alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarkudus
Home > Kudus
icon featured
Kudus

Dini Hari ABG Berduaan di Kos

06 Oktober 2017, 16: 41: 51 WIB | editor : Ali Mustofa

DIMINTAI DATA: Pasangan ABG saat digrebek anggota Polsek Kota dalam razia kos-kosan di wilayah Kecamatan Kota dini hari kemarin.

DIMINTAI DATA: Pasangan ABG saat digrebek anggota Polsek Kota dalam razia kos-kosan di wilayah Kecamatan Kota dini hari kemarin. (POLRES KUDUS FOR RADAR KUDUS)

Share this      

 KUDUS - Puluhan petugas Polsek Kota melakukan razia di sejumlah tempat kos kemarin (5/10) dini hari. Lokasi itu ditengarai menjadi tempat peredaran narkotika dan seks bebas di wilayah Kecamatan Kota.

Dari razia itu, petugas menemukan dua pasangan ABG. Mereka bukan suami istri. Tetapi, mereka berada di dalam satu kamar kos.

Razia yang dimulai sekitar pukul 01.00 ini menyasar di sejumlah tempat kos kosan di wilayah Kecamatan Kota. Salah satunya, tempat kos-kosan milik Mai Sarah Hilal di RT 1 RW 1, Desa Janggalan, Kecamatan Kota. Setibanya di lokasi petugas melakukan penyisiran.

Petugas tidak hanya memeriksa satu per satu kamar kos dari luar, tapi meminta agar pintu dibuka. Akhirnya dijumpai dua pasangan ABG yang asyik berduaan. Masing-masing, HA, 18 asal Desa Jeruk wangi, Kecamatan  Bangsri, Jepara, AF, 16, asal Desa Bondo, Kecamatan Bangsri, Jepara. Kemudian, RS, 16, asal Desa Kuwasen, Kecamatan Kota, Jepara, dan AR, 16 asal Desa Guyangan, Kecamatan Bangsri, Jepara.

Selain mendapati pasangan tersebut, razia kos-kosan tersebut petugas menemukan seorang laki-laki yang diduga meminum alkohol berupa putihan dalam kemasan botol air mineral. Yakni, GR, 19, warga Desa Janggalan, Kecamatan Kota, Kudus.

Kapolsek Kudus AKP Muh. Khoirul Naim mengatakan, operasi penyakit masyarakat dilakukan untuk meminimalisasi munculnya embrio gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Kegiatan itu juga untuk mengantisipasi terjadinya praktik prostitusi online terselubung. Diindikasikan sebagian pelaku seks online memanfaatkan rumah kos ketimbang menyewa hotel supaya tarif bisa ditekan dan pelanggan makin banyak.

”Selanjutnya, pemilik kos kami bawa ke polsek untuk mendapatkan arahan agar tempat kosnya tidak menjadi ajang pesta narkoba dan menjadi tempat atau transaksi seks online. Selain itu, pasangan dan pemuda yang kedapatan mengkonsumsi miras juga kami bawa jalani pembinaan,” paparnya.

(ks/ruq/ris/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia