Sabtu, 21 Jul 2018
radarkudus
icon featured
Rembang

Disowani Hariyanto Arbi, Gus Mus Mengaku Punya Smash ‘Geledek’

Senin, 11 Dec 2017 10:00 | editor : Ali Mustofa

GAYENG: KH Musthofa Bisri menyambut hangat legenda bulu tangkis nasional Haryanto Arbi yang sowan di kediamannya kemarin.

GAYENG: KH Musthofa Bisri menyambut hangat legenda bulu tangkis nasional Haryanto Arbi yang sowan di kediamannya kemarin. (HARIYANTO ARBI FOR RADAR KUDUS)

REMBANG – Legenda bulutangkis nasional, Hariyanto Arbi mengunjungi ulama kharismatik asal Rembang, KH Musthofa Bisri, kemarin. Ditemani Ketua Umum GP Anshor Yaqut Cholil Choumas (Gus Tutut) serta para kader Anshor lainnya, Hariyanto berkesempatan berbincang dan mendengarkan nasehat dari pengasuh Ponpes Raudlatut Thalibin tersebut.

Menurut Hariyanto Arbi, kunjungannya tersebut dalam rangka silaturahmi biasa. Sebagai ulama kharismatik, Gus Mus dikenal sebagai tokoh nasional yang sangat menghormati perbedaan dan menjunjung tinggi toleransi. ”Iya banyak nasehat dan petuah beliau yang meresap di diri saya,” kata pebulutangkis yang dijuluki sebagai ‘smash 100 watt’ tersebut.

Hariyanto juga menceritakan kalau pertemuan tersebut berlangsung cukup gayeng. Dalam perbincangannya,  Gus Mus (panggilan akrab KH Musthofa Bisri) bercerita banyak soal olahraga. Bahkan, Gus Mus mengaku juga merupakan pemain bulutangkis saat menjadi mahasiswa di Mesir.

”Beliau ternyata dulu jagoan bulutangkis waktu di Mesir dan punya smash ‘geledek’. Pernah juara II saat turnamen antar mahasiswa di Mesir,” kata pria yang kini terjun di dunia politik sebagai caleg Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut.

Yang cukup menggelikan, ada cerita unik di balik predikat juara II yang diraih Gus Mus tersebut. Di partai final, Gus Mus sengaja mengalah karena lawannya adalah anak duta besar Indonesia untuk Mesir.

Dalam kesempatan tersebut, Hariyanto juga menghadiahi Gus Mus dengan kostum  badminton produksi perusahaan yang dipimpinnya, flypower dengan bertuliskan Gus Mus, Indonesia. Hariyanto mengaku kalau kostum tersebut sebagai penghargaan dirinya kepada Gus Mus yang sudah dianggapnya sebagai bapak bangsa.

Sebelum sowan ke Gus Mus, Hariyanto juga berkesempatan hadir dalam acara Pelatihan Kepemimpinan Nasional dan Latihan Instruktur yang digelar PP GP Anshor dengan tema ‘Yang Waras Jangan Mau Ngalah’. Dalam acara tersebut, Hariyanto turut menjadi pembicara bersama Gubernur Ganjar Pranowo, serta politisi muda PSI Tsamara Amani.

Tema tersebut sebagai bentuk penegasan sikap Ansor yang tidak akan tinggal diam ketika ada pihak-pihak tertentu yang berusaha mengganggu dan merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia.

(ks/lil/ali/top/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia