Rabu, 20 Mar 2019
radarkudus
icon featured
Kudus
Hoax Atau Fakta

Nanas Sembuhkan Kanker, Belum Tentu Benar

03 Januari 2018, 07: 37: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

MASIH DIRAGUKAN: Screenshoot informasi tentang khasiat bagian tengah nanas yang beredar lewat grup Whatsapp.

MASIH DIRAGUKAN: Screenshoot informasi tentang khasiat bagian tengah nanas yang beredar lewat grup Whatsapp. (RADAR KUDUS PHOTO)

KUDUS - Postingan tentang kasiat buah nanas yang bisa mengobati kanker menyebar melalui media sosial (medsos). Keterangan yang ada di dalam informasi itu, menerangkan tentang khasiat memakan bagian tengah buah tersebut (bromolin).

Ada bagian tulisan yang menerangkan khasiat yang dalam informasi itu dinamakan bromolin tersebut. Bahkan, dibilang khasiat itu dirahasiakan pihak medis, karena membantu menyerapan vitamin dan mineral dalam tubuh. Namun, untuk penjelasan selanjutnya tidak detail.

Selain itu, dikatakan juga bromolin bisa melunakkan dinding-dinding sel kanker, sehingga bisa menjadi obat yang benar-benar menembus inti sel penyakit mematikan itu. Tetapi, jenis kankernya tak disebutkan dengan jelas. Hanya disebutkan baik bagi penderita kanker usus.

Di bagian postingan lain, bromolin disebutkan lebih kuat 10 ribu kali dari kemoterapi. Untuk menyakinkan pembaca, lebih lanjut ada postingan testimoni penderita penyumbatan pembuluh darah dan dengan memakan bromolin darahnya menjadi bersih sendiri.

Menanggapi postingan tersebut, kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Joko Dwi Putranto melalui Kepala Bidang (Kabid) Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2L) dr Hikari Widodo mengatakan, isi postingan itu ada benarnya. Namun ada beberapa yang janggal. Di antaranya penyebutannya nama bagian tengah nanas bukan bromolin, tapi bromelain.

Dia menerangkan, buah nanas memang banyak khasiatnya. Tidak hanya bagian tengahnya, tapi secara keseluruhan. Bisa untuk mengurangi keputihan dan mengandung vitamin C. Namun, dengan mengonsumsi bromelain bisa melunturkan sel-sel kanker dan sebagainya, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut.

”Saya pernah membaca, menurut penelitian laboratorium senyawa bromelain bisa mengganggu pertumbuhan sel tumor dan pembekuan darah yang lambat. Bisa jadi untuk obat kanker, cuma harus ada konsultasi dengan dokter,” ungkapnya.

Dia menuturkan, sebenarnya dengan googling tentang khasiat buah nanas sudah bisa diketahui. Nanas juga tak dianjurkan dikonsumsi ibu hamil, teruma yang usia kandungan trimester awal. Sebab, bromelain memiliki senyawa yang melemahkan serviks (leher rahim). Jadi, konsumsi berlebihan akan memicu konstraksi awal.

”Nanas muda terutama yang kulitnya masih berwarna hijau, mengandung banyak bromelain. Jadi, tak hanya menyebabkan leher rahim lemah, bahkan bisa menyebabkan keguguran. Untuk itu, perempuan yang kandungannya usianya masih muda harus membatasi, bahkan kalau bisa menghindari sama sekali mengonsumsi nanas muda,” terangnya.

Dia menambahkan, makan nanas terlalu banyak juga dapat menyebabkan diare dan maag. ”Sebab, kandungan asam dari buah tropis ini, memang cukup mengganggu bagi lambung yang sensitif,” imbuhnya.

 ---------------

 Faktanya: Bagian tengah nanas bukan bromolin tapi bromelain. Khasiatnya bisa penyembuhan kanker masih perlu penelitian laboratorium.

(ks/lin/san/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia