Rabu, 13 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Perputaran Uang Pasar Imlek dalam Sehari Capai Rp 1 Miliar Lebih

14 Februari 2018, 09: 51: 19 WIB | editor : Ali Mustofa

MERIAH: Warga dari berbagai daerah datang ke pasar imlek Klenteng Hok Tik Bio Pati kemarin sore.

MERIAH: Warga dari berbagai daerah datang ke pasar imlek Klenteng Hok Tik Bio Pati kemarin sore. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA – Pasar Imlek yang diadakan Klenteng Hok Tik Bio Pati 2018 sangat meriah. Ada ratusan pedagang dari berbagai daerah yang turut memeriahkan. Bahkan, perputaran uang dalam sehari mencapai Rp 1 miliar lebih.

Salah satu panitia Imlek Klenteng Hok Tik Bio Pati sekaligus Koordinator Gusdurian Pati Kiai Happy Irianto mejelaskan, pasar imlek sedianya tahun ini ditiadakan. Tapi banyak warga yang meminta pasar tersebut diadakan, karena 2016 lalu sudah tidak ada pasar imlek. Sehingga tahun ini harus diadakan.

“Persiapan pasar imlek tahun ini cukup singkat. Karena mulanya dari klenteng tidak mengadakannya. Karena permintaan masyarakat, akhirnya diadakan. Jumlah pedagangnya ada 10 stand utama, 50 UMKM, dan 256 pedagang kaki lima (PKL). Untuk PKL ini tidak membayar, namun mereka harus melapor kepada panitia imlek supaya tertib,” jelasnya didampingi Koordinator Gusdurian Pati lainnya Eddy Susanto.

Menurutnya, kemeriahan pasar imlek tahun ini meningkat di banding tahun-tahun sebelumnya. Pedagangnya juga lebih variatif, ada kuliner, asesoris, produk sepatu kulit, baju adat tionghoa, dan lainnya. Bahkan pedagangnya tidak hanya berasal dari Bumi Mina Tani. Ada yang rela datang dari Sidoarjo, Gresik, Magelang, dan pedagang asli Pati dan sekitarnya.

“Dalam sehari semalam, perputaran uang di pasar imlek mencapai Rp 1 miliar lebih. Pedagang yang dari luar daerah ikut pasar imlek di Pati karena ramai. Bahkan pedagang dari Gresik harus pulang karena dagangannya habis. Ada juga pedagang dari Magelang yang sebelumnya ikut acara di Magelang tapi sepi. Dia datang ke Pati untuk menutup kerugiannya,” ungkapnya.

Pasar tersebut sudah dibuka sejak 9-16 Februari mendatang. Harapannya bisa mengangkat perekonomian khususnya warga Pati. Selain itu  untuk warga sekitar klenteng banyak yang berjualan dan membuka parkir. Penyelenggaraan pasar imlek menurutnya sederhana, tapi mengena rakyat.

Salah satu pedagang dari Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Soebandi, 46, mengaku jauh-jauh datang ke Pati karena mendapatkan informasi dari temannya. Terlebih di Surabaya tidak ada pasar imlek. Dia mulai berjualan sepatu kulit sejak Sabtu (9/2). Hingga empat hari ini, keuntungan yang didapat cukup banyak.

“Sepatu kulit yang saya ambil langsung dari produsen harganya terjangkau sehingga terjual banyak. Harganya mulai Rp 50 ribu-Rp 245 ribu. Alhamdulillah di pasar imlek Pati ini sudah banyak yang terjual,” kata pria yang sudah berjualan sepatu kulit puluhan tahun ini. 

(ks/put/him/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia