alexametrics
29.6 C
Kudus
Thursday, May 19, 2022

Pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan bagi Anak Usia Sekolah

KEMAJUAN teknologi di Indonesia sudah berkembang sangat pesat. Hal itu membuat siapapun dapat mengakses informasi dengan cepat. Informasi yang didapat tidak memiliki batasan terhadap tempat ataupun isi dari informasi tersebut. Apabila kita tidak hati-hati bukan tidak mungkin informasi yang diakses merupakan informasi yang tergolong tidak baik bahkan berita bohong atau sering disebut Hoax. Hal inilah yang saat ini sedang terjadi dan terus berkembang dalam kehidupan masyarakat. Apalagi Media sosial yang tak terkontrol membuat anak-anak kita jauh dari teman-teman di sekitar mereka. Mereka lebih asyik bermain dengan Gadgetnya daripada bermain dengan teman-teman disekitarnya. Hal tersebut juga mengurangi aktivitas sosial bermasyarakat mereka karena terlalu sibuk dengan media sosial yang mereka punyai.

Banyak sekali anak usia sekolah di Indonesia yang terpengaruh oleh hal-hal buruk. Apabila kejadian ini terus berlanjut dan tidak ada pencegahannya bukan tidak mungkin Indonesia akan kehilangan generasi penerus bangsa yang memiliki karakter dan kepribadian bangsa. Sebagai contoh siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Cepu saat ini banyak yang meniru gaya hidup barat yang sangat bertentangan dengan Pancasila. Anak usia sekolah yang diharapkan untuk dapat memajukan kehidupan bangsa malah bersifat sebaliknya.

Dengan anak usia sekolah yang seperti itu, Pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan dapat menjadi penyelamat karakter dan kepribadian bangsa. Pendidikan Kewarganegaraan dimulai pada pemerintahan Soekarno tahun 1957 yang lebih dikenal sebagai civics, penerapannya pada sekolah-sekolah dimulai pada tahun 1961 dan kemudian namanya berganti menjadi Pendidikan Kewarganegaraan pada 1968 yang juga masuk ke kurikulum pendidikan. Pada tahun 1975 Pendidikan Kewarganegaraan diubah namanya menjadi Pendidikan Moral Pancasila dan diubah lagi menjadi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan pada tahun 1994 yang diubah lagi masa reformasi menjadi PKn dihilangkan kata Pancasila yang dianggap sebagai produk orde baru Dan saat ini namanya kembali lagi menjadi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (Darmadi Hamid, 2010).

Baca Juga :  Implementasi Podcast dalam Pembelajaran

Pendidikan Kewarganegaraan menurut Undang-Undang No.20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional merupakan usaha untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan dan kemampuan dasar berkenan dengan hubungan warga negara serta pendidikan bela negaraagar menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara. Disebutkan pula bahwa Pendidikan Kewarganegaraan dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air.

Pada hakikatnya Pendidikan Kewarganegaraan diciptakan untuk mempersiapkan para anak usia sekolah dengan kemampuan pemahaman yang baik dalam kehidupan yang dibutuhkan. Kemampuan seperti berpikir kritis, memiliki rasa tanggung jawab, mempunyai sikap tan tindakan yang demokratis yang dapat menjadi pendukung dalam pembentukan karakter bangsa. Pendidikan Kewarganegaraan diharapkan dapat sebagai upaya untuk menyadarkan serta membentuk komitmen untuk tetap memiliki Negara Kesatuan Republik Indonesia dan selalu akan berusaha untuk tetap berada dalam negara kesatuan.

Pendidikan Kewarganegaraan menjadi jalan untuk membentuk anak usia sekolah dalam pembentukan karakter kebangsaan. Menanamkan nilai-nilai karakter kepada anak usia sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran, kemauan, dan pola tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. Pada akhirnya Pendidikan Kewarganegaraan memiliki peranan dantanggung jawab yang besar dalam mendidik para anak usia sekolah untuk memiliki komitmen yang besar terhadap bangsa dan mempertahankan sikap untuk konsisten dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (*)

KEMAJUAN teknologi di Indonesia sudah berkembang sangat pesat. Hal itu membuat siapapun dapat mengakses informasi dengan cepat. Informasi yang didapat tidak memiliki batasan terhadap tempat ataupun isi dari informasi tersebut. Apabila kita tidak hati-hati bukan tidak mungkin informasi yang diakses merupakan informasi yang tergolong tidak baik bahkan berita bohong atau sering disebut Hoax. Hal inilah yang saat ini sedang terjadi dan terus berkembang dalam kehidupan masyarakat. Apalagi Media sosial yang tak terkontrol membuat anak-anak kita jauh dari teman-teman di sekitar mereka. Mereka lebih asyik bermain dengan Gadgetnya daripada bermain dengan teman-teman disekitarnya. Hal tersebut juga mengurangi aktivitas sosial bermasyarakat mereka karena terlalu sibuk dengan media sosial yang mereka punyai.

Banyak sekali anak usia sekolah di Indonesia yang terpengaruh oleh hal-hal buruk. Apabila kejadian ini terus berlanjut dan tidak ada pencegahannya bukan tidak mungkin Indonesia akan kehilangan generasi penerus bangsa yang memiliki karakter dan kepribadian bangsa. Sebagai contoh siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Cepu saat ini banyak yang meniru gaya hidup barat yang sangat bertentangan dengan Pancasila. Anak usia sekolah yang diharapkan untuk dapat memajukan kehidupan bangsa malah bersifat sebaliknya.

Dengan anak usia sekolah yang seperti itu, Pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan dapat menjadi penyelamat karakter dan kepribadian bangsa. Pendidikan Kewarganegaraan dimulai pada pemerintahan Soekarno tahun 1957 yang lebih dikenal sebagai civics, penerapannya pada sekolah-sekolah dimulai pada tahun 1961 dan kemudian namanya berganti menjadi Pendidikan Kewarganegaraan pada 1968 yang juga masuk ke kurikulum pendidikan. Pada tahun 1975 Pendidikan Kewarganegaraan diubah namanya menjadi Pendidikan Moral Pancasila dan diubah lagi menjadi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan pada tahun 1994 yang diubah lagi masa reformasi menjadi PKn dihilangkan kata Pancasila yang dianggap sebagai produk orde baru Dan saat ini namanya kembali lagi menjadi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (Darmadi Hamid, 2010).

Baca Juga :  Tiktok sebagai Media Pembelajaran Senam Irama

Pendidikan Kewarganegaraan menurut Undang-Undang No.20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional merupakan usaha untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan dan kemampuan dasar berkenan dengan hubungan warga negara serta pendidikan bela negaraagar menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara. Disebutkan pula bahwa Pendidikan Kewarganegaraan dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air.

Pada hakikatnya Pendidikan Kewarganegaraan diciptakan untuk mempersiapkan para anak usia sekolah dengan kemampuan pemahaman yang baik dalam kehidupan yang dibutuhkan. Kemampuan seperti berpikir kritis, memiliki rasa tanggung jawab, mempunyai sikap tan tindakan yang demokratis yang dapat menjadi pendukung dalam pembentukan karakter bangsa. Pendidikan Kewarganegaraan diharapkan dapat sebagai upaya untuk menyadarkan serta membentuk komitmen untuk tetap memiliki Negara Kesatuan Republik Indonesia dan selalu akan berusaha untuk tetap berada dalam negara kesatuan.

Pendidikan Kewarganegaraan menjadi jalan untuk membentuk anak usia sekolah dalam pembentukan karakter kebangsaan. Menanamkan nilai-nilai karakter kepada anak usia sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran, kemauan, dan pola tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. Pada akhirnya Pendidikan Kewarganegaraan memiliki peranan dantanggung jawab yang besar dalam mendidik para anak usia sekolah untuk memiliki komitmen yang besar terhadap bangsa dan mempertahankan sikap untuk konsisten dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/