Senin, 23 Jul 2018
radarkudus
icon featured
Politik

Sempat Tarik Ulur, Suara PKB Kudus Akhirnya ke Tamzil-Hartopo

Senin, 08 Jan 2018 17:47 | editor : Panji Atmoko

HIJAUKAN KUDUS: Pengurus DPC PKB Kudus mendeklarasikan pasangan bacabup dan bacawabup Kudus M. Tamzil dan Hartopo yang diusung di Gedung DPC PKB Kudus kemarin.

HIJAUKAN KUDUS: Pengurus DPC PKB Kudus mendeklarasikan pasangan bacabup dan bacawabup Kudus M. Tamzil dan Hartopo yang diusung di Gedung DPC PKB Kudus kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

KUDUS - Rekomendasi bacabup-bacawabup dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke M. Tamzil-Hartopo di luar dugaan. Sebab, banyak yang meragukan bupati Kudus periode 2003-2008 itu bisa memperoleh dukungan dari partai hijau.

Terlebih, Ketua DPC PKB Kudus Ilwani sering menegaskan bakal berkoalisi dengan PDIP. PKB bakal usung paslon Masan-Noor Yasin (An-Noor).

”Ini keputusan dari DPP. Kami dari DPC hanya menjalankan amanah DPP. Yakni memenangkan pasangan Tamzil-Hartopo,” kata Ilwani dalam jumpa pers penyerahan rekomendasi DPC PKB Kudus kemarin.

Ilwani menambahkan, mengusung M. Tamzil ini sesuai Surat Keputusan DPP PKB No. 25294/DPD-03/VI/A.1/I/2018 tentang Penetapan M. Tamzil dan Hartopo sebagai pasangan calon dari PKB. Tidak adanya kader PKB yang diusung, tegasnya, bukan karena tidak ada yang mampu. Melainkan melaksanakan perintah dari DPP.

Perjuangan Tamzil memperoleh dukungan PKB tidak mudah. Banyak saingannya. Hampir semua bakal calon mengincar rekomendasi partai besutan Muhaimin Iskandar itu. Maklum, PKB sangat seksi. Memiliki enam kursi di DPRD. Tinggal mencari tiga kursi lagi sudah bisa mencalonkan bupati dan wabup. Karena syarat daftar cabup-cawabup minimal sembilan kursi.

Tamzil menjadi pendaftar terakhir saat penjaringan bakal calon di partai tersebut. Dia resmi mengembalikan formulir pendaftaran pada 10 September silam. Sebelumnya, ada 11 pendaftar. Namun yang mengembalikan formulir hanya separonya. Di antaranya, Umar Ali, Sri Hartini, Kharirotus Sa’adah, Jhoni Raharjo, Ilwani, dan M. Tamzil.

Bacabup Masan juga mengincar PKB. Namun, saat datang bukan untuk mendaftar, melainkan mengajak koalisi. Sebab, Masan sudah diusung PDIP. Sementara PDIP sudah bisa mencalonkan cabup sendiri.

Sejak September hingga Desember lalu, bola terus bergulir. Klaim partai terjadi di sana-sini. Termasuk dari PKB. Yang mengagetkan komentar dari Ketua DPC PKB Kudus Ilwani. ”Arah koalisi (PKB) dengan PDIP cukup jelas. Sudah ada komunikasi mulai tingkat DPC, DPW, sampai DPP,” kata Ilwani dalam suatu kesempatan.

Dari PDIP juga sudah menyambut baik rencana koalisi tersebut. Hal ini sekaligus menutup rivalnya alias Tamzil untuk maju di Pilbup Kudus. Sebab, dari perkembangan yang ada waktu itu, Tamzil baru didukung Partai Hanura tiga kursi dan Partai Bulan Bintang (PBB) satu kursi. Masih kurang lima kursi untuk nyalon. PKB jalan satu-satunya yang bisa mengantarkannya ke KPU.

Mendengar klaim itu, Tamzil bergeming. Dia tidak khawatir dengan perkataan ketua DPC PKB maupun pengurus PDIP. ”Mas sudah tahu saya kan? Saya sudah berkali-kali mengikuti pilkada. Jangan ragukan saya,” kata Tamzil kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Dia juga menegaskan, itu hanya klaim. Sebab, saat itu hampir semua bakal calon belum memegang rekomendasi secara riil. Tamzil pun tahu, kewenangan rekomendasi ada di DPP. Dia juga paham bagaimana karakteristik di PKB.

Selama ini PKB menjatuhkan rekomendasi dalam pilkada biasanya mepet saat pendaftaran. Calon yang didukung tidak harus dari kader sendiri. Bisa siapa saja. Tamzil tahu itu. Dia tetap berpedoman kepada DPP PKB. Hingga akhir Desember belum ada rekom turun.

Kamis (4/1) lalu rekomendasi juga masih belum turun. Beberapa paslon masih mengklaim didukung PKB. Termasuk, Sri Hartini. ”Ini saya lagi sama DPP PKB. Rekomendasinya masih belum turun. Saya masih mengincarnya,” kata Sri Hartini Kamis sore (4/1) lalu.

Hari itu Tamzil berstatemen akan mendaftar ke KPU pada 10 Januari mendatang. Padahal, rekomendasi belum ada yang turun. ”Saya akan beri kejutan pada 10 Januari,” kata Tamzil.

Benar saja, kemarin DPC PKB mengumumkan rekomendasi. Jatuhnya ke Tamzil dan Hartopo. ”Pak Tamzil ini sudah menjadi kader PKB. Bukan orang lain. Beberapa waktu lalu juga sudah mengikuti diklat. Termasuk hari ini (kemarin, Red) sudah membawa pakaian PKB,” kata Ilwani sambil menunjukkan jaket PKB yang dikenakan Tamzil.

Sementara itu, pendamping Bakal Calon Bupati Kudus Sri Hartini telah mengerucut. Politisi Partai Gerindra ini menggandeng anggota DPRD Kudus Setia Budi Wibowo atau Mas Bowo. Hal ini sudah terlihat di media sosial milik Sahabat Sri Hartini. Muncul desain bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Sri Hartini - Setia Budi Wibowo.

Bakal pasangan calon ini diperkirakan sudah memenuhi syarat minimal, sembilan kursi di DPRD Kudus. Partai Gerindra memiliki lima kursi dan PKS memiliki empat kursi.

Politikus PKS Setia Budi Wibowo saat dikonfirmasi kabar kepastian duet tersebut tidak mengiyakan dan tidak membantahnya. "Positif atau tidaknya, nanti kalau sudah pendaftaran ke KPU Kudus," kata ketua Komisi D DPRD Kudus. 

Pihaknya sampai sekarang belum menentukan ada deklarasi atau tidak bila menjadi pasangan Sri Hartini. Namun, internal PKS sejak awal sepakat mengusung kadernya sebagai bakal calon wakil bupati.

(ks/mal/lis/lil/don/ris/aji/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia