alexametrics
29.2 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Pembelajaran Tatap Muka di Tengah Pandemi

PANDEMI Covid-19 telah banyak mempengaruhi segala bidang, tidak terkecuali  bidang Pendidikan. Pemerintah mulai cepat tanggap untuk menganjurkan warganya menerapkan social distancing atau mengisolasi diri di rumah untuk mengantisipasi penyebaran virus corona yang semakin meluas. Sehingga hal ini mengakibatkan berbagai perubahan terhadap sistem Pendidikan dan pembelajaran. Kemudian, mendorong Pemerintah mengambil kebijakan. Menurut Hoogerwerf dalam Sjahrir pada hakekatnya pengertian kebijakan adalah semacam jawaban terhadap suatu masalah, merupakan upaya untuk memecahkan, mengurangi, mencegah suatu masalah dengan cara tertentu, yaitu dengan tindakan yang terarah (Hoogerwerf dalam Sjahrir 1988:66).

Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan serangkaian kebijakan guna menyikapi perkembangan penyebaran covid-19, sesuai Surat Edaran Nomor 4 tahun 2020 Tentang Pelaksanaan kebijakan Pendidikan dalam Masa darurat penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

Salah satu langkah yang tepat dalam situasi seperti itu adalah memanfaatkan teknologi jaringan dan teknologi informasi bagi sistem pengembangan pembelajaran di sekolah, yaitu dengan metode pembelajaran daring. Pembelajaran dalam jaringan dilaksanakan selama setahun lebih dengan segala kekurangan dan kelebihannya.


Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) mengatakan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka ( PTM) terbatas bersifat dinamis dengan tetap menyesuaikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di masing-masing daerah. Hal ini ditegaskan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan dasar, dan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen) Kemendikbud Ristek Jumeri dalam acara Bincang Pendidikansecara virtual di Jakarta, Rabu (23/6/2021).

Dengan kondisi yang ada di Kabupaten Blora, penyelenggaraan PTM terbatas dapat dilaksanakan setelah memenuhi daftar periksa surat keputusan Bersama (SKB) empat Menteri serta penerapan protokol Kesehatan yang baik.

Baca Juga :  Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik di Masa Pandemi

Lantas, Apa itu PTM? PTM adalah singkatan dari pembelajaran tatap muka. Istilah ini diperkenalkan merujuk pada pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar di masa pandemic covid-19. Pada tahun 2022, PTM terbatas dimulai tepat awal Semester Genap tahun ajaran 2021/2022. Pelaksanaan PTM itu harus dengan memperhatikan Instruksi Dalam Negeri (Inmendagri) no.35 Tahun 2021, bahwa pembelajaran yang akan dilaksanakan harus berkapasitas maksimal 50% dari normal, dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter. Kemudian setiap siswa mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas dua kali seminggu, paling lama empat jam pelajaran per hari dengan 30 menit setiap jam pelajaran. Karena pembatasan pembelajaran tersebut, maka muncullah istilah Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT).

PTM terbatas mempunyai kekurangan dan kelebihan pula. Kekurangan PTM terbatas adalah belajar dalam kelas cenderung terbatas dengan tempat dan waktu tetapi memiliki kelebihan  peserta didik dapat bertemu guru secara langsung, kemudian mendapatkan feedback dari guru tersebut atas pencapaian yang sudah peserta didik lakukan. Guru mendampingi peserta didik dan tidak menimbulkan salah pengertian. Serta ada interaksi yang baik antara guru dan peserta didik. Pembelajaran tatap muka terbatas ini lebih efektif dari pada pembelajaran dalam jaringan (pembelajaran jarak jauh). Dengan pembelajaran tatap muka, akan lebih banyak hal yang dapat dilakukan dibandingkan dengan pembelajaran dalam jaringan. Dengan demikian potensi anak lebih mudah untuk dikembangkan. (*)

 

PANDEMI Covid-19 telah banyak mempengaruhi segala bidang, tidak terkecuali  bidang Pendidikan. Pemerintah mulai cepat tanggap untuk menganjurkan warganya menerapkan social distancing atau mengisolasi diri di rumah untuk mengantisipasi penyebaran virus corona yang semakin meluas. Sehingga hal ini mengakibatkan berbagai perubahan terhadap sistem Pendidikan dan pembelajaran. Kemudian, mendorong Pemerintah mengambil kebijakan. Menurut Hoogerwerf dalam Sjahrir pada hakekatnya pengertian kebijakan adalah semacam jawaban terhadap suatu masalah, merupakan upaya untuk memecahkan, mengurangi, mencegah suatu masalah dengan cara tertentu, yaitu dengan tindakan yang terarah (Hoogerwerf dalam Sjahrir 1988:66).

Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan serangkaian kebijakan guna menyikapi perkembangan penyebaran covid-19, sesuai Surat Edaran Nomor 4 tahun 2020 Tentang Pelaksanaan kebijakan Pendidikan dalam Masa darurat penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

Salah satu langkah yang tepat dalam situasi seperti itu adalah memanfaatkan teknologi jaringan dan teknologi informasi bagi sistem pengembangan pembelajaran di sekolah, yaitu dengan metode pembelajaran daring. Pembelajaran dalam jaringan dilaksanakan selama setahun lebih dengan segala kekurangan dan kelebihannya.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) mengatakan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka ( PTM) terbatas bersifat dinamis dengan tetap menyesuaikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di masing-masing daerah. Hal ini ditegaskan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan dasar, dan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen) Kemendikbud Ristek Jumeri dalam acara Bincang Pendidikansecara virtual di Jakarta, Rabu (23/6/2021).

Dengan kondisi yang ada di Kabupaten Blora, penyelenggaraan PTM terbatas dapat dilaksanakan setelah memenuhi daftar periksa surat keputusan Bersama (SKB) empat Menteri serta penerapan protokol Kesehatan yang baik.

Baca Juga :  Guru Yang Selalu Dirindukan

Lantas, Apa itu PTM? PTM adalah singkatan dari pembelajaran tatap muka. Istilah ini diperkenalkan merujuk pada pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar di masa pandemic covid-19. Pada tahun 2022, PTM terbatas dimulai tepat awal Semester Genap tahun ajaran 2021/2022. Pelaksanaan PTM itu harus dengan memperhatikan Instruksi Dalam Negeri (Inmendagri) no.35 Tahun 2021, bahwa pembelajaran yang akan dilaksanakan harus berkapasitas maksimal 50% dari normal, dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter. Kemudian setiap siswa mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas dua kali seminggu, paling lama empat jam pelajaran per hari dengan 30 menit setiap jam pelajaran. Karena pembatasan pembelajaran tersebut, maka muncullah istilah Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT).

PTM terbatas mempunyai kekurangan dan kelebihan pula. Kekurangan PTM terbatas adalah belajar dalam kelas cenderung terbatas dengan tempat dan waktu tetapi memiliki kelebihan  peserta didik dapat bertemu guru secara langsung, kemudian mendapatkan feedback dari guru tersebut atas pencapaian yang sudah peserta didik lakukan. Guru mendampingi peserta didik dan tidak menimbulkan salah pengertian. Serta ada interaksi yang baik antara guru dan peserta didik. Pembelajaran tatap muka terbatas ini lebih efektif dari pada pembelajaran dalam jaringan (pembelajaran jarak jauh). Dengan pembelajaran tatap muka, akan lebih banyak hal yang dapat dilakukan dibandingkan dengan pembelajaran dalam jaringan. Dengan demikian potensi anak lebih mudah untuk dikembangkan. (*)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/