dijemput oleh pasukan yang dipimpin oleh siswa berkarakter wayang. Kemudian ada sambutan-sambutan. Oleh enam orang. Dan, yang paling lama adalah pemberian sampul ijazah. Ijazahnya sendiri belum jadi. Yang penting, semua senang.

Bukan hanya anak-anak sekolah yang perlu apresiasi. Aparat dan tokoh-tokoh masyarakat pun butuh penghargaan. “Polisi yang telah bekerja dengan baik juga perlu diapresiasi,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian ketika menyerahkan Police Award di Mapolda Jateng bulan lalu. Kebetulan saya juga diundang. Pemrakarsanya Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono.

Menurut rencana, hari ini saya bertemu Pak Condro di Mapolda Jateng juga dalam rangka apresiasi. Jawa Pos Radar Semarang akan memberikan apresiasi kepada 30 orang yang layak disebut inspirator bagi masyarakat. Salah satu di antaranya Condro Kirono tersebut. Acaranya sendiri akan digelar 11 Mei di Hotel Aston Semarang.

Jawa Pos Radar Kudus yang saya pimpin juga berencana memberikan apresiasi. Kepada para bupati atas keberhasilannya. Juga person-person atas jasa-jasanya. Menurut rencana, penghargaan akan diberikan 13 Juli nanti di Hotel Griptha. Sekarang lagi digodok nominasinya.

Apresiasi itu sebagai penghargaan terhadap aktualisasi diri. Dalam teori kebutuhan Maslow, aktualisasi itu termasuk kebutuhan dasar manusia. Penghargaan bisa macam-macam. Bisa dengan kata-kata. Emoticon seperti yang banyak di WA. Reaksi anggota tubuh. Juga pemberian hadiah. Ucapan terima kasih juga apresiasi. Yaitu penghargaan kepada pihak yang memberikan apresiasi.

Di lingkungan apapun apresiasi itu penting. Di keluarga, perusahaan, instansi, dan masyarakat. Bukan sekadar membangkitkan semangat, tetapi bisa meningkatkan kinerja. Maka, jangan pelit memberikan apresiasi.

Apresiasi bisa diberikan dalam berbagai bentuk. Yang sederhana, misalnya, sekadar sanjungan. Kepada anaknya yang mengurus dirinya sendiri, seorang ibu mengatakan, “Aduh, pinternya anakku.” Seorang bos memuji, “Kau cantik sekali hari ini,” kepada karyawannya yang hari itu menyelesaikan pekerjaan dengan baik walaupun penampilannya kusut. Yang lebih sederhana lagi, ya, dengan jempol. Di WA sudah disediakan banyak emoticon.

Apresiasi yang lebih tinggi adalah dengan memberikan penghargaan. Bisa hanya dengan pemberian predikat atau disertai hadiah. Inilah yang disebut reward. Biasanya diukur dari sisi produktivitas. Di perusahaan diukur dengan pencapaian omzet, laba, atau indikator lainnya.

Repotnya, kalau perusahaan belum mencapai hasil yang diinginkan tetapi karyawan sudah bekerja dengan baik. Inilah yang saya hadapi sekarang. Ingin memberikan bonus tetapi omzet dan laba belum mencapai proyeksi. Lantas apa ukuran memberikan bonus itu. Apakah kalau bonus diberikan, omzet dan laba bisa meningkat?

Pilihannya sungguh sulit. Saya mencoba berkaca pada perusahaan-perusahaan multinasional yang memberikan banyak fasilitas kepada karyawannya. Google bisa meningkatkan produktivitas karyawan dengan berbagai fasilitas yang wah. Saya tidak bisa meniru. Perusahaan Jawa Pos Radar Kudus dan Radar Semarang yang saya pimpin belum besar. Tetapi, saya bisa mengambil semangatnya.

Saya yakin karyawan juga memiliki hati. Mereka juga akan mengapresiasi tindakan yang dilakukan perusahaannya. Mudah-mudahan dengan bonus atas proses kerjanya yang baik, bisa meningkatkan produktivitas. (hq@jawapos.co.id)

(ks/ris/aji/JPR)

 TOP