alexametrics
Selasa, 09 Mar 2021
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Peternak Lestarikan Ikan Hias melalui Komunitas

11 Desember 2017, 09: 45: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

PEMANDANGAN BAGUS: Pengunjung mengamati aquascape saat pameran ikan hias di samping Pendapa Kabupaten Kudus kemarin.

PEMANDANGAN BAGUS: Pengunjung mengamati aquascape saat pameran ikan hias di samping Pendapa Kabupaten Kudus kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA – Komunitas Muria Koi Club (MKC) se-Karesidenan Pati mengadakan pameran dan sarasehan seputar ikan koi. Acara tersebut diadakan untuk menyatukan para penghobi atau penjual ikan koi se-Karesidenan Pati dan sekitarnya. Beraneka macam ikan hias lain, juga ikut dalam pameran yang bertempat di Pendapa Kabupaten Kudus kemarin ini.

Asep Maftuch, ketua MKC mengatakan, tujuan diadakan acara ini untuk menyatukan para pencinta ikan hias. Terutama bagi komunitas ikan koi. ”Kami ingin merangkul masyarakat dan mengembangkan komunitas ikan koi ini. Serta memperkenalkan dan memberikan pemahaman mengenai ikan koi,” ucapnya.

            Selain ikan koi, acara pameran yang dimulai sejak pukul 06.00 ini diikuti dari komunitas ikan hias lain. Seperti ikan cupang, arwana, lohan, dan guppy. Dari berbagai jenis ikan koi yang dipamerkan, ada ikan yang dijual kisaran Rp 50 ribu hingga Rp 12 juta. Bergantung jenis dan kualitas.

Sementara itu, di dalam pendapa digelar sarasehan yang dimulai pukul 10.00. Kegiatan tersebut membahas mengenai edukasi dan serba-serbi perkoinan nasional serta pembahasan tentang komunitas. Acara ini dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Catur Sulistiyanto, ketua Asosiasi Pencinta Koi Indonesai (APKI), breader asal Jakarta Lucas Sidarta, tim ahli koi, dan anggota Muria Koi Club (MKC).

Dikatakan, komunitas MKC se-Karesidenan Pati yang baru setahun terbentuk ini, sudah memiliki 100 anggota. ”Meskipun se-Karesidenan Pati, tapi komunitas ini terpusat di Kudus. Sekarang ini kami sudah ada 30 jenis ikan koi, termasuk beberapa ada yang impor dari Jepang yang sudah pernah memenangkan kontes ikan koi,” paparnya.

Asep berharap, dengan adanya acara ini, masyarakat bisa memahami cara mengelola ikan. ”Saya berharap, masyarakat bisa mengelola dan mengetahui kualitas ikan koi berdasarkan jenisnya,” ucapnya.

Imam Yulianto, pengunjung asal Kabupaten Temanggung mengaku suka dengan ikan koi. ”Sudah empat tahun saya tergabung di komunitas pencinta koi. Baik di rumah maupun di sawah, saya melihara koi untuk dijualbelikan,” katanya. (ela)

(ks/don/lin/top/JPR)

 TOP