Rabu, 13 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Jual Kuliner Khas, Ribuan Warga Serbu Pasar Ndeso

02 Mei 2018, 14: 34: 33 WIB | editor : Ali Mustofa

DUA JAM LANGSUNG LUDES: Pembukaan Pasar Ndeso dalam rangka peresmian Gedung Graha Idola di Desa Gondosari, Gebog, Kudus, ramai diserbu ribuan warga kemarin.

DUA JAM LANGSUNG LUDES: Pembukaan Pasar Ndeso dalam rangka peresmian Gedung Graha Idola di Desa Gondosari, Gebog, Kudus, ramai diserbu ribuan warga kemarin. (UMMI NAILA RIZQIYYA/RADAR KUDUS)

Share this      

GEBOG – Sekitar 2.500 orang berbondong-bondong mendatangi Pasar Ndeso (pasar desa) di Desa Gondosari, Gebog, kemarin. Mereka menyerbu aneka kuliner tradisional. Tak kurang dari satu jam, makanan dan minuman yang dijual dengan harga rata-rata Rp 2 ribu itu sudah ludes.

Pasar Ndeso tersebut diadakan dalam rangka peresmian Gedung Graha Idola yang bertempat di RT 6/RW 3 Desa Gondosari, Gebog. Ke depannya, pasar tersebut dibuka sepekan sekali.

PERESMIAN: Noor Hadi, perwakilan manajemen Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Idola Berkah Sejahtera (IBS) memotong pita sebagai tanda diresmikannya Gedung Graha Idola kemarin.

PERESMIAN: Noor Hadi, perwakilan manajemen Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Idola Berkah Sejahtera (IBS) memotong pita sebagai tanda diresmikannya Gedung Graha Idola kemarin. (UMMI NAILA RIZQIYYA/RADAR KUDUS)

Zaenal Abidin, ketua panitia acara mengatakan, Pasar Ndeso ini diadakan untuk menumbuhkembangkan usaha kecil menengah (UKM) warga. ”Pasar ini dibuka dengan barang dagangan seharga serba Rp 2 ribu. Pedagangnya dari perwakilan kantor cabang Idola. Karena namanya Pasar Ndeso, makanan dan minuman yang dijual juga khas ndeso,” ungkapnya.

Ada sekitar 14 stan dan puluhan PKL lainnya di pasar tersebut. Aneka kuliner yang dijual meliputi, lentog tanjung; sego pecel; soto gobyos; sego aking sambel keong; nasi uduk sambel teri; sate surimi; aneka bubur; es cendol; es dawet; dan lain sebagainya.

”Ini untuk pembukaannya saja. Kami jual serba Rp 2 ribu. Khusus pembeli yang di stan kami, pembayarannya dilayani kasir dari anggota kantor cabang Idola. Ke depan, para pedagang ini akan berjalan mandiri,” paparnya.

Pihaknya berharap, Pasar Ndeso bisa berjalan lancar ke depannya. Sebab, hal ini bisa sebagai embrio pasar yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. ”Rencananya akan dibuka tiap minggu pagi,” tegasnya.

Noor Hadi, perwakilan dari manajemen Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Idola Berkah Sejahtera (IBS) mengatakan, Pasar Ndeso ini di-launching sekaligus dalam rangka peresmian Gedung Graha Idola. Gedung serba guna dengan kapasitas 1.500 orang tersebut bisa digunakan untuk even apapun.

”Untuk meramaikannya, kami buka pasar ini. Saya harap pasar yang rencananya digelar seminggu sekali ini lebih menjunjung tradisi guyup rukun. Antara pelaku UKM dan warga sekitar diharapkan saling sinergi,” ucapnya.

Noor Hadi tak menyangka antusias warga cukup tinggi. Meski kali pertama dibuka, pasar tersebut terbilang cukup ramai didatangi pembeli. ”Dari masing-masing stan yang menyediakan sekitar 300 porsi langsung ludes kurang dari satu jam,” ucapnya. Dia menambahkan, menjelang Ramadan ini pihaknya juga berinisiatif membuka Pasar Kampung Ramadan di Gedung Graha Idola.

Selain Pasar Ndeso, dalam peresmian Gedung Graha Idola ini juga digelar serangkaian acara. Di antaranya, jalan santai dimulai sekitar pukul 06.00. Ada juga panggung hiburan, dan pembagian ratusan doorprize dengan hadiah utama sepeda, televisi, dan mesin cuci.

Ningrum, 30, salah satu pengunjung mengaku penasaran dengan Pasar Ndeso. Dia pun datang bersama keluarganya. ”Mumpung pas hari libur, saya ajak keluarga ikut acara ini. Saya tahu informasi ini dari teman. Karena deskripsinya cukup unik dan menarik, maka saya datangi. Apalagi dengan kulinerannya. Tadi saya sudah makan lentog tanjung dan sego pecelnya,” ungkapnya.

Salah satu pedagang, Sunaryo mengaku senang dengan adanya pasar ini. Sebab, dia bisa mengembangkan usahanya. ”Saya harap ke depannya akan semakin ramai,” harapnya.

(ks/ela/lil/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia