Jumat, 20 Jul 2018
radarkudus
icon featured
Sportainment
Persiapan Tim Liga 3 Menjelang Kompetisi

Laskar Kalinyamat Rajin Uji Coba

Kamis, 21 Jun 2018 17:14 | editor : Ali Mustofa

PEMAIN KE-12: Suporter Persijap all out mendukung tim kesayangan mereka di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara.

PEMAIN KE-12: Suporter Persijap all out mendukung tim kesayangan mereka di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Kompetisi Liga 3 nasional belum jelas kapan dihelat. Namun, mengingat gelaran Liga 3 zona provinsi sudah selesai digelar dan memasuki zona regional, tentu cepat atau lambat putaran nasional akan segera bergulir. Lalu, bagaimana persiapan tim Liga 3 nasional asal eks Karesidenan Pati?

Pernah berjaya dengan menjadi satu-satunya wakil Jateng di kompetisi kasta tertinggi nasional membuat Persijap bersiap dengan sebaik mungkin. Sejak awal tahun ini, tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu bahkan sudah menunjuk pelatih asal Jerman Patrick Sofian Ghigani.

Selain itu, Esti Puji Lestari sang presiden Persijap juga menunjuk general manager Ahmad Rifa’i serta manajer Saadi Asirozi untuk mengisi jajaran manajemen. Perombakan manajemen serta pelatih itu pun menjadi modal yang baik dan menerbitkan harapan kembali bersinarnya Persijap di kompetisi nasional.

Setelah manajemen dan tim pelatih terbentuk, seleksi tertutup dan terbuka pun digelar. Hasilnya, puluhan pemain keluar masuk sesuai dengan kebutuhan skuad. Namun demikian, berdasar hasil uji coba selepas seleksi tersebut, pasukan Kota Ukir mencatatkan hasil yang cukup baik.

Pada 9 Februari, Persijap menantang tim raksasa Persib Bandung. Skuad Ghigani “hanya” kalah 2-0 dengan dua gol Ezequiel N’douassel ketika itu. Uji coba berikutnya pada 9 Maret, Persijap menjamu Martapura FC, kontestan Liga 2 yang musim lalu nyaris promosi ke Liga 1. Hasilnya, Persijap menang besar 3-0. Tiga gol kala itu dicetak oleh Dani Raharjanto, Elgen Fajar, dan Abrori Alfian.

Agenda berikutnya, Persijap menantang Persis Solo di Stadion Manahan Solo pada 8 April. Di laga itu, Persijap pun mampu menahan imbang skuat Kota Bengawan dengan skor kacamata. Namun kemudian, secara mengejutkan, tim kesayangan tiga kelompok suporter-Banaspati, CNS, dan Jetman-itu takluk 0-1 dari PSMP Mojokerto di Stadion Gelora Bumi Kartini pada 13 April lalu.

Sekitar dua pekan setelah laga itu, atau pada awal Mei, Persijap bagai diterjang badai. Empat pemain berpengalaman, Andik Rahmat, Lucky Octavianto, Yuda Riski, dan Ali Irawan, memutuskan hengkang. Pondasi yang sudah cukup kuat pun goyah. Nahasnya, itu terjadi dua hari menjelang laga uji coba menjamu Lampung Sakti FC. Alhasil, dengan kondisi tim, pertandingan melawan sesama kontestan tim Liga 3 itu berakhir dengan skor kacamata.  

KERJA KERAS: Presiden Persijap Esti Puji Lestari musim ini bertekad membawa Persijap menjadi lebih baik dari musim sebelumnya.

KERJA KERAS: Presiden Persijap Esti Puji Lestari musim ini bertekad membawa Persijap menjadi lebih baik dari musim sebelumnya. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Sejak kehilangan pemain-pemain penting itu, Persijap pun tampak kesulitan mencari pengganti. Salah satunya terlihat di dua laga uji coba berikutnya, melawan tim yang sama: PSCS Cilacap. Pada laga yang digelar di Stadion Wijayakusuma Cilacap 13 Mei lalu, mereka kalah besar 4-1. Ketika gantian menjamu di Jepara pada 8 Juni lalu, Persijap juga takluk 0-2.  

Setelah hasil yang cukup mengecewakan itu, tim pelatih beserta manajemen pun berusaha memperbaiki skuad. Hingga menjelang Lebaran, tim pelatih bekerja keras untuk mendatangkan pemain guna melengkapi skuad. Agar usai libur Lebaran,  pemain bisa langsung menjalani pemantapan tim menyongsong bergulirnya Piala Indonesia serta Liga 3 putaran nasional.

Pada pembagian zona Piala Indonesia, Persijap berada di zona 7 dan akan menghadapi Persip Pekalongan di babak 128 besar pada 14 Juli mendatang. Persijap wajib memenangkan setiap laga untuk melaju ke fase berikutnya, mengingat kompetisi ini menggungkan sistem KO.

Manajer Persijap Saadi mengungkapkan, semua pemain yang masuk di line up Persijap kala menjamu PSCS pada 8 Juni lalu sudah dikontrak. Melihat daftar pemain, ada 22 penggawa yang diikutkan di laga itu.

”Sudah dikontrak semua,” kata dia singkat.

Dari pihak tim pelatih, asisten pelatih kepala Anjar Jambore Wibowo menyebut, Persijap masih butuh sekitar empat pemain untuk sejumlah posisi. Di antaranya bek kanan dan gelandang. Sebab, stok pemain untuk posisi itu cukup minim menyusul hengkangnya beberapa penggawa beberapa waktu lalu.

”Finishing masih kurang. Di laga uji coba terakhir, kami akui tim tamu lebih bisa memanfaatkan peluang. Untuk pemain, kami memang masih butuh di beberapa posisi,” ungkap dia. 

TERUS BERBENAH: Pelatih asal Jerman Patrick Ghigani dituntut bekerja keras untuk hasil yang lebih baik bagi Persijap.

TERUS BERBENAH: Pelatih asal Jerman Patrick Ghigani dituntut bekerja keras untuk hasil yang lebih baik bagi Persijap. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Saat Persijap sudah sangat sibuk dengan berbagai agenda, Persipur justru masih ’’tertidur” hingga setidaknya menjelang Lebaran. Setelah wafatnya manajer Persipur musim lalu, Budi Susilo, pada awal Maret, skuad berjuluk Laskar Petir itu seperti kehilangan seorang “bapak”.

Sejumlah pihak seolah saling lempar tanggung jawab, yang pada akhirnya menyerahkan nasib skuad tim Kota Swike itu ke tangan Bupati Sri Sumarni. Terlebih, dalam struktur manajemen, bupati menjabat sebagai ketua umum.

Setiawan Joko, mantan manajer Persipur mengaku sudah tidak mengurusi tim yang bermarkas di Stadion Krida Purwodadi itu. Dia justru menyebut nama M Nurwibowo yang merupakan ketua Askab PSSI Purwodadi.

”Ke Pak Bowo saja. Saya tidak tahu persiapannya. Saya sudah nggak mengurus,” kata Joko.

Sementara itu, M Nurwibowo mengungkapkan, dirinya sudah tidak lagi menjadi bagian dari Persipur. Dia menyarankan wartawan koran ini untuk menghubungi Setiawan Joko hingga Icek Baskoro.

Adapun Icek Baskoro ketika dikonfirmasi mengaku tidak mengikuti perkembangan Persipur sudah sejak 3-4 tahun lalu. Dia hanya memberi informasi, Persipur juga menjadi tanggung jawab bupati.

”Saya sudah tidak tahu. Sepertinya dulu diserahkan kepada bupati. Atau ke Pak Nurwibowo saja,” kata dia.

Melihat tahun-tahun yang sudah lalu, Persipur memang memiliki kebiasaan bersiap mepet. Di musim lalu misalnya. Beberapa hari menjalang kickoff laga perdana Liga 2, tim pelatih masih sibuk mencari pemain. Ketika itu, sang pelatih Wahyu Teguh bahkan berharap kompetisi diundur agar mendapatkan pemain yang sesuai harapan.

SKUAD MUSIM LALU: Persipur hingga kini belum bersiap untuk mengarungi kompetisi Liga 3 putaran nasional.

SKUAD MUSIM LALU: Persipur hingga kini belum bersiap untuk mengarungi kompetisi Liga 3 putaran nasional. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Selain Persipur dan Persijap, dua tim lain yang berada satu grup adalah Persatu Tuban dan Persiba Bantul. Bagaimana persiapan mereka?

Hingga akhir Mei lalu, Persatu Tuban setidaknya sudah memiliki 16 penggawa untuk mengarungi kompetisi Liga 3 nasional serta Piala Indonesia. Dari belasan nama itu, lima di antaranya merupakan mantan penggawa timnas U-19.

Kelima pemain itu yakni bek Septian Linggar, striker Fajar Hady Mulyo, bek kiri Singgih Pribadi, gelandang Muzakki, dan mantan penyerang PON Jatim M Aisy Budi. Sementara, sebagian pemain lain yakni pemain yang musim lalu membela Persatu di Liga 2. Di antaranya Danu Rosade, Edy Winarno, Bima Boy Asmara, Syahrur Ramadani, dan kiper Wirorejo. Juga ada tiga mantan penggawa Bumi Wali FC yang dipromosikan ke skuad Persatu. Yakni Nuril Mubin, Achmad Robach, dan Adi Mustofa. 

Persatu memiliki tim pelatih yang diisi antara lain Edy Sutrisno dan Suparji Karjan. Sejumlah uji coba dengan tim lokal juga sudah beberapa kali digelar di Stadion Loka Jaya Tuban untuk semakin mempersiapkan diri.

Sementara itu, Persiba Bantul yang musim lalu menjadi kontestan Liga 2 yang paling susah mendapat kemenangan, musim ini tampaknya banyak berbenah. Sejak menunjuk pelatih kepala Suwandi HS pada akhir Maret lalu, seleksi pemain langsung digelar.

Setelah mendapatkan sejumlah pemain yang beberapa di antaranya adalah penggawa musim lalu, tim pealtih pun segera menggelar laga uji coba. Selain melawan tim lokal seperti PS Munthuk, Laskar Sultan Agung juga menjajal kekuatan tim seperti PSCS Cilacap dan Persibangga Purbalingga.

Melawan tim PS Munthuk, Persiba menang 2-0. Namun tim yang diperkuat pemain andalan musim lalu Slamet Widodo itu kesulitan meladeni tim PSCS Cilacap dengan kekalahan 0-1 di Stadion Wijayakusuma Cilacap. Di uji coba terakhir sebelum Lebaran, tim pelatih bisa cukup bernapas lega dengan kemenangan tim asuhannya 3-1 atas Persibangga. 

(ks/ful/aji/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia