Rabu, 13 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Gara-gara Sakit Tak Kunjung Sembuh, Kasran Akhiri Hidup di Pohon Jeruk

23 Februari 2018, 10: 46: 23 WIB | editor : Ali Mustofa

MURNI GANTUNG DIRI: Petugas Mapolsek Tlogowungu melakukan olah TKP warga Tlogowungu yang gantung diri kemarin.

MURNI GANTUNG DIRI: Petugas Mapolsek Tlogowungu melakukan olah TKP warga Tlogowungu yang gantung diri kemarin. (DOK POLSEK TLOGOWUNGU)

Share this      

TLOGOWUNGU – Warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Tlogowungu, digegerkan dengan penemuan Kasran, warga setempat yang meninggal tergantung di belakang rumah warga, kemarin. Pria 50 tahun itu memilih mengakhiri hidup dengan cara gantung diri karena depresi mempunyai penyakit epilepsi tak kunjung sembuh.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar pukul 10.00, Karsini, 50, tetangga korban melintas belakang rumah Sugiarto. Ketika itu, Karsini kaget karena melihat korban sudah bergelantung di tali atas pohon jeruk pamelo belakang rumah Sugiarto. Iapun memanggil warga lainnya untuk melihat kondisi korban.

Ketika ditemukan, kaki korban sudah berada di tanah. Kemungkinan, tali yang digunakan korban untuk gantung diri melar. Karena panjang tali nilon dari pangkal pohon ke tanah hanya 210 sentimeter. Beberapa warga langsung melaporkan kejadian ke perangkat desa setempat dan diteruskan ke petugas Mapolsek Tlogowungu.

 “Setelah menerima laporan, kami langsung mendatagi lokasi dan mengajak petugas medis Puskesmas Tlogowungu. Korban langsung kami evakuasi dan dilakukan pemeriksaan,” kata Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan melalui Kapolsek Tlogowungu AKP Haryono kemarin.

Hasil dari pemeriksaan tim medis, korban meninggal murni karena gantung diri. Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hanya bekas jeratan pada leher karena terjerat tali nilon. Menurutnya, korban meninggal diperkirakan satu jam yakni pukul 09.00 sebelum ditemukan karena belum mengalami lebam.

“Berdasarkan keterangan warga, korban memiliki riwayat gangguan jiwa dan sering epilepsi. Diduga, korban memilih untuk gantung diri karena depresi mempunyai penyakit epilepsi tak kunjung sembuh. Jenazah kini sudah dikebumikan dan keluarganya menerima dengan membuat surat pernyataan,” ungkapnya.

(ks/put/him/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia