Selasa, 18 Jun 2019
radarkudus
icon featured
Features
Direktur Utama RS Sebening Kasih Pati

Satu-satunya Konsultan Fertilitas Endokrin dan Reproduksi Pati

13 November 2017, 10: 00: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

BERSAHAJA: Dokter Cahyono Hadi, pemilik RS Sebening Kasih Pati saat ditemui di Ruang Ingin Anak RSUD Soewondo Pati belum lama ini.

BERSAHAJA: Dokter Cahyono Hadi, pemilik RS Sebening Kasih Pati saat ditemui di Ruang Ingin Anak RSUD Soewondo Pati belum lama ini. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

Dokter Cahyono Hadi merupakan penolong bagi keluarga yang belum punya momongan. Pemilik RS Sebening Kasih di Pati ini, satu-satunya dokter kandungan yang menjadi konsultan fertilitas endokrin dan reproduksi di Bumi Mina Tani.

SRI PUTJIWATI, Pati

MENEMUI Dokter Cahyono Hadi cukup sulit. Orangnya super sibuk. Kantornya juga banyak. Tidak satu tempat. Jawa Pos Radar Kudus beruntung bisa bertemu dengannya. Bukan di rumah sakit miliknya di RS Sebening Kasih, tapi di RSUD Soewondo Pati.

Dokter Cahyono juga berkantor di rumah sakit pelat merah. Dia merupakan ketua Komite Etik dan Hukum di RSUD Soweondo Pati.

Saat ditemui di Ruang Ingin Anak RSUD Soewondo Pati, pria kelahiran Pati, 16 November 1964 ini sedang sibuk menemui beberapa pasien. Jadwalnya begitu padat. Dia juga menjadi dokter kandungan di RSUD Soewondo Pati. Termasuk jadi dokter di RS Mitra Bangsa Pati.

Cahyono sudah menjadi dokter sejak 1983 silam. Setelah menyelesaikan studi kedokteran di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, dia langsung pergi ke Kalimantan Selatan, tepatnya di Hulu Sungai Selatan wilayah itu. Saat mengabdi di sana, beberapa tahun kemudian diterima menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Selain mengabdi di Kalimantan Selatan, dr. Cahyono terus berproses melanjutkan pendidikan kedokteran ke jenjang lebih tinggi, yakni S2. Pada 2010 lalu, dia berhasil merampungkan juga S3-nya di FK Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta.

Tak hanya itu, ayah dua anak ini juga melanjutkan studinya di konsultan fertilitas endokrin dan reproduksi. ”Dulu, sebenarnya saya tidak mempunyai impian jadi dokter. Mulanya justru ingin kuliah di jurusan teknik. Namun karena terlalu jauh dari rumah, saya memilih kedokteran di Semarang. Spesialis kandungan saya pilih. Memilih bidang itu karena memang suka dan ingin mendalaminya,” ucap warga Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo, Pati ini.

Dengan menjadi konsultan satu-satunya pada fertilitas endokrin dan reproduksi, sebagian besar waktunya dihabiskan di rumah sakit. Meski demikian, Cahyono juga menjadi dosen tamu di Fakultas Kedokteran Undip Semarang dan UGM Jogjakarta.

Tak berhenti di sana, Cahyono membuka rumah sakit pinggiran, yakni RS Sebening Kasih Tayu. Dia membuka rumah sakit tersebut karena ingin memudahkan akses fasilitas kesehatan di Kecamatan Tayu dan sekitarnya. Awalnya, dia praktik di Tayu. Melihat fasilitas kesehatan kecamatan itu stagnan, dia membuka klinik pada 2010 silam dan mulai dikembangkan menjadi rumah sakit pada 2013.

”Saya tidak selamanya menjadi dokter. Mau tidak mau akan pensiun, tidak mungkin harus mengejar karir terus. Saya mempunyai cita-cita nanti kalau sudah pensiun ingin mengangkat derajat kesehatan warga kurang mampu,” ungkapnya.

Untuk itulah didirikan RS Sebening Kasih. Semula hanya klinik biasa yang digunakannya sebagai tempat praktik. Lama-lama berkembang menjadi rumah sakit.

Menurutnya, tidak semua orang miskin mempunyai akses kesehatan meskipun saat ini ada program pemerintah yang meng-cover kesehatan untuk masyarakat. ”Saat ini masih banyak warga di pinggiran yang belum mendapatkan akses kesehatan yang layak. Saya ingin membantu soal itu,” ungkapnya.

Selama 34 tahun menjadi dokter, banyak pengalaman yang didapatkan, baik menjadi dokter di Indonesia dan mancanegera. Dia pernah mengikuti program fellowship di Australia, Taiwan, hingga Vietnam.

Banyaknya kegiatan yang kini dijalani tetap membuatnya fokus pada pekerjaannya. Waktu sangat penting baginya. Dia pun tidak mau bermain-main dengan waktu. ”Selain menjadi dokter kandungan dan mengurus rumah sakit, saya juga disibukkan mengajar,” ucpanya.

Sulung dari lima bersaudara ini menjadi dosen tamu di FK Undip dan UGM. Dia juga menjadi konsultan kesehatan. Saat ini, Dokter Cahyono Hadi menjadi satu konsultan fertilitas endokrin dan reproduksi di Kabupaten Pati. Dia pun jadi rujukan bagi para keluarga yang sudah bertahun-tahun menikah tapi belum diberi momongan. 

(ks/lil/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia