alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Lagi, Puluhan Pengunjung Pantai Teluk Awur Tersengat Ubur-ubur

03 Januari 2018, 15: 17: 56 WIB | editor : Ali Mustofa

LIBURAN: Pengunjung menikmati liburan di Pantai Telukawur kemarin. Namun serangan ubur-ubur masing menyerang sekitar 20 wisatawan.

LIBURAN: Pengunjung menikmati liburan di Pantai Telukawur kemarin. Namun serangan ubur-ubur masing menyerang sekitar 20 wisatawan. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

 TAHUNAN – Sengatan ubur-ubur kembali terjadi pada wisatawan di Pantai Teluk Awur kemarin. Namun jumlah pengunjung yang terkena sengatan tidak sebanyak pada Senin (1/1) lalu. Liburan awal tahun tersebut mencapai 300 orang yang tersengat ubur-ubur. Kemarin hanya sekitar 20 pengunjung yang tersengat ubur-ubur.

Hal ini dikarenakan sudah ada imbauan dari pemerintah desa setempat. Jumlah pengunjung juga tidak seramai liburan awal tahun. Terpantau oleh Jawa Pos Radar Kudus, ratusan pengunjung menikmati liburan hari kedua di awal tahun ini.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus korban sengatan paling banyak dialami anak-anak. Orang tua yang mendampingi sudah menyiapkan minyak kayu putih. Seperti pada kasus sebelumnya, mereka terkena sengatan ketika mandi di pantai yang berjarak sekitar dua meter dari bibir pantai. Terdapat bercak merah dan terasa gatal pada bagian yang tersengat. “Anak terus saya dampingi agar tidak terlalu ke tengah. Padahal hanya bermain di pinggir. Mungkin karena airnya keruh tidak terlihat kalau ada ubur-ubur,” kata Zunita, 32, warga Mejobo, Kudus.

Karena sudah tidak masuk masa liburan, tim kesehatan dan tim penyelamat tidak ada di lokasi. Para pengunjung hanya diingatkan oleh aparat desa dan warga sekitar agar tidak bermain di area air. 

“Warga di sini biasanya menyarankan mengusap bekas sengatan dengan pasir pantai. Mereka kami sarankan bilas terlebih dahulu. Baru kami beri minyak kayu putih dan salep,” kata Munadi, 60, salah satu warga setempat yang menyewakan ban.

Kepala Desa Telukawur Asrofi mengatakan, serangan ubur-ubur ini karena musim baratan di awal tahun. Pihaknya memperkirakan ubur-ubur tersebut terbawa arus pantai yang kuat. Hal ini berlangsung sekitar dua pekan. “Tapi juga tergantung kondisi cuaca. Karena cuaca terkadang tidak bisa diperkirakan. Kemarin masih ada pengunjung yang terkena sengatan karena pantai masih ramai. Beberapa sekolah ada yang belum masuk. Jadi mereka bersama keluarga menikmati hari terakhir liburan. Hari ini pengunjung pasti terus berkurang. Semoga tidak ada lagi wisatawan yang terkena sengatan ubur-ubur,” ujarnya. (war)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP