Sabtu, 20 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Blora

Bakal Bangun SDLB di Randublatung

22 Juli 2017, 09: 40: 03 WIB | editor : Ali Mustofa

TAMBAH SDLB: Salah satu kegiatan SDLB Jepon baru-baru ini. Rencananya, bakal dibangun SDLB di Randublatung.

TAMBAH SDLB: Salah satu kegiatan SDLB Jepon baru-baru ini. Rencananya, bakal dibangun SDLB di Randublatung. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

 KOTA – Pemkab Blora terus berusaha memeratakan pendidikan dasar. Rencananya, pemkab akan membangun Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) di wilayah Randublatung. Tujuannya, untuk memfasilitasi pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus yang ada di Blora bagian selatan.

Bupati Djoko Nugroho mengungkapkan, hingga saat ini SDLB negeri di Kabupaten Blora hanya ada di Kecamatan Jepon dan Kunduran. Sehingga terlalu jauh untuk anak-anak yang ada di Randublatung, Kradenan, Doplang, dan sekitarnya.

”Sebelum masa jabatan saya selesai pada 2021 nanti, saya ingin membangun satu lagi SDLB di Blora selatan. Tujuannya, agar anak-anak berkebutuhan khusus di sana bisa ikut mengenyam pendidikan. Tolong Dinas Pendidikan mulai merencanakan,” pintanya.

Kokok -sapaan akrabnya- menuturkan, tidak ada anak yang minta dilahirkan dalam keadaan berkebutuhan khusus. Semuanya kehendak Tuhan dengan segala kuasanya. Jadi, sudah seharusnya anak-anak menjadi tanggung jawab bersama agar memperoleh pendidikan yang sama.

”Jika dibandingkan dengan kabupaten lain di eks Karesidenan Pati, Blora menjadi anak ragil (anak terakhir) yang berusaha sekuat tenaga mengejar kemajuan kakak-kakaknya. Letak Blora yang berada di jalur tengah memang jauh tertinggal dengan Kabupaten Kudus, Jepara, Pati, dan Rembang yang berada di jalur nasional. Kini, seiring dengan ditetapkan jalur Rembang-Blora-Cepu menjadi jalan nasional, diharapkan akses pendidikan juga semakin melebar,” harapnya.

Bupati juga meminta kepada guru-guru SLB agar tetap semangat mendidik anak-anak berkebutuhan khusus. Sebab, keberhasilan mendidik anak berkebutuhan khusus untuk bisa berprestasi sesuai kemampuan dirinya itu justru yang luar biasa. Dibandingkan dengan keberhasilan mendidik anak-anak untuk menjadi tentara, polisi atau dokter, sebab itu sudah biasa jika kondisinya normal.

”Jenengan semua harus yakin dan percaya diri, bahwa yang jenengan ajarkan sungguh mulia. Insya Allah ini jalan anda menuju surga. Jangan minder atau malu menjadi guru SLB,” tandas bupati disambut tepuk tangan ratusan guru SLB.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Achmad Wardoyo menyatakan, pihaknya siap untuk mulai menyusun rencana pembangunan SLB di Blora selatan sesuai mandat bupati. ”Akan kami rencanakan dahulu. Kemudian dikonsultasikan dengan bupati dan MKKS SLB Kabupaten Blora,” imbuhnya. 

(ks/sub/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia