Jumat, 22 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Gara-gara Ini Hak Pilih Ribuan Warga Pati Terancam Hilang

02 Maret 2018, 10: 36: 22 WIB | editor : Ali Mustofa

MELAKUKAN PEREKAMAN: Petugas Disdukcapil Pati jemput bola melakukan perekaman e-KTP kepada warga baru-baru ini.

MELAKUKAN PEREKAMAN: Petugas Disdukcapil Pati jemput bola melakukan perekaman e-KTP kepada warga baru-baru ini. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA – Pada masa pencocokan dan penelitian (coklit), diketahui ada sekitar 40 ribuan warga tak dapat menunjukkan kepemilikan e-KTP maupun surat keterangan (suket). Hal ini mengakibatkan mereka kehilangan hak pilihnya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Rubiyono mengatakan ribuan warga itu memang belum melakukan perekaman. ”Hingga Februari ini, jumlah penduduk Kabupaten Pati mencapai 1.286.000 jiwa. Yang masuk wajib E-KTP ada sejumlah 977.259 jiwa. Yang sudah melakukan rekaman sejumlah 934.615 jiwa, sisanya 42.664 jiwa belum melakukan perekaman,” papar Rubiyono kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Untuk itu, lanjut Rubiyono, pihaknya menyiasati dengan jemput bola. Seperti di acara car free day, sekolah-sekolah hingga pondok pesantren. ”Jemput bola lebih efektif. Sekali prekaman bisa dapat hingga 50 warga,” kata Rubiyono.

Lebih lanjut, Rubiyono mengungkapkan, pihaknya mengaku mengalami sejumlah kendala. Seperti banyaknya warga di Kabupaten Pati yang bekerja di luar kota. ”Itu menjadi tantangan. Target yang dicapai setidaknya sudah 95 persen, dari patokan Dirjen Capil Kemendagri,” papar Rubiyono.

Pencapaian target memang tak bisa 100 persen. Hal ini disebabkan data untuk perekaman penduduk ini data yang dinamis. ”Selalu terjadi pergerakan data. Bulan ini ada 1000 yang melakukan perekaman, dua hari kemudian bisa saja ada muncu-muncul lagi wajib E-KTP baru. Makanya pencapaiannya tak bisa 100 persen,” pungkas Rubiyono.

(ks/aua/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia