Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Serap Aspirasi, Pasangan Cabup An-Noor Sapa Warga di CFD 

26 Februari 2018, 07: 57: 27 WIB | editor : Ali Mustofa

SAPA WARGA: Cabup Masan dan Cawabup Noor Yasin menyapa pedagang kaki lima di CFD kemarin.

SAPA WARGA: Cabup Masan dan Cawabup Noor Yasin menyapa pedagang kaki lima di CFD kemarin. (AGUS SULISTIYANTO/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA – Pasangan Cabup Masan – Noor Yasin menyapa warga yang melaksanakan car free day (CFD) kemarin. Kehadiran di CFD, selain olahraga juga melihat kondisi CFD yang mampu menggerakkan roda ekonomi cukup besar.

Cabup Masan mengatakan, sengaja menyapa warga yang hadir dalam CFD kemarin. Dia memang tidak setiap minggu pergi ke CFD, namun sudah beberapa kali. ”Olahraga saya setiap pagi. Pergi ke sawah,” katanya kemarin.

Dengan melihat CFD kemarin, tidak hanya aktivitas olahraga yang terlihat, namun pergerakan ekonomi juga terlihat. Mereka yang usai menikmati CFD banyak yang akhirnya menikmati sajian kuliner.

Jajanan kaki lima cukup banyak. Warga pun tinggal memilih. Selain itu juga ada yang menjual baju hingga sandal di lokasi tesebut. Artinya, roda ekonomi sudah berjalan sangat baik. ”Bahkan daerah lain sudah meniru Kudus,” ucapnya.

Selama menikmati CFD, dia bertemu kolega dan teman serta pendukungnya yang kebetulan juga datang ke CFD. Selain itu juga bertemu warga yang meminta agar program yang baik selama ini tetap dijalankan, tidak dihilangkan.

Ditanya keefektifan sosialisasi dengan menyapa di CFD, Masan mengaku cukup baik. Seperti menyapa warga di pasar dan lainnya, namun paling utama justru melakukan pembentukan tim sampai tingkat RT. ”Semua penting, semua bisa dijadikan wahana untuk menyerap masukan masyarakat,” jelasnya.

Untuk pengukuhan tim desa sampai RT sudah terus dilakukan. Pada Sabtu (25/2) lalu dilakukan pengukuhan di Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, dan Desa Besito, Kecamatan Gebog. Merekalah yang nantinya akan bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Dalam pengukuhan itu juga disampaikan visi-misi serta progran An-Noor. Sehingga tim desa dan RT bisa langsung menyampaikannya ke warga lainnya. ”Setiap RT sudah ada dua orang yang membantu kami,” imbuhnya.

Pembentukan tim desa dan RT sudah sampai 75 persen. Sisanya terus dikejar mengingat tahapan pilkada terus berjalan. Bahkan sampai 27 Juni 2018 tersisa waktu empat bulan saja, waktu yang relatif dekat untuk ukuran pilkada.

(ks/lis/lil/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia