Minggu, 15 Sep 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Bunga Bangkai Mekar di Sendang Empu Supo

27 Oktober 2017, 08: 23: 10 WIB | editor : Ali Mustofa

MEKAR: Krisno menunjukkan bunga bangkai Raflesia Celeng yang mekar di area Sendang Empu Supo Madurangen Duren Sawit kemarin.

MEKAR: Krisno menunjukkan bunga bangkai Raflesia Celeng yang mekar di area Sendang Empu Supo Madurangen Duren Sawit kemarin. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Share this      

 KAYEN – Sebanyak sepuluh bunga bangkai tumbuh di area Sendang Empu Supo Madurangen Duren Sawit. Bagi warga sekitar bunga itu sering disebut raflesia celeng. Raflesia ini mulai muncul sejak Kamis (19/10) satu pekan lalu.

Tokoh masyarakat Pegunungan Kendeng, Krisno menuturkan, bunga ini pertama kali ditemukan oleh Sarmin, warga sekitar yang hendak mencari jejak untuk kegiatan anak pramuka. ”Sesampainya di area sendang, ia mendapati ada tumbuhan aneh, lalu ia melapor ke saya,” kata Krisno kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Bunga ini memiliki diameter 50 centimeter, dengan tinggi dari permukaan tanah 50 sentimeter. Warnanya merah kehitaman, darisitulah warga menyebutnya raflesia Celeng, sebab mirip kulit Celeng atau babi hutan. Dari kejauhan bunga bangkai ini tak berbau sama sekali. Namun ketika kita mencium lebih dekat. Tepat di tengah bunga, maka akan timbul bau yang agak menyengat.

”Tetapi kalau pagi dan sore hari, dari jarak cukup jauh, bunga ini akan menimbulkan bau menyengat yang memang seperti bangkai,” imbuh pria yang juga pemerhati daerah Pegunungan Kendeng ini.

Dari 10 buah bunga. Hanya satu yang sudah mekar, sementara dua buah sudah membusuk. Dan ada tujuh yang sedang tumbuh. Usia bunga ini hanya sampai sepekan, setelah itu bunga akan membusuk.

 Menurut Krisno, sebelumnya bunga ini pernah muncul juga, di tempat yang sama. Sekitar tahun 1970an. Waktu itu, Ayahnya yang menemukan. Namun baru kali ini bunga itu muncul lagi. ”Kemunculan bunga ini sering kali dihubungkan dengan mistis. Orang menyebut, jika bunga ini muncul lagi, maka anugrah saatnya akan datang seperti tahun 70an lalu,” pungkasnya.

(ks/him/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia