Kamis, 19 Jul 2018
radarkudus
icon featured
Sportainment

Diah Ayu Novita Yosri Saputri, Petenis Pati Berprestasi Internasional

Habiskan Dua Liter Susu Sehari

Selasa, 22 May 2018 07:00 | editor : Panji Atmoko

HARUMKAN DAERAH: Diah Ayu Novita Yosri Saputri saat mengikuti turnamen belum lama ini.

HARUMKAN DAERAH: Diah Ayu Novita Yosri Saputri saat mengikuti turnamen belum lama ini. (DOK. PRIBADI)

Kecintaan Diah Ayu Novita Yosri Saputri terhadap tenis berbuah manis. Dia bisa mengikuti turnamen tingkat internasional. Sebab, dia menjadi salah satu dari tiga wakil Indonesia di ITF World Junior Tennis Competition, ITF Asia 14, dan Under Development Championship 2018.

 

WISNU AJI, Pati

 

RASA lelah masih menghinggapi Diah Ayu Novita Yosri Saputri pada Minggu malam (20/5). Dia baru menempuh perjalanan jauh. Sebab, dia usai mengikuti turnamen tenis di Bangkok, Thailand, pada 7 – 20 Mei.

Dia merupakan salah satu atlet Jateng yang dipilih PB Pelti mengikuti turnamen internasional. Dia berangkat bersama dua rekan lainnya. Yaitu, Samantha Edison (Jawa Barat) dan Komang Gina Kusuma (Bali).

Dua bulan terakhir ini dia mengikuti ITF World Junior Tennis Competition. Tepatnya pada April lalu. Di bulan ini dia mengikuti ITF Asia 14 dan Under Development Championship 2018.

Tidak berhenti di situ, usai ujian sekolah di Mei ini, masih ada jadwal beruntun yang masih dilalui. Terdekat dia akan tampil pada turnamen di Bali dan Solo. Perjuangannya masih panjang untuk terus mengharumkan Indonesia.

Atlet kelahiran Pati, 9 November 2004 ini mengaku mulai serius di tenis sejak duduk di bangku TK. Kala itu orang tuanya kerap mengajak ke lapangan. Akhirnya ia jadi suka pegang raket.

Dari situ anak pasangan Suyoko dan Dahlia Hadi Riani ini rutin latihan. Dia latihan di Margoyoso, Pati, dekat tempat tinggalnya. Di level awal diajari ayahnya. Setelah itu, dia ikut klub.

”Begitu ada bakat, saya dicarikan pelatih sama ayah di wilayah Tayu. Jadi setiap latihan diantar ke lokasi latihan, setiap Minggu, Selasa, dan Jumat,” kenang pelajar kelas VIII SMPN 1 Margoyoso ini.

Kemauan keras latihan terjadi sejak 2009. Kemampuannya semakin terasah. Ini dapat terlihat dari pegang raket maupun ayunannya. Ini berjalan sampai kelas VI SD. Akhirnya di SMP gabung di klub besar.

”Kebetulan saat masuk SMP saya diikutkan orang tua di klub di Kudus. Dengan pelatih Terry Sugianti dan Enrico Satria,” terang warga RT 1 RW 2, Desa Cebolek Kidul, Kecamatan Margoyoso, Pati ini.

Pilihannya tidak salah. Ketika masih umur 10, 12, dan 14 tahun, dia kerap memborong peringkat pertama nasional. Dari peringkat 10 besar nasional, diambil tiga orang. Dia pun berkesempatan diberangkatkan ke Bangkok, Thailand. Dia diasah selama dua bulan. Masing-masing dua pekan (beregu dan tunggal).

Dia terjun di ITF World Junior Tennis Competition (ITF Team Championship For Girls U-14) pada 2-7 April. Lalu, ITF Asia 14 and Under Development Championship 2018 pada 7- 19 Mei.

”Di sana saya masing-masing dua pekan. Untuk Mei memang berat, sebab tidak hanya cuaca terik, namun bertemu banyak negara,” ujarnya.

Dia bertemu dengan perwakilan dari 16 negara. Untuk tampil khusus hampir setiap hari ikuti latihan secara intensif. Terlebih masuk Ramadan. Salah satunya menjaga pola makan dan minum. Khususnya, memperbanyak minum susu. Sehari dia habis dua liter.

Kemudian, dukungan dari kedua orang dan terakhir pelatih. 

(ks/noe/ris/aji/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia