Rabu, 20 Mar 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Empat SMA Tidak Ikut Simulasi UNBK

16 November 2017, 10: 19: 07 WIB | editor : Ali Mustofa

BERLATIH: Beberapa siswa kelas XII MAN I Pati mengikuti simulasi UNBK tahap pertama kemarin.

BERLATIH: Beberapa siswa kelas XII MAN I Pati mengikuti simulasi UNBK tahap pertama kemarin. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

KOTA – Simulasi ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMA/SMK di Kabupaten Pati tahap pertama telah rampung. Pelaksanaan simulasi UNBK yang dilaksanakan 13-15 November ini tidak diikuti empat SMA.

Ketua MKKS Pati Budi Santosa mengungkapkan, simulasi UNBK pertama ini memang tidak wajib. Bagi sekolah yang belum siap tidak wajib mengikuti simulasi. Di Pati sendiri ada empat SMA yang tidak ikut simulasi tahap pertama. Yakni SMA Bopkri Pati, SMA Bopkri Tayu, SMA Taman Madya Juwana, dan SMA Muria Pati.

“Keempat sekolah itu tidak mengikuti simulasi karena belum diwajibkan. Selain itu, ada SMA yang memang masih menata alat-alatnya. Meskipun pada tahap pertama belum diwajibkan, namun tahap kedua nanti diwajibkan ikut semua dan tahap ketiga sudah geladi bersih pelaksanaan UNBK,” ungkapnya kemarin.

Budi menambahkan, pada simulasi UNBK pertama ini hanya untuk memastikan data siswa supaya benar-benar oke. Sejauh ini, persiapan UNBK sudah lancar. Selama tiga hari simulasi tidak ada kendala, baik listrik padam dan lainnya. Sebagian besar sekolah juga sudah mempunyai genset.

Terpisah Kepala MAN 1 Pati Moh Kodri menuturkan, pelaksanaan simulasi UNBK di madrasahnya berjalan lancar. Sebelum pelaksanaan, terlebih dahulu sinkronisasi pada Minggu (12/11). Meskipun tidak ada kendala, namun tidak semua siswa mengikutinya karena keterbatasan ruang. Karena saat ini beberapa gedung baru direhab.

“Walaupun tidak ikut semua, namun sudah sesuai target. Minimal, siswa sudah familiar dengan UNBK. Pada simulasi kedua nanti sekitar Februari. Kami pastikan semua (202 siswa) akan mengikutinya. 75 komputer, tiga proktor (pengawas), dan satu teknisi. Selain itu, kami sudah mempersiapkan dayanya dari 11 ribu watt menjadi 33 ribu watt,” ucapnya.

(ks/put/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia