Makassar — Pelaksanaan Uji Kompetensi TKA di UPT SPF SDI Kassi Makassar resmi dimulai pada Senin (9/2/2026).
Pada hari pertama pelaksanaan, sekolah menguji kemampuan peserta didik pada mata pelajaran Matematika. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh pihak sekolah.
Uji Kompetensi TKA ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari berturut-turut. Setelah Matematika di hari pertama, mata pelajaran Bahasa Indonesia akan diujikan pada hari berikutnya.
Pelaksanaan ujian menjadi bagian dari agenda evaluasi pembelajaran yang rutin dilakukan untuk memetakan capaian kompetensi siswa di tingkat sekolah dasar.
Sebanyak 69 peserta didik mengikuti ujian tersebut. Mereka berasal dari kelas 3 A, 3 B, dan 3 C. Sejak pagi hari, para siswa telah hadir di lingkungan sekolah dengan didampingi guru kelas masing-masing.
Suasana ujian tampak kondusif, dengan pengaturan ruang yang tertib dan pengawasan yang berjalan optimal.
Pengawasan selama ujian dilakukan langsung oleh guru-guru yang telah ditugaskan. Mereka memastikan proses pengerjaan soal berjalan sesuai aturan, tanpa gangguan, serta tetap mengedepankan suasana yang nyaman bagi peserta didik.
Adapun guru pengawas yang terlibat antara lain Muhammad Nur Alim, S.Pd, Andi Nur Aida, S.Pd., M.Pd, dan Adnan, S.Pd.
Kepala UPT SPF SDI Kassi Makassar, Sukmawati, S.Pd, menyampaikan bahwa pelaksanaan Uji Kompetensi TKA hari pertama berjalan lancar dan sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya.
Menurutnya, kesiapan seluruh unsur sekolah menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, pelaksanaan Uji Kompetensi TKA di hari pertama berjalan tertib dan kondusif. Ini berkat kerja sama yang baik antara panitia, guru, dan peserta didik,” ujar Sukmawati.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para guru yang telah mempersiapkan pelaksanaan ujian dengan matang, mulai dari penyusunan jadwal, pengaturan ruang ujian, hingga pengawasan selama kegiatan berlangsung.
Selain itu, Sukmawati menilai sikap disiplin para siswa turut mendukung terciptanya suasana ujian yang tenang dan teratur.
Lebih lanjut, Sukmawati menjelaskan bahwa Uji Kompetensi TKA memiliki peran strategis dalam dunia pendidikan dasar.
Melalui kegiatan ini, sekolah dapat mengukur sejauh mana pemahaman peserta didik terhadap materi yang telah diajarkan, khususnya pada mata pelajaran inti seperti Matematika dan Bahasa Indonesia.
“Uji kompetensi ini bukan sekadar penilaian hasil belajar, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi sekolah dan guru. Dari hasil ujian, kami bisa melihat bagian mana yang perlu ditingkatkan dalam proses pembelajaran,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa hasil Uji Kompetensi TKA akan menjadi dasar bagi sekolah dalam merancang program pembelajaran selanjutnya. Dengan data yang diperoleh, guru dapat melakukan perbaikan metode mengajar agar lebih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan siswa.
Selain fokus pada aspek akademik, pihak sekolah juga menekankan pentingnya pembentukan karakter selama pelaksanaan ujian. Sejak awal, siswa diingatkan untuk menjunjung tinggi nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab dalam mengerjakan soal.
Menurut Sukmawati, nilai-nilai tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan. Ia berharap, melalui pelaksanaan ujian yang jujur dan tertib, hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kemampuan asli masing-masing peserta didik.
“Kejujuran adalah hal utama. Kami ingin anak-anak belajar bertanggung jawab terhadap hasil kerjanya sendiri,” tegasnya.
Sementara itu, suasana di lingkungan sekolah selama pelaksanaan ujian terlihat cukup tenang. Guru dan staf sekolah memastikan tidak ada aktivitas yang dapat mengganggu konsentrasi siswa. Pengaturan waktu dan alur keluar-masuk ruang ujian dilakukan dengan baik, sehingga kegiatan berjalan efisien.
Diketahui, Uji Kompetensi TKA merupakan salah satu program evaluasi pembelajaran yang secara rutin dilaksanakan di tingkat sekolah dasar. Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas lulusan sejak jenjang awal.
Melalui evaluasi yang terukur, sekolah diharapkan mampu mengidentifikasi potensi serta kendala yang dihadapi peserta didik dalam proses belajar. Dengan demikian, langkah perbaikan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.
Pihak sekolah berharap, pelaksanaan Uji Kompetensi TKA tidak hanya menjadi ajang penilaian semata, tetapi juga dapat memotivasi peserta didik untuk lebih giat belajar. Dengan semangat belajar yang tinggi, diharapkan prestasi akademik siswa dapat terus meningkat ke depannya.
“Harapan kami, anak-anak semakin termotivasi untuk belajar dan percaya diri menghadapi setiap proses evaluasi. Ini semua demi masa depan pendidikan mereka,” pungkas Sukmawati.
Pelaksanaan Uji Kompetensi TKA di UPT SPF SDI Kassi Makassar pun dijadwalkan berlanjut ke hari kedua dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pihak sekolah optimistis, pelaksanaan ujian selanjutnya dapat berjalan sama lancar dan tertib seperti hari pertama.
Editor : Mahendra Aditya