alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarkudus
Home > Grobogan
icon featured
Grobogan

Temukan Kambing Belum Poel

30 Agustus 2017, 12: 45: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

DISIDAK: Petugas Disnakkan Grobogan memeriksa sapi milik pedagang hewan kurban kemarin (29/8)

DISIDAK: Petugas Disnakkan Grobogan memeriksa sapi milik pedagang hewan kurban kemarin (29/8) (INTAN M SABRINA/RADAR KUDUS)

Share this      

PURWODADI – Pedagang hewan kurban tampaknya ingin mengelabui calon pembeli. Berdasarkan hasil sidak Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Grobogan kemarin (29/8) ada 11 kambing dan satu sapi belum cukup umur nekat dijual.

Temuan itu berdasarkan penelusuran Disnakkan Grobogan menyidak pedagang dan pengepul hewan kurban. Terutama, mereka yang mangkal di sudut kota Purwodadi. Ada dua pengepul dan empat pedagang yang disidak.

Saat didatangi petugas, sebagain pedagang kaget. Sebab petugas langsung memeriksa satu per satu hewan kurban yang dijual. Mulai memeriksa bagian gigi, mata, dan kondisi fisik.

Kepala Disnakan Grobogan drh Riyanto melalui Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) drh  Nur Ahmad mengatakan, ada juga satu kambing yang sakit. “Untuk usia kambing dapat dilihat dari gigi. Namun, ada penjual yang nekat menjual kambing yang berusia kurang dari 1,5 tahun,” tandasnya.

Setelah penemuan tersebut, petugas meminta pedagang menyingkirkan kambing yang belum poel tersebut. Agar pembeli dapat mengetahui kambing yang bersyarat atau tidak. Petugas juga memberikan stempel sertifikat di bagian leher hewan.

“Tentunya, hewan kurban yang belum poel tersebut tidak boleh dijual untuk kurban. Untuk menghindari penjualan secara sembunyi-sembunyi, kami memberikan sertifikat atau tanda bukti di leher kambing. Jadi pembeli harus paham dan mudah membedakan,” tegasnya.

Dia mengimbau pembeli teliti melihat kondisi hewan secara mendalam. Agar tidak terkecoh dengan fisik hewan yang besar, namun belum cukup umur. Bahkan, banyak memiliki bakteri atau penyakit.

Menurutnya, stok hewan kurban di Kabupaten Grobogan cukup. Bahkan, peternak menjual sapi ke luar daerah. “Untuk sapi yang keluar dari Kabupaten Grobogan melalui pasar ada sekitar 350 ekor. Kemudian, ada 150 ekor sapi yang dibawa keluar provinsi,” jelasnya.

Selain itu, sampai Selasa (29/8) kenaikan harga sapi maupun kambing masih terbilang stabil. Yakni, berkisar 10 hingga 15 persen. “Untuk kambing etawa sedang berkisar Rp 2,2 juta hingga Rp 2,5 juta. Kemudian PE sedang berkisar Rp 3 juta hingga Rp 3,5 juta. Kemudian sapi di antaranya Rp 18 juta hingga Rp 25 juta,” ungkapnya.

(ks/int/ris/top/JPR)

 TOP