Untuk membentuk SDM yang berkualitas, dibutuhkan tenaga pendidik yang siap mengajar dan mendidik melalui pembelajaran abad 21. Tentunya diharuskan relevan dengan perkembangan Era Revolusi Industri 4.0.
Pada abad 21 ini, banyak tantangan yang harus dihadapi para pendidik dan tenaga kependidikan, sehingga banyak pula persiapan yang perlu dilakukan untuk dapat beradaptasi dengan kemajuan zaman dan tuntutan di dunia pendidikan.
Tantangan yang harus dihadapi para peserta didik adalah mempunyai keterampilan abad 21. Yaitu enam literasi dasar (literasi baca tulis, literasi digital, literasi sains, literasi numerasi, literasi finansial, serta literasi budaya dan kewargaan), penguatan nilai-nilai karakter, pembelajaran yang dibekali dengan HOTS (Higher Order Thinking Skills), dan 4C (critical thinking, creativity, collaboration, and communication).
Bagaimana hal itu bisa terwujud? Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah perbaikan dalam menyampaikan mata pelajaran kepada peserta didik. Kebutuhan dan tuntutan peserta didik saat ini sangat berbeda dengan saat terdahulu. Saat ini dan akan datang, peserta didik sangat tertarik dengan kemajuan teknologi dan informasi. Hal ini dapat memotivasi peserta didik untuk dapat belajar dan menumbuhkan rasa ingin tahu.
Dalam suasana yang demikian tersebut, maka mempertahankan mindset zona nyaman menjadi tidak relevan lagi. Pendidik tidak boleh stagnan, tetapi harus terus upgrade diri. Pendidik adalah ujung tombak dari pelaksana pendidikan yang diharapkan mampu melahirkan generasi milenial yang mampu bersaing dalam kancah internasional.
Semua harus berani meninggalkan zona nyaman untuk keluar menantang perubahan yang terjadi. Hanya orang yang berani menantang risiko dan ingin maju yang berani melepaskan zona nyaman. Pendidik yang berani keluar dari zona nyaman akan terus meningkatkan kapasitas diri. Pada akhirnya akan mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang memberikan kecakapan abad ke-21.
Pembelajaran di era sekarang bertujuan membuat siswa lebih interaktif dan belajar sesuai degan kemampuannya dengan pembelajaran yang menggunakan media interaktif, sehingga siswa dapat mengontrol jalannya atau alurnya belajar. Nah, salah satu cara membuat media interaktif di mana siswa bisa mengatur alur belajarnya sendiri adalah hypermedia iSpring.
Apa sih hypermedia iSpring? iSpring merupakan add-ins Power Point, sehingga membuat Power Point menjadi lebih interaktif karena berbasis flash. Sebagai add-ins Power Point sudah barang tentu cara penggunaannya akan lebih mudah dibandingkan dengan aplikasi-aplikasi pembuatan media interaktif lain.
Dikembangkan untuk mendukung pembelajaran dengan e-learning LMS (learning management system). Hypermedia iSpring Presenter dapat menyisipkan berbagai bentuk media, sehingga media pembelajaran yang dihasilkan akan lebih menarik. Di antaranya dapat merekam dan sinkronisasi video presenter, menambahkan flash dan video Youtube, mengimpor atau merekam audio, menambahkan informasi pembuat presentasi membuat kuis atau evaluasi pembelajaran, serta membuat navigasi dan desain yang unik.
Hypermedia iSpring juga mudah didistribusikan dalam format flash yang dapat digunakan di mana pun dan dioptimalkan untuk web. Selain itu, juga iSpring dapat membuat kuis dengan berbagai jenis pertanyaan atau soal. Meliputi, true false, multiple choice, multiple response, type in, matching, sequence, numeric, fill in the blank, dan multiple choice text.
Aplikasi iSpring memberikan begitu banyak pilihan bagi tenaga pengajar dalam membangun sebuah e-learning berbasis online atau offline dengan memanfaatkan aplikasi presentasi Microsoft Power Point. iSpring juga dapat dipublish menjadi html 5 dan android, sehingga mudah dimanfaatkan bagi siswa.
Aplikasi iSpring adalah software yang mampu memfasilitasi pendidik untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif yang dapat meningkatkan kualitas belajar peserta didik menjadi lebih baik. (*) Editor : Ali Mustofa