Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

KPP Pratama Gelar Lomba Masak Ala Masterchef

20 April 2018, 08: 25: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

LOMBA MASAK: Kepala KPP Pratama Kudus Bernadette Ning Dijah Prananingrum bersama chef juri melihat lomba masak masterchef di kantor tersebut kemarin.

LOMBA MASAK: Kepala KPP Pratama Kudus Bernadette Ning Dijah Prananingrum bersama chef juri melihat lomba masak masterchef di kantor tersebut kemarin. (UMMI NAILA RIZQIYYA/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS – Lomba masak ala masterchef digelar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kudus kemarin. Acara tersebut diadakan dalam rangka tax goes to school and business development service (BDS). Pesertanya dari siswa-siswi SMK di Kota Kretek. Selain itu, dimeriahkan puluhan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Kudus.

Kepala KPP Pratama Kudus Bernadette Ning Dijah Prananingrum mengatakan, tujuan acara ini untuk mengembangkan kreasi siswa, serta mendukung UMKM Kudus agar semakin maju dan berkembang. Tentunya bisa bersaing dengan UMKM di kota lain. Hal itu sesuai dengan tema acara, Muda Berkarya Menjadi UMKM Sadar Pajak yang Mendunia.

”Di puncak acara kali ini kami menggelar battle masterchef. Kami juga ada ekshibisi pengolahan bahan pertanian dan bazar UMKM. Semuanya diikuti siswa-siswi SMK yang ada jurusan tata boga,” ucapnya.

Terkait lomba masterchef, diikuti SMKN 1 Kudus, SMK PGRI 2 Kudus, dan SMK As Sa’idiyyah 2 Kudus. Sedangkan pameran demo masak pengolahan bahan pertanian, diikuti SMK Al Islam, SMK NU Ma’arif 3 Kudus, dan SMK 3 Kudus.

Dalam lomba masak tersebut juga terdapat tiga juri yang menilai. Dua chef professional dan seorang juri dari kabid Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat (P2humas) Kanwil DJP Jawa Tengah I. Lomba masak dilaksanakan dengan durasi tiga jam.

”Konsepnya seperti masterchef. Masing-masing kelompok terdiri tiga orang. Sebelum memulai masak, mereka harus mengambil bahan masakan yang tersedia. Bahan menu utamanya, yakni ayam,” ujar Agung Yogo salah satu juri.

Peserta lomba diminta membuat tiga jenis masakan. Terdiri makanan pembuka, utama, dan penutup. Selama berlangsungnya lomba, kerja sama tim sangat diperlukan untuk menyajikan makanan dengan cita rasa yang khas.

Reza Aprilia, siswi SMKN 1 Kudus mengaku terkesan mengikuti lomba ini. ”Selain kerja sama tim, dibutuhkan juga ketelitian, ketepatan waktu, kebersihan, dan penyajian makanan,” kesannya.

Dari hasil penjurian yang dilakukan, SMK As Sa’idiyyah 2 Kudus keluar sebagai juara I dengan menu chicken rolade puff pastry with potato layonaise, pumkin cream soup, dan pudding classic with bugis enten-enten. Kemudian disusul SMK PGRI 2 Kudus yang mendapat juara II, dan SMKN 1 Kudus memperoleh juara III.

Ning menambahkan, peserta lomba sangat antusias. Kreativitas mereka dalam mengolah makanan luar biasa. Ternyata diluar dugaan, mereka mampu menyajikan makanan yang unik dan enak-enak.

Lewat acara ini, pihaknya berharap bisa menciptakan generasi muda yang berkarya ikut membangun Kabupaten Kudus. ”Tentunya kami percaya dengan acara edukasi pajak ini menjadikan generasi muda yang taat pajak. Karena dengan turut berkontribusi membayar pajak maka akan mendukung kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, di sela acara juga diisi materi business development service (BDS) tentang materi pembiayaan untuk pengusaha mikro dan business online yang disampaikan oleh Guntur Suparjono selaku Mikro BKG Cluster Manager di Bank Mandiri.

Selama acara tersebut dimeriahkan puluhan bazar UMKM makanan dan minuman. sebelumnya,  pihaknya juga memberikan sekitar 300 kupon baksos paket sembako dengan separo harga, voucher diskon bazar UMKM yang diberikan kepada warga Wajib Pajak (WP), serta membagikan puluhan doorprize peralatan masak.

(ks/ela/lil/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia