Sabtu, 21 Jul 2018
radarkudus
icon featured
Kudus

Jangan Lewatkan! Tradisi Bulusan Digelar Dua Hari, Ini Lokasinya

Kamis, 21 Jun 2018 09:44 | editor : Ali Mustofa

BERLANGSUNG DUA HARI: Warga setempat melakukan persiapan untuk menyambut tradisi bulusan kemarin.

BERLANGSUNG DUA HARI: Warga setempat melakukan persiapan untuk menyambut tradisi bulusan kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

JEKULO – Panitia memiliki konsep berbeda dalam penyelenggaraan tradisi bulusan tahun ini. Tradisi ini akan digelar selama dua hari, Kamis (21/6) dan Jumat (22/6). Selain itu juga akan ada dua maskot baru.

Panitia Diki Firmansyah membenarkan hal tersebut. Konsep baru yang ditawarkan merupakan wujud penyesuaian zaman. Juga diharapkan akan semakin menambah daya tarik bagi masyarakat.

”Saat kirab nanti, dua maskot tersebut akan diarak dengan kereta kencana. Kali ini kami juga menggelar lomba rebana se-Kabupaten Kudus yang akan dilaksanakan besok (hari ini, Red),” katanya.

Selain itu, pihaknya juga mengadakan lomba gunungan yang diikuti 9 RT di wilayah tersebut. Pihaknya mengaku, penyelenggaraan tradisi bulusan kali ini memang lebih banyak melibatkan masyarakat sekitar.

”Kami sudah mulai melakukan persiapan pada pertengahan Ramadan kemarin. Panitia tak lagi lewat lelang tender. Sekarang semuanya dipegang oleh masyarakat sekitar sendiri. Dengan dibantu oleh organisasi pemuda dan pokdarwis yang belum lama ini terbentuk,” jelasnya.

Terkait rute kirab, pria yang akrab disapa Diki itu mengaku tak ada perubahan. Start tetap dari depan SD 4 Hadipolo hingga ke lokasi yang berada di RT 5/RW 5 Dukuh Sumber.

Sementara itu, Ketua Forum Peduli Kemaslahatan Masyarakat Nor Rohman mengungkapkan,  pada tradisi bulusan tahun ini juga disiapkan bendungan baru. Pihaknya bersama masyarakat sekitar membangun kembali yang sempat terbengkalai.

”Bendungan yang dibangun sekitar tahun 80-an itu masih ada sisa pondasi. Nah itu kami bangun kembali agar bisa tertata rapi dan tampak indah,” ungkapnya.

Pada sumber yang sudah dibangun bendungan baru tersebut disebar 1.500 bibit ikan nila merah. Selain itu juga akan ditambah jumlah bulus selain bulus yang dikeramatkan.

”Sementara ini bulus masih kami karantina di bak yang ada di sebelahnya. Sebelum dilepaskan ke sumber, kami ingin melakukan penataan lingkungan dulu. Mulai dari mengedukasi masyarakat untuk peduli lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan,” ucapnya.

Pihaknya ingin daerahnya tersebut tak hanya ramai saat musim Lebaran. Diresmikannya pasar bulusan pada Jumat (13/4) lalu membuatnya senang. Ia berharap hal tersebut akan semakin menggeliatkan kehidupan ekonomi masyarakat sekitar.

”Pasar yang berlokasi di dekat masjid itu buka setiap sore hari hingga malam. Saat ini kami sudah mempromosikan lontong bulusan sebagai ciri khas wisata di sini,” tukasnya.

(ks/daf/don/aji/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia