alexametrics
29.6 C
Kudus
Thursday, May 19, 2022

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi di Pendidikan Dasar

TEKNOLOGI Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan dan pengelolaan, serta penyampaian atau pemindahan informasi antar sarana/media. TIK merupakan sebuah media atau alat bantu yang dipakai untuk transfer data baik itu untuk memperoleh suatu data atau informasi maupun memberikan informasi kepada orang lain serta dapat dipakai sebagai alat komunikasi baik satu arah ataupun dua arah.

Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Indonesia mulai merambah di dunia pendidikan, diawali dengan TIK sebagai salah satu mata pelajaran khusus yang diberikan kepada siswa dari SD hingga SLTA. Kebijakan tentang penggunaan TIK di Indonesia adalah bagian dari keputusan Presiden pada tahun 2001 di bidang Telematika. Lalu, tahun 2003 undang-undang tentang sistem pendidikan nasional menyatakan bahwa TIK harus merupakan bagian dalam proses pembelajaran baik pembelajaran tatap-muka ataupun sistem pembelajaran jarak jauh (Tatang Herman dkk, 2016). Begitu pentingnya penerapan TIK dalam dunia pendidikan, sehingga sebagai pendidik, guru yang berperan mentransfer ilmu pengetahuan, mendidik, dan melatih para siswanya wajib mengikuti perkembangan TIK dan mempelajarinya agar dapat memberikan layanan terbaik bagi siswanya.

Pandemi Covid 19 menyebabkan adanya perubahan besar hampir di seluruh aspek kehidupan salah satunya pada sistem pendidikan. Perubahan sistem pendidikan menyebabkan para siswa menjadi sulit untuk menerima materi terlebih para siswa di jenjang sekolah dasar, karena pembelajaran yang biasanya dilakukan secara konvensional tatap muka berubah menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ). Adanya pembatasan sosial distancing dan fisikal distancing mengharuskan PJJ dilaksanakan secara daring dan luring dimana keduanya memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) karena pendidik dan peserta didik melaksanakan pembelajaran dilaksanakan dari rumah masing-masing. Model pembelajaran ini biasa disebut belajar dari rumah (BDR) atau school from home (SFH). Selama BDR atau SFH peranan TIK sangat penting terhadap pelaksanaan pembelajaran seperti saat ini. TIK berperan sebagai media dalam melakukan interaksi antara pendidik dan peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran daring. Selain itu TIK juga digunakan dalam memfasilitasi pendidik untuk menyampaikan materi pembelajaran sehingga pembelajaran tetap berlangsung meskipun dilakukan secara tidak tatap muka langsung.

Baca Juga :  Mendorong Anak Berpartisipasi dalam Diskusi Kelas

Peran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembelajaran di era pandemi Covid-19 sangat terasa manfaatnya karena pembelajaran dapat tetap berjalan melalui daring atau online dengan memanfaatkan internet.

Dalam pelaksaannya, keberhasilan PJJ secara daring atau online tidak hanya dipengaruhi peran teknologi internet saja, tetapi juga dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusianya (SDM). Teknologi internet tidak akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pembelajaran online jika sebagai operator atau pengguna tidak memiliki pengetahuan serta keterampilan yang baik dalam penggunaan dan pengelolaan teknologi. Dibutuhkan pemahaman dan pengetahuan yang baik mengenai pemanfaatan teknologi sehingga PJJ secara daring dan luring dapat berhasil dan tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. (*)

TEKNOLOGI Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan dan pengelolaan, serta penyampaian atau pemindahan informasi antar sarana/media. TIK merupakan sebuah media atau alat bantu yang dipakai untuk transfer data baik itu untuk memperoleh suatu data atau informasi maupun memberikan informasi kepada orang lain serta dapat dipakai sebagai alat komunikasi baik satu arah ataupun dua arah.

Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Indonesia mulai merambah di dunia pendidikan, diawali dengan TIK sebagai salah satu mata pelajaran khusus yang diberikan kepada siswa dari SD hingga SLTA. Kebijakan tentang penggunaan TIK di Indonesia adalah bagian dari keputusan Presiden pada tahun 2001 di bidang Telematika. Lalu, tahun 2003 undang-undang tentang sistem pendidikan nasional menyatakan bahwa TIK harus merupakan bagian dalam proses pembelajaran baik pembelajaran tatap-muka ataupun sistem pembelajaran jarak jauh (Tatang Herman dkk, 2016). Begitu pentingnya penerapan TIK dalam dunia pendidikan, sehingga sebagai pendidik, guru yang berperan mentransfer ilmu pengetahuan, mendidik, dan melatih para siswanya wajib mengikuti perkembangan TIK dan mempelajarinya agar dapat memberikan layanan terbaik bagi siswanya.

Pandemi Covid 19 menyebabkan adanya perubahan besar hampir di seluruh aspek kehidupan salah satunya pada sistem pendidikan. Perubahan sistem pendidikan menyebabkan para siswa menjadi sulit untuk menerima materi terlebih para siswa di jenjang sekolah dasar, karena pembelajaran yang biasanya dilakukan secara konvensional tatap muka berubah menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ). Adanya pembatasan sosial distancing dan fisikal distancing mengharuskan PJJ dilaksanakan secara daring dan luring dimana keduanya memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) karena pendidik dan peserta didik melaksanakan pembelajaran dilaksanakan dari rumah masing-masing. Model pembelajaran ini biasa disebut belajar dari rumah (BDR) atau school from home (SFH). Selama BDR atau SFH peranan TIK sangat penting terhadap pelaksanaan pembelajaran seperti saat ini. TIK berperan sebagai media dalam melakukan interaksi antara pendidik dan peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran daring. Selain itu TIK juga digunakan dalam memfasilitasi pendidik untuk menyampaikan materi pembelajaran sehingga pembelajaran tetap berlangsung meskipun dilakukan secara tidak tatap muka langsung.

Baca Juga :  Literasi Digital Tantangan di Masa Pandemi

Peran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembelajaran di era pandemi Covid-19 sangat terasa manfaatnya karena pembelajaran dapat tetap berjalan melalui daring atau online dengan memanfaatkan internet.

Dalam pelaksaannya, keberhasilan PJJ secara daring atau online tidak hanya dipengaruhi peran teknologi internet saja, tetapi juga dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusianya (SDM). Teknologi internet tidak akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pembelajaran online jika sebagai operator atau pengguna tidak memiliki pengetahuan serta keterampilan yang baik dalam penggunaan dan pengelolaan teknologi. Dibutuhkan pemahaman dan pengetahuan yang baik mengenai pemanfaatan teknologi sehingga PJJ secara daring dan luring dapat berhasil dan tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/