Senin, 17 Dec 2018
radarkudus
icon featured
Pendidikan

Bersolek, Gedung Tarbiyah STAIN Kudus Makin Representatif

27 Januari 2018, 07: 40: 59 WIB | editor : Panji Atmoko

REPRESENTATIF: Mahasiswa dan dosen Fakultas Tarbiyah akan menempati gedung baru.

REPRESENTATIF: Mahasiswa dan dosen Fakultas Tarbiyah akan menempati gedung baru. (RIS ANDY KUSUMA/RADAR KUDUS)

KUDUS - Fakultas Tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus awal pekan depan mulai menempati gedung baru. Kemarin (26/1) gedung tersebut di-soft launching dengan tasyakuran.

Acara tersebut dihadiri Ketua STAIN Kudus Dr. Mundakir, MAg, Wakil Ketua I STAIN Kudus Dr. Supa'at, MPd dan civitas akademika. Selain itu, hadir Kepala Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, M Zakaria. “Kami sengaja mengundang bapak-ibu semua di pagi hari pukul 06.00 supaya tidak mengganggu pelayanan,” ujar Wakil Ketua I STAIN Kudus Dr. Supa'at, MPd.

Gedung baru tersebut memang belum diresmikan. Namun, kebutuhan penggunaan gedung sudah mendesak. Untuk itu, pihaknya mengadakan syukuran terlebih dahulu. “Seperti kalau mau pindahan rumah, kami gelar tasyakuran dulu,” paparnya.

Rencananya gedung tiga lantai ini akan diresmikan Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin. Pihaknya masih menunggu jadwal dari kementerian agama. Nantinya menteri agama tidak hanya meresmikan gedung, tetapi ada agenda lain. Yakni, peletakan batu pertama pembangunan perpustakaan kampus. Gedung perpustakaan ini akan dibiayai melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). “Uangnya sudah ada. Pembebasan lahan juga sudah beres. Tinggal pembangunannya saja,” ujarnya.

Gedung yang memiliki 29 ruang perkuliahan, perpustakaan, laboratorium, dan kantor untuk administrasi dan dosen ini diharapkan meningkatkan pelayanan dan mutu pendidikan. Ada 14 program studi di Fakultas Tarbiyah yang memakai gedung tersebut.

“Satu per satu kendala dan masalah yang terjadi di kampus STAIN Kudus dapat diatasi. Salah satunya persoalan kekurangan ruang kuliah. Bahkan, tahun ini akan dibangun gedung perpustakaan yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan literatur mahasiswa,” ungkapnya.

Ketua STAIN Kudus Dr. Mundakir, MAg memaparkan, akan berencana menambah program studi baru di magister. Rencananya akan dibuka S2 PGMI. Saat ini sudah ada dua program, yaitu Magister Pendidikan Islam dan Magister Ekonomi Syariah.

 “Ini berdasarkan masukan dari stakeholder yang ada. Selama ini kalau mau kuliah jauh. Kami mencoba memfasilitasi. Kami sedang menyiapkan izin, sarana, dan prasarananya,” paparnya.

Untuk S1 pihaknya belum ada rencana penambahan program studi. Pihaknya lebih konsentrasi peningkatan nilai akreditasi. Ditargetkan ada 10 program studi yang terakreditasi A. ''Kalau kami tambah akan kesulitan untuk meraih akreditasi. Padahal, saat ini akreditasi sangat penting bagi lulusan,'' katanya.

Mundakir juga berharap, perubahan STAIN Kudus menjadi IAIN Kudus dapat terwujud dalam waktu dekat. ''Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini,” ujarnya optimistis. 

(ks/ris/aji/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia