Selasa, 23 Jul 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Pelaku Usaha Didorong Naik Kelas

Penerapan Program untuk Mensuport UMKM

25 Oktober 2017, 10: 45: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

PEDULI UMKM: Bupati Kudus Musthofa (acungkan jempol dua dari kiri) membuka Kudus Expo 2017 sebagai ajang promosi produk UMKM di Alun-alun Simpang 7 Kudus baru-baru ini.

PEDULI UMKM: Bupati Kudus Musthofa (acungkan jempol dua dari kiri) membuka Kudus Expo 2017 sebagai ajang promosi produk UMKM di Alun-alun Simpang 7 Kudus baru-baru ini. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

 KUDUS – Demi meningkatkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Bupati Kudus Musthofa getol membuat program-program untuk mensuport jenis usaha tersebut. Di antaranya, kegiatan peningkatan sumber daya manusia (SDM), fasilitasi permodalan, dan pameran produk.

KENALKAN UMKM KE LUAR KOTA: Bupati Kudus Musthofa (dua dari kiri) saat road show UMKM asal Kudus di Java Sepermall, Semarang.

KENALKAN UMKM KE LUAR KOTA: Bupati Kudus Musthofa (dua dari kiri) saat road show UMKM asal Kudus di Java Sepermall, Semarang. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Tiga program tersebut, sudah dilakukan semua menjelang akhir tahun ini. Seperti pelaku usaha magang di beberapa wilayah yang memiliki keunggulan produk selama 10 hari. Selain itu, pelaku usaha juga diikutkan workshop.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, dan UMKM Bambang TW mengatakan, sekitar 40 pelaku UMKM asal Kudus magang di produsen tas di Sidoharjo, Jatim; untuk pelaku usaha batik magang di Pekalongan; pelaku usaha bordir Kudus magang di Tasikmalaya, dan pelaku usaha logam di Pasuruan, Jatim.

”Pengusaha yang mendapatkan kesempatan magang tidak meniru produk yang dibuat produsen tempat magang. Tapi, mereka belajar cara pemasaran, kemudian pengembangan atau inovasi produk, cara mendapatkan bahan baku, dan sebagainya,” terangnya.

Sementara itu, fasilitasi permodalan yang dilakukan Pemkab Kudus, berupa pemberian kredit usaha produktif (KUP). Saat ini, realisasi program ini mencapai 1.400 pelaku UMKM. ”Program ini sesuai dengan arahan Bupati Kudus Musthofa. Tujuannya untuk mempermudah UMKM,” terangnya.

Selain itu, ada pameran produk yang difasilitasi dinas terkait. Baru-baru ini, pelaku UMKM asal Kudus pameran di Bali, Lombok, dan Batam. Produk yang ditawarkan tentunya unggulan dan khas Kudus. Contohnya, makanan khas Kudus jenang, bordir, dan batik. Sasarannya wilayah yang banyak dikunjungi turis.

”Beberapa program tersebut, untuk menunjang pelaku usaha agar naik kelas. Seperti yang awalnya mikro naik menjadi kecil, sedangkan kecil naik menjadi menengah. Suport Pemkab Kudus untuk UMKM sangat maksimal, sehingga membawa Kudus dikenal sebagai sentra produk-produk lokal berkualitas,” ungkapnya.

Dia menambahkan, tahun depan program yang dijalankan hampir sama dengan tahun ini. Yakni melanjutkan progres yang sudah ada. Pihaknya juga terus mengevaluasi program yang belum ada peningkatan. Tujuannya agar pelaku UMKM lebih maju.

”Jadi, tidak jauh beda nantinya (program peningkatan UMKM tahun depan, Red), karena masih melanjutkan program Bupati Kudus Musthofa. Fokus saat ini, UMKM bisa naik level dan makin mampu memperluas pemasaran produk,” imbuhnya.

(ks/san/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia