Rabu, 13 Nov 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Pasokan Listrik di Karimunjawa Hanya Terserap 16 Persen

14 Februari 2018, 08: 27: 35 WIB | editor : Ali Mustofa

PEMELIHARAAN: Petugas PLN melakukan pemeliharaan jaringan untuk memastikan pasokan listrik lancar.

PEMELIHARAAN: Petugas PLN melakukan pemeliharaan jaringan untuk memastikan pasokan listrik lancar. (PLN Area Kudus For Radar Kudus)

Share this      

KARIMUNJAWA -  Meski memasuki musim baratan, namun pasokan listrik di Kepulauan Karimunjawa dipastikan aman. Hal ini terlihat dari kondisi sepekan terakhir. Hujan dan angin yang mengguyur wilayah Karimunjawa sepekan terakhir tidak membuat jaringan listrik bermasalah.

Hal ini disampaikan Koordinator Kehumasan PLN Area Kudus Muhdam Azhar kemarin. Azhar menyampaikan, berdasarkan data yang dihimpun pihaknya melalui pantauan dispatcher PLN Area Kudus, Karimunjawa yang terdiri dari dua buah penyulang hanya mengalami gangguan dua kali dalam  sepekan. ”Itupun durasi padamnya relatif sebentar,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Azhar menjelaskan, listrik padam tersebut terjadi pada Sabtu (10/2) petang sekitar pukul 18:00 WIB. Selain itu listrik padam pada Minggu (11/2) dini hari sekitar pukul 00:40 WIB. Namun meski gangguan terjadi saat malam hari, petugas tetap sigap mengatasinya.

Mengenai kondisi listrik di Karimunjawa sendiri, Azhar menyampaikan, pasokan energi listrik di Karimunjawa tergolong surplus. Dari total kapasitas 2.200 kW, pada beban puncak hanya terserap sekitar 356 kW atau 16 persen dari jumlah total.

Pasokan bahan bakar untuk beroperasinya mesin pembangkitpun berada pada kondisi cukup. Petugas PLN maupun Indonesia Power selaku operator mesin pembangkit tenaga diesel (PLTD) siap sedia 24 jam dalam melayani masyarakat Karimunjawa. ”Tidak ada kendala yang cukup berarti selama musim baratan tiba,” terangnya.

Untuk menjaga kondisi agar tetap stabil, Azhar menuturkan, pihaknya juga melakukan koordinasi tanpa putus. Terlebih  mengingat letak geografis Karimunjawa yang cukup jauh dari PLN Rayon Jepara yang merupakan unit induknya.

Azhar menambahkan, agar kodisi tetap terjaga pihaknya juga berharap masyarakat bisa turut serta menjaga keandalan listrik. ”Salah satunya dengan turut melapor apabila terjadi potensi gangguan terutama akibat terlalu dekatnya jaringan listrik dengan pepohonan,” imbuhnya.

(ks/emy/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia