alexametrics
26.3 C
Kudus
Saturday, May 14, 2022

Kolaborasi Guru dan Orang Tua dalam Membentuk Karakter Anak Didik

PENDIDIKAN anak bukan hanya menjadi tanggung jawab guru namun orang tua juga ikut berperan di dalamnya. Tapi kenyataannya banyak orang tua yang lalai, lupa, dan belum tahu tugas mendidik dan membentuk karakter anak. Kebanyakan orang tua beranggapan kalau anak diserahkan kepada guru di sekolah, maka selesailah sudah tugas mereka dalam mendidik anak. Tugas mereka hanyalah mencari uang. Padahal terbentuknya karakter dalam diri seorang anak tidak hanya dari guru tetapi juga didikan dari orang tua di rumah. Tetapi ketika orang tua mendapati anaknya yang tidak sesuai dengan keinginannya, banyak dari mereka yang menyalahkan guru. Oleh karena itu sangatlah penting kolaborasi yang baik antara guru dan orang tua untuk membentuk karakter anak didik.

Menurut Roucek dan Warren kolaborasi adalah bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. Ia adalah suatu proses sosial yang paling dasar. Biasanya, kolaborasi melibatkan pembagian tugas, dimana setiap orang mengerjakan setiap pekerjaan yang merupakan tanggung jawab demi tercapainya tujuan bersama.

Usia anak Sekolah Dasar (6-12 tahun) merupakan tahap penting bagi pelaksanaan pendidikan karakter karena pada usia tersebut anak sedang mengalami perkembangan fisik dan motorik termasuk perkembangan kepribadian, watak emosional, intelektual, bahasa, budi pekerti, dan moralnya yang bertumbuh pesat.


Menurut Doni Kusuma karakter adalah sebuah gaya, sifat, ciri, maupun karakteristik yang dimiliki seseorang yang berasal dari pembentukan atau tempaan yang didapatkannya melalui lingkunga yang ada disekitar.

Keberhasilan pendidikan anak ditentukan dari lingkungan pendidikan anak yang meliputi lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Lingkungan pendidikan yang pertama kali dikenal anak adalah keluarga. Dari keluarga anak pertama kali mendapatkan pendidikan, bimbingan, asuhan, pembiasaan, dan latihan. Sikap dan perilaku orang tua selalu dilihat, dinilai, dan ditiru oleh anaknya. Orang tua sebagai pendidik dalam keluarga sangat berperan penting dalam pembentukan karakter seorang anak.

Baca Juga :  Lengahnya Belajar Anak pada Masa Pandemi

Dalam menjalankan tugas mendidik, orang tua tidak mampu sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan pendidikan anak karena keterbatasan ilmu, waktu, dan tenaga. Oleh karena itu untuk menjalankan tugasnya diserahkan kepada guru di sekolah sebagai kelanjutan dari pendidikan dalam keluarga.

Lingkungan pendidikan kedua bagi anak adalah sekolah. Pendidikan karakter di sekolah dasar merupakan hal yang fundamental karena mengingat pentingnya penanaman karakter terutama untuk anak usia sekolah dasar. Disinilah guru memiliki peran yang sangat besar karena guru merupakan salah satu pihak yang bertanggung jawab atas pondasi yang dibuat dalam  membentuk karakter anak didik. Guru merupakan sosok yang digugu dan ditiru serta menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi anak didiknya. Sikap dan perilaku seorang guru akan membekas dalam diri anak didik, sehingga ucapan, karakter, dan kepribadian guru yang baik akan menjadi teladan bagi anak didik.

Kolaborasi guru dan orang tua dalam membentuk karakter anak itu sangat penting. Karena guru dan orang tua sama-sama bertanggung jawab untuk mendidik anak. Orang tua bertanggung jawab mendidik anak-anaknya di rumah, sedangkan guru bertanggung jawab untuk mendidik di sekolah. Untuk itu sangat diperlukan jalinan kerjasama yang baik antara guru dan orang tua agar terbina hubungan timbal balik dalam rangka membentuk karakter anak didik sesuai dengan harapan bersama yaitu menciptakan generasi yang berkarakter. (*)

PENDIDIKAN anak bukan hanya menjadi tanggung jawab guru namun orang tua juga ikut berperan di dalamnya. Tapi kenyataannya banyak orang tua yang lalai, lupa, dan belum tahu tugas mendidik dan membentuk karakter anak. Kebanyakan orang tua beranggapan kalau anak diserahkan kepada guru di sekolah, maka selesailah sudah tugas mereka dalam mendidik anak. Tugas mereka hanyalah mencari uang. Padahal terbentuknya karakter dalam diri seorang anak tidak hanya dari guru tetapi juga didikan dari orang tua di rumah. Tetapi ketika orang tua mendapati anaknya yang tidak sesuai dengan keinginannya, banyak dari mereka yang menyalahkan guru. Oleh karena itu sangatlah penting kolaborasi yang baik antara guru dan orang tua untuk membentuk karakter anak didik.

Menurut Roucek dan Warren kolaborasi adalah bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. Ia adalah suatu proses sosial yang paling dasar. Biasanya, kolaborasi melibatkan pembagian tugas, dimana setiap orang mengerjakan setiap pekerjaan yang merupakan tanggung jawab demi tercapainya tujuan bersama.

Usia anak Sekolah Dasar (6-12 tahun) merupakan tahap penting bagi pelaksanaan pendidikan karakter karena pada usia tersebut anak sedang mengalami perkembangan fisik dan motorik termasuk perkembangan kepribadian, watak emosional, intelektual, bahasa, budi pekerti, dan moralnya yang bertumbuh pesat.

Menurut Doni Kusuma karakter adalah sebuah gaya, sifat, ciri, maupun karakteristik yang dimiliki seseorang yang berasal dari pembentukan atau tempaan yang didapatkannya melalui lingkunga yang ada disekitar.

Keberhasilan pendidikan anak ditentukan dari lingkungan pendidikan anak yang meliputi lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Lingkungan pendidikan yang pertama kali dikenal anak adalah keluarga. Dari keluarga anak pertama kali mendapatkan pendidikan, bimbingan, asuhan, pembiasaan, dan latihan. Sikap dan perilaku orang tua selalu dilihat, dinilai, dan ditiru oleh anaknya. Orang tua sebagai pendidik dalam keluarga sangat berperan penting dalam pembentukan karakter seorang anak.

Baca Juga :  Mind Mapping, Trik Jitu Menulis Geguritan

Dalam menjalankan tugas mendidik, orang tua tidak mampu sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan pendidikan anak karena keterbatasan ilmu, waktu, dan tenaga. Oleh karena itu untuk menjalankan tugasnya diserahkan kepada guru di sekolah sebagai kelanjutan dari pendidikan dalam keluarga.

Lingkungan pendidikan kedua bagi anak adalah sekolah. Pendidikan karakter di sekolah dasar merupakan hal yang fundamental karena mengingat pentingnya penanaman karakter terutama untuk anak usia sekolah dasar. Disinilah guru memiliki peran yang sangat besar karena guru merupakan salah satu pihak yang bertanggung jawab atas pondasi yang dibuat dalam  membentuk karakter anak didik. Guru merupakan sosok yang digugu dan ditiru serta menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi anak didiknya. Sikap dan perilaku seorang guru akan membekas dalam diri anak didik, sehingga ucapan, karakter, dan kepribadian guru yang baik akan menjadi teladan bagi anak didik.

Kolaborasi guru dan orang tua dalam membentuk karakter anak itu sangat penting. Karena guru dan orang tua sama-sama bertanggung jawab untuk mendidik anak. Orang tua bertanggung jawab mendidik anak-anaknya di rumah, sedangkan guru bertanggung jawab untuk mendidik di sekolah. Untuk itu sangat diperlukan jalinan kerjasama yang baik antara guru dan orang tua agar terbina hubungan timbal balik dalam rangka membentuk karakter anak didik sesuai dengan harapan bersama yaitu menciptakan generasi yang berkarakter. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/