Minggu, 21 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

Peminat Cukup Banyak, Antrean Transmigrasi Capai 21 KK

03 Februari 2018, 14: 35: 08 WIB | editor : Ali Mustofa

Peminat Cukup Banyak, Antrean Transmigrasi Capai 21 KK

 PURWODADI – Dalam setahun, Kabupaten Grobogan selalu mendapat jatah kuota pengiriman transmigrasi sekitar 15 hingga 20 Kepala Keluarga (KK). Padahal antusias masyarakat dalam mengikuti program transmigrasi cukup tinggi. Sampai saat ini antrean mencapai 21 KK.

Kasi Transmigrasi Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Grobogan Achmad Zamroni mengatakan, tahun lalu Grobogan mendapatkan penurunan kuota hingga 50 persen. Hanya mendapatkan enam KK. Lalu dua tambahan dari Blora dan dua tambahan dari Magelang. Sehingga hanya memberangkatkan 10 KK.

Karena tahun lalu kuota sedikit, menyebabkan penumpukan antrean hingga 21 KK. Antrean tersebut murni dari tahun lalu dan awal tahun ini. Mereka bisa menjadi cadangan di tahun selanjutnya. ”Tingginya antusias ini karena program pemerintah ini sangat dibutuhkan mereka untuk meningkatkan taraf hidupnya,” jelasnya.

Jumlah tersebut belum ditambah saat Disnakertrans melakukan sosialisasi ke desa-desa pada Maret nanti. Sosialisasi itu dilakukan di desa yang potensi perekonomiannya rendah. Di antaranya, di Kecamatan Tawangharjo, Pulokulon, Godong, hingga Desa Genuksuran Kecamatan Purwodadi. Dipastikan jumlah antrean akan semakin bertambah.

Dia menjelaskan, rata-rata masyarakat yang mengajukan transmigrasi ingin ke wilayah Sumatera hingga ke Kalimantan Timur (Kaltim). ”Mereka menunggu jumlah kuota dan tujuan yang ada di tahun ini. Bagi yang request, biasanya akan menunggu lama. Karena transmigrasi ke Sumatera sekarang jarang. Hampir sudah tidak ada,” paparnya.

Tingginya permintaan transmigrasi tersebut, juga berkat banyaknya transmigran yang sukses di pulau seberang. Bahkan Disnakertrans Grobogan kerap mendapatkan penghargaan Transmigrasi Award. ”Reward ini kerap didapat. Malah hampir setiap tahun. Karena Grobogan penyumbang transmigran terbaik, serta di sana pekerjaan mereka paling baik. Selama ini memang tidak ada transmigran asal Grobogan yang kembali lagi ke sini. Di sana mereka sudah sukses dengan perekonomian yang jauh lebih baik,” terangnya.

(ks/int/lil/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia