alexametrics
Jumat, 10 Jul 2020
radarkudus
Home > Politik
icon featured
Politik

KPU: Puluhan Anggota Parpol Belum Penuhi Syarat Verfak

01 Januari 2018, 18: 00: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

DIVERIFIKASI: Salah satu anggota KPU Pati mendatangi rumah anggota parpol untuk diverifikasi faktual baru-baru ini.

DIVERIFIKASI: Salah satu anggota KPU Pati mendatangi rumah anggota parpol untuk diverifikasi faktual baru-baru ini. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA – Verifikasi faktual (Verfak) keanggotaan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai Persatua Indonesia (Perindo) Pati masih dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pati sejak 26 Desember 2017 hingga 2 Januari 2018 nanti. Hingga proses verfak sementara ini sudah ditemukan puluhan anggota dari kedua partai itu yang belum memenuhi syarat (BMS).

Komisioner KPU Pati Supriyanto menyampaikan, verfak keanggotaan itu mendatangi langsung anggota parpol yang bersangkutan di rumahnya. Kami berpencar ke seluruh pelosok desa untuk melakukan verfak keanggotaan. Untuk anggota PSI yang diverfak ada 100 orang sedangkan anggota Perindo ada 145 orang.

“Anggota yang diverfak merupakan hasil sampling dari sepuluh persen dari total jumlah anggota yang didaftarkan ke KPU beberapa waktu lalu. Dan sudah lolos dari verifikasi administrasi yang sudah diteliti oleh KPU Pati,” imbuhnya.

Supriyanto mengungkatkan hasil sementara dari verfak keanggotaan yang BMS ada 50 orang. Dengan rincian Perindo ada 26 anggota dan PSI ada 24 anggota. Anggota bersangkutan yang tidak bisa ditemui oleh petugas KPU di rumahnya karena ada yang di luar kota, keluar negeri, hingga ada anggota yang meninggal.

Seperti pada saat verfak di Desa Purwokerto, Tayu, Pati, ada satu anggota PSI yang telah meninggal sehingga tidak bisa diverfak. Hal semacam ini membuat partai itu ketar ketir karena jumlah anggota PSI yang disampaikan ke KPU sekitar 1.000 saja. Jika ada yang tidak bisa ditemui maka bisa saja tidak bisa lolos verfak karena jumlah anggota di tingkat kabupaten paling sedikit 1.000 anggota.

“Data hasil dari verfak itu sudah kami sampaikan kepada parpol bersangkutan untuk dihadirkan di KPU pada 2 hingga 4 Januari 2018. Jika partai tidak bisa menghadirkan anggota tersebut maka anggota itu dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). Selanjutnya parpol akan diberi kesempatan sekali lagi untuk melakukan perbaikan pada 7-14 Januari. Sementara itu keputusan parpol bisa mengikuti pemilu atau tidak, diumumkan 17 Februari,” lanjutnya.

(ks/put/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia