Rabu, 22 May 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Kampung KB untuk Berdayakan Masyarakat

20 November 2017, 07: 17: 46 WIB | editor : Ali Mustofa

JADI CONTOH: Anggota DPR RI Komisi IX Ali Mahir berinteraksi dengan peserta KB MOP (metoda operasi pria) atau vasektomi dari Desa Tubanan belum lama ini.

JADI CONTOH: Anggota DPR RI Komisi IX Ali Mahir berinteraksi dengan peserta KB MOP (metoda operasi pria) atau vasektomi dari Desa Tubanan belum lama ini. (ISTIMEWA)

 KEMBANG - Kehamilan di atas usia 35 tahun bagi perempuan cukup rawan terhadap risiko terjadinya kematian ibu. Begitu pula, hamil dibawah usia 20 tahun juga rawan terjadi kematian bayi. Sebab, kandungan sang ibu belum kuat sehingga rawan terjadi kematian bayi.

Karena itu, pernikahan mestinya direncanakan matang, termasuk perencanaan usia diatas 20 tahun. Demikian disampaikan anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem Ir Ali Mahir di sela kegiatan integrasi kampung keluarga berencana (KB) bersama mitra kerja 2017 di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, belum lama ini.

Ali Mahir menyampaikan, adanya kampung KB dinilai penting untuk memberdayakan masyarakat dalam perencanaan keluarga Indonesia yang sehat dan cerdas. Dengan kampung KB, dapat dilakukan kegiatan Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja dan Bina Keluarga Lansia. Itu merupakan syarat dibentuknya kampung KB.

“Hal terpenting dari KB ini adalah bagaimana pasangan suami istri dapat membatasi kehamilan. Dengan demikian, jarak kehamilan tidak terlalu berdekatan. Selain itu, dua anak cukup sehingga tidak tambah lagi. Karena itu, pasangan suami istri perlu KB baik MOW maupun MOP,” katanya.

Menurutnya, perempuan hamil diharapkan tidak kurang dari usia 20 tahun sehinggga terhindar dari risiko kematian bayi. Demikian pula, perempuan hamil tidak lewat usia 35 tahun sehingga terhindar dari risiko kematian ibu.

Ali Mahir dalam kesempatan itu juga sempat lakukan interaksi dengan Sulaiman pelaku KB MOP (Metoda Operasi Pria) atau vasektomi dari Desa Tubanan. Ia mengaku dengan KB, ia mampu mengontrol usia kelahiran anak. ”Jadi hidup bisa terprogram,” jelasnya. Dalam acara itu juga hadir Kasi KB Jepara Siti Sulamsih dan BKKBN Provinsi Agus pujianto 

(ks/zen/jpg/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia