Sabtu, 17 Nov 2018
radarkudus
icon featured
Blora

Belum Akui Selingkuhi Tetangga

Oknum Polisi Ditahan di Polres Blora

Selasa, 29 Aug 2017 11:19 | editor : Panji Atmoko

TUNJUKKAN: YN, kamituo Desa Tempelmahbang menunjukkan bukti pelaporan terhadap Brigadir YT di Polres Blora kemarin.

TUNJUKKAN: YN, kamituo Desa Tempelmahbang menunjukkan bukti pelaporan terhadap Brigadir YT di Polres Blora kemarin. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

BLORA – Brigadir YT, oknum polisi dari Polsek Bogorejo ditahan di Propam Polres Blora. Saat Jawa Pos Radar Kudus menyambangi kemarin, dia meringkuk di dalam jeruji tahanan. Sebab, dia diduga melakukan asusila terhadap tetangganya sendiri.

Di tahanan oknum tersebut mengenakan celana panjang warna hitam dan kaus lengan panjang. YT tidur dengan menghadap tembok bagian timur. Kepala di selatan dan kaki di utara. Dia sendirian. Di dalam ruangan 2x3 meter tersebut hanya ada beberapa baju, helm, perlengkapan mandi dan salat, serta tikar.

Kemarin sekitar pukul 11.10 YT dikeluarkan dari ruang tahanan dengan pengenakan seragam lengkap. Dia menuju ruang wakapolres Blora ditemani anggota Propam. Hingga pukul 13.00 belum keluar dari ruangan tersebut.

Sementara YN, 37, Kamituo Desa Tempelmahbang, Kecamatan Jepon, juga dimintai keterangan. Suami DN ini dimintai keterangan sejak pukul 09.00 di ruangan Propam Polres Blora tanpa ditemani kuasa hukumnya. Cukup lama. Sekitar pukul 13.30 baru selesai pemeriksaan.

Kamituo ini melaporkan Brigadir YT, yakni dugaan pelanggaran kode etik profesi polri berupa menjalin hubungan layaknya suami istri tanpa ikatan perkawinan yang sah. Perbuatan itu diduga terjadi di ruang keluarga Kamituo di RT 6 RW 3, Dukuh Tengger, Desa Tempelmahbang, Kecamatan Jepon. Jumat (25/8) sekitar pukul 23.51. Hal ini sesuai laporan polisi nomor LP/B/09/VIII/2017/Sipropam Sabtu (26/8) kemarin.

“Saya tahu saat dikabari anak. Saya pasrahkan kepada mertua. Istri saya juga sudah mengakui dan meminta untuk tidak saya ceraikan,” ucapnya kemarin.

Dia berharap, pelaku dihukum sesuai aturan yang berlaku. Apalagi hingga kemarin, oknum polisi tersebut bersama keluarga belum ada yang menemui dan memohon maaf  kepadanya. “Masih merasa tidak bersalah,” jelasnya.

Sementara itu, Iptu Sunarto, kasi Propam Polres Blora mengaku, Yanto ditahan sejak Sabtu (26/8) lalu. “Sudah, beberapa hari lalu, ini masih proses,”jelasnya singkat.

Begitu juga dengan Waka Polres Blora Kompol Indriyanto saat ditanya perkembangan dan hasil pemeriksaan terhadap Brigadir YT mengaku, masih dalam proses pemeriksaan. “Masih proses,” jawabnya singkat.

Sementara itu, tak pernah terbayangkan sebelumnya oleh YN, 37, kamituo Desa Tempelmahbang, Kecamatan Jepon, Blora. Sekitar 13 tahun menjalani kehidupan rumah tangga, selama ini baik-baik saja. Tetapi, peristiwa yang terjadi Jumat (25/8) malam membuat rumah tangganya kacau.

Istri tercinta DN, 32, diduga melakukan hubungan gelap bersama oknum polisi Brigadir YT. Dengan terbata-bata, YN menceritakan peristiwa memalukan tersebut. Apalagi kejadian itu terjadi di rumahnya sendiri dan di hadapan anak pertamanya. Ditengarai hubungan suami istri itu terjadi enam kali. “Sakit sekali rasanya. Anak-anak juga sudah tidak mau dengan ibunya,” ucapnya.

Kejadian itu tejadi Jumat (25/8) sekitar pukul 23.51. Saat itu dia sedang merawat ayah yang sakit stroke. Rumah orang tuanya tidak jauh, sekitar berjarak 10 meter dari depan rumahnya sendiri.

Tiba-tiba mendapat pesan WhatsApp dari dikirim putra pertamanya, AE, 12. Hatinya terasa di sambar petir. Tak pikir panjang, ayah dari dua anak ini menuju pintu belakang rumahnya. Sebab, dia pikir, pasti lewat pintu belakang.

Beberapa kali dia mengetuk pintu tersebut, tapi tidak dibuka. Setelah beberapa saat, baru dibuka oleh sang istri. Dia sempat melihat orang kabur dari rumahnya melewati jendela garasi mobil.

Selanjutnya, dia tanya sang istri namun tidak mengaku. Selanjutnya dia berusaha mencari dan mendatangi rumah orang tua pelaku Brigadir YT untuk menanyakan keberadaannya. Sayangnya pelaku tidak berada di tempat. Dia meminta kepada orang tuanya untuk memperingatkan anaknya tidak mengulangi perbuatannya tersebut. “Orang tua (Brigadir YT, Red) malah menjawab, soale bojomu gelem,” tirunya.

Selanjutnya, dia pulang dan meminta bantuan warga yang bergadang di salah satu rumah warga setempat untuk kembali mencari pelaku. Setelah melaporkan kejadian tersebut, Propam Polres Blora mendatangi TKP dan meminta keterangan yang bersangkutan termasuk, AE, sang anak pertamanya hingga subuh.

Sabtu (26/8) pagi Kamituo tersebut terpaksa menyerahkan sang istri kepada mertuanya. Waktu itu sang istri tidak mengakui kalau telah melakukan hubungan tersebut. Sehari berikutnya, sang istri kembali ke rumahnya untuk mengambil baju beserta barang-barangnya. Saat itu sang istri meminta maaf dan mengakui atas perselingkuhan tersebut dan menyerahkan HP miliknya kepada dirinya. “Yo aku salah. Dihukumlah, tapi aku ora pengen pegatan karo kowe,” ucapnya saat menirukan permohonan sang istri.

Senin (28/8) dia beserta beberapa warga datang ke Propam Polres Blora. “Masih bingung, biar ini berjalan apa adanya dulu,” ucapnya.

Amin Istajib, Ketua RW 3 Desa Tempelmahbang menjelaskan, warga merasa resah atas perbuatan tersebut. jika pelaku tidak diproses warga akan melakukan penolakan dengan mengumpulkan tanda tangan supaya pelaku tidak tinggal lagi di desa tersebut. “Seharusnya mengayomi masyarakat, ora Ngayoni (Demeni),” jelasnya. (sub/ris)

 

Js

Ditinggal Rawat Orang Tua, Istri Selingkuh

 

 

(ks/sub/aji/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia