Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Inspirasi

Jadi Peserta Paling Kecil, Menangis Setiap Masuk Sanggar Tari

02 Februari 2018, 14: 36: 21 WIB | editor : Ali Mustofa

Bernike Emanuela Berta

Bernike Emanuela Berta (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

Share this      

MENARI tradisional sudah dipelajari Bernike Emanuela Berta sejak taman kanak-kanak (TK). Mulanya, ia menangis saat diajak masuk sanggar mamanya. Sebab, dia paling kecil daripada peserta lainnya.

Meski demikian tetap dia jalani dengan telaten. Lantaran ketelatenan mamanya, ia menjadi suka dan percaya diri.

“Sejak kecil suka menari dan menggambar. Kalau menyanyi dan menggambar itu nurun dari bapak. Tapi menari itu dari mama. Jadi sejak saya TK, mama sudah mulai mengantar saya ke sanggar tari. Di sanggar itu pesertanya besar-besar. Saya yang kecil sendiri. Jadinya takut dan nangis setiap masuk. Untung mama telaten,” kenangnya.

Warga Perumahan Sukoharjo Indah Margorejo ini mengaku, berawal dari sanggar itu, dirinya mulai sering tampil menari di acara sekolah maupun luar sekolah. Awalnya hanya berlatih menari saja, lama kelamaan jadi jatuh cinta menari tradisional hingga sekarang.

“Hingga kini kalau ada event tertentu yang meminta saya untuk menampilkan salah satu bakat, saya selalu memilih tari. Kalau menyanyi dan menggambar itu belajar secara otodidak saja. Tidak ikut bimbingan,” kata mahasiswi SI Pendidikan Dokter Gigi Universitas Trisakti Jakarta ini kemarin.

Bernike juga mengikuti organisasi paduan suara di kampusnya. Ia berlatih satu pekan sekali. Hal itu tak mengganggu aktivitas kuliahnya. Apalagi, kini dirinya akan menghadapi skripsi. Untuk itu gadis kelahiran Pati. 14 Agustus 1996 ini suka bernyanyi atau menggambar saat jenuh.

(ks/put/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia