alexametrics
23.8 C
Kudus
Thursday, May 26, 2022

Ubah Ampas Tebu Jadi Peredam, MTsN 1 Pati Dapat Gold Medal Internasional

PATI – Tim riset MTsN 1 Pati kembali meraih medali emas kategori Environment dalam ajang Innovation and Invention Competition (I3C). Kompetisi riset tingkat internasional ini diselenggarakan oleh Malaysia Innovation, Invention and Creativity Association (MIICA). Para pemenang kompetisi tersebut diumumkan secara langsung oleh pihak penyelanggarasecara virtual, pada Minggu (29/11) malam.

Mereka adalah Arifianti Atiqotuz Zahro, Rindu Jenar Asmaranti, Lu’lu’ Zahira Juair, Izza Raihanun Sekarlangit, dan Diera Sarah Dzikriyah dengan judul penelitian A Compossite of Bagasse as Sound-Dampening Acoustic Material.

Lu’lu’ menjelaskan, proses pembuatan komposit ini menggunakan material berupa serat ampas tebu sebagai filler dan Polyvinyl Acetate(PVAc) sebagai matriks. Sampel dibuat dengan ketebalan yang berbeda namun memiliki perbandingan antara matriks dan filler yang tetap. Setelah pembuatan komposit selesai, kemudian dilanjutkan dengan proses pengujian yang dilakukan di Laboratorium IPA MTsN 1 Pati.


“Selain dapat mengurangi kebutuhan manusia terhadap bahan kayu dan dapat mengurangi illegal logging yang berpotensi menyebabkan bencana alam, papan komposit ini juga dapat dimanfaatkan sebagai penyerap bunyi dan mengurangi kebisingan,” imbuhnya.

Pembimbing riset Khaerul Umam menekankan kepada siswa-siswa yang tergabung dalam tim riset agar tidak mudah puas dengan prestasi yang telah diraih. “Yang terpenting bukan hasil. Tetapi proses dalam pelaksanaan riset sebagai bekal dalam berinovasi, berliterasi, kaya akan ide dan gagasan. Serta bermanfaat baik bagi masyarakat maupun lingkungan,” jelasnya.

Baca Juga :  KONI Pati Gelar Pendampingan Entry Proposal Pembinaan Cabor

Salah seorang wali siswa Juair saat dihubungi terpisah menyampaikan terimakasih kepada pihak madrasah atas penghargaan dan kepercayaan yang diberikan kepada sang anak. “Saya dan keluarga mengucapkan terimakasih atas penghargaan dan kepercayaan yang diberikan oleh madrasah kepada Lu’lu untuk menjadi bagian dari tim yang hebat,” tuturnya.

Kepala MTsN 1 Pati Ali Musyafak mengucap syukur atas perolehan medali emas pertama tingkat internasional bidang riset yang diraih oleh anak didiknya. “Berkat rahmat Allah, syafaat Rasulullah, dan karamah Waliyullah serta usaha keras dari anak-anak beserta guru pembimbingya,” ujarnya.

Perolehan medali ini juga tidak terlepas dari doa seluruh keluarga besar MTsN 1 Pati dan masyarakat. “Semoga kami bisa latihan mensyukuri agar terhindar dari azab-Nya, dan tetap rendah hati agar dekat dengan rahmat-Nya. Terimakasih untuk semuanya, Allah pasti membalas dengan yang lebih baik,” pungkas Syafak. (adr/him)

 






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Tim riset MTsN 1 Pati kembali meraih medali emas kategori Environment dalam ajang Innovation and Invention Competition (I3C). Kompetisi riset tingkat internasional ini diselenggarakan oleh Malaysia Innovation, Invention and Creativity Association (MIICA). Para pemenang kompetisi tersebut diumumkan secara langsung oleh pihak penyelanggarasecara virtual, pada Minggu (29/11) malam.

Mereka adalah Arifianti Atiqotuz Zahro, Rindu Jenar Asmaranti, Lu’lu’ Zahira Juair, Izza Raihanun Sekarlangit, dan Diera Sarah Dzikriyah dengan judul penelitian A Compossite of Bagasse as Sound-Dampening Acoustic Material.

Lu’lu’ menjelaskan, proses pembuatan komposit ini menggunakan material berupa serat ampas tebu sebagai filler dan Polyvinyl Acetate(PVAc) sebagai matriks. Sampel dibuat dengan ketebalan yang berbeda namun memiliki perbandingan antara matriks dan filler yang tetap. Setelah pembuatan komposit selesai, kemudian dilanjutkan dengan proses pengujian yang dilakukan di Laboratorium IPA MTsN 1 Pati.

“Selain dapat mengurangi kebutuhan manusia terhadap bahan kayu dan dapat mengurangi illegal logging yang berpotensi menyebabkan bencana alam, papan komposit ini juga dapat dimanfaatkan sebagai penyerap bunyi dan mengurangi kebisingan,” imbuhnya.

Pembimbing riset Khaerul Umam menekankan kepada siswa-siswa yang tergabung dalam tim riset agar tidak mudah puas dengan prestasi yang telah diraih. “Yang terpenting bukan hasil. Tetapi proses dalam pelaksanaan riset sebagai bekal dalam berinovasi, berliterasi, kaya akan ide dan gagasan. Serta bermanfaat baik bagi masyarakat maupun lingkungan,” jelasnya.

Baca Juga :  Menciptakan Situasi yang Kondusif di Lingkungan Sekolah

Salah seorang wali siswa Juair saat dihubungi terpisah menyampaikan terimakasih kepada pihak madrasah atas penghargaan dan kepercayaan yang diberikan kepada sang anak. “Saya dan keluarga mengucapkan terimakasih atas penghargaan dan kepercayaan yang diberikan oleh madrasah kepada Lu’lu untuk menjadi bagian dari tim yang hebat,” tuturnya.

Kepala MTsN 1 Pati Ali Musyafak mengucap syukur atas perolehan medali emas pertama tingkat internasional bidang riset yang diraih oleh anak didiknya. “Berkat rahmat Allah, syafaat Rasulullah, dan karamah Waliyullah serta usaha keras dari anak-anak beserta guru pembimbingya,” ujarnya.

Perolehan medali ini juga tidak terlepas dari doa seluruh keluarga besar MTsN 1 Pati dan masyarakat. “Semoga kami bisa latihan mensyukuri agar terhindar dari azab-Nya, dan tetap rendah hati agar dekat dengan rahmat-Nya. Terimakasih untuk semuanya, Allah pasti membalas dengan yang lebih baik,” pungkas Syafak. (adr/him)

 






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/