alexametrics
29.7 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

SD dan SMP di Kudus Dapat Kucuran Dana Rp 38 Miliar

KUDUS Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) pusat 2022 senilai Rp 38 miliar. Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk menunjang fasilitas digitalisasi pendidikan.

Kepala Disdikpora Kudus Harjuna Widada melalui Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) M. Zubaedi mengatakan, DAK diprioritaskan untuk menunjang sarana dan prasarana digitalisasi pendidikan. Terutama untuk pelaksanaan asesmen nasional berbasis komputer (ANBK). Selain itu, anggaran tersebut juga untuk fisik pembangunan laboratorium sekolah.

”Dari Rp 38 miliar DAK 2022, Rp 34 miliar untuk pengadaan laptop Chromebook. Sisanya untuk pembangunan fisik di tiga SD dan dua SMP, seperti laboratorium TIK hingga perbaikan kelas,” jelasnya.


Dia menjelaskan, Pengadaan sarpras digitalisasi pendidikan seperti laptop Chromebook itu, untuk 294 SD di Kudus. Laptop jenis itu, menggunakan operating system Chrome OS.

Rencananya, satu sekolahan akan mendapatkan alokasi sekitar 20 laptop. Ke depan, bisa untuk menunjang pembelajaran digital, karena selama ini masih ada SD yang belum memiliki fasilitas penunjang itu. Selama ini mereka masih pinjam atau bergabung dengan sekolah lain.

Baca Juga :  Rembang Kini Punya Satgas Covid-19 Pelajar, Ini Tugas Utamanya

Kasi Sarpras Anggun Nugroho menambahkan, untuk dua SMP yang menerima DAK 2022 yakni SMP 1 Dawe dan SMP 2 Jekulo. Di sekolah itu, diperuntukkan pembangunan fisik media pembelajaran, seperti laboratorium IPA dan TIK. Biasanya plus isi penunjang laboratorium.

”Anggaran APBD murni 2022 nanti fokus pada rehab kelas, jamban, dan perbaikan pagar. Perolehan DAK pusat tahun depan paling tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Yang hanya dapat kisaran Rp 20 miliar,” ungkapnya.

Ia menambahkan, perolehan DAK tahun depan terbilang cukup besar dibanding tahun sebelumnya. Hanya kisaran Rp 20 miliar. ”Ada beberapa untuk rehab kelas, tapi jumlahnya sedikit. Lebih fokus pengadaan perlengkapan IT,” imbuhnya. (lin)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) pusat 2022 senilai Rp 38 miliar. Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk menunjang fasilitas digitalisasi pendidikan.

Kepala Disdikpora Kudus Harjuna Widada melalui Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) M. Zubaedi mengatakan, DAK diprioritaskan untuk menunjang sarana dan prasarana digitalisasi pendidikan. Terutama untuk pelaksanaan asesmen nasional berbasis komputer (ANBK). Selain itu, anggaran tersebut juga untuk fisik pembangunan laboratorium sekolah.

”Dari Rp 38 miliar DAK 2022, Rp 34 miliar untuk pengadaan laptop Chromebook. Sisanya untuk pembangunan fisik di tiga SD dan dua SMP, seperti laboratorium TIK hingga perbaikan kelas,” jelasnya.

Dia menjelaskan, Pengadaan sarpras digitalisasi pendidikan seperti laptop Chromebook itu, untuk 294 SD di Kudus. Laptop jenis itu, menggunakan operating system Chrome OS.

Rencananya, satu sekolahan akan mendapatkan alokasi sekitar 20 laptop. Ke depan, bisa untuk menunjang pembelajaran digital, karena selama ini masih ada SD yang belum memiliki fasilitas penunjang itu. Selama ini mereka masih pinjam atau bergabung dengan sekolah lain.

Baca Juga :  Rembang Kini Punya Satgas Covid-19 Pelajar, Ini Tugas Utamanya

Kasi Sarpras Anggun Nugroho menambahkan, untuk dua SMP yang menerima DAK 2022 yakni SMP 1 Dawe dan SMP 2 Jekulo. Di sekolah itu, diperuntukkan pembangunan fisik media pembelajaran, seperti laboratorium IPA dan TIK. Biasanya plus isi penunjang laboratorium.

”Anggaran APBD murni 2022 nanti fokus pada rehab kelas, jamban, dan perbaikan pagar. Perolehan DAK pusat tahun depan paling tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Yang hanya dapat kisaran Rp 20 miliar,” ungkapnya.

Ia menambahkan, perolehan DAK tahun depan terbilang cukup besar dibanding tahun sebelumnya. Hanya kisaran Rp 20 miliar. ”Ada beberapa untuk rehab kelas, tapi jumlahnya sedikit. Lebih fokus pengadaan perlengkapan IT,” imbuhnya. (lin)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/