alexametrics
25.5 C
Kudus
Saturday, May 21, 2022

Celoteh Berbahasa Inggris di WAG Siswa

Teacher: ”Assalamualaikum, my students in this group. Good Morning. Pay attention, please. Attention , please! This morning we will discuss how to give pay attention.

Student: ”Waalaikum salam. Good morning. Yes sir.

Teacher: ”Every body, in this what’s group. May I have your attention, please? We will learn “get attention.”


Student: ”Wow, it is amazing material, I like it.”

Dialog tersebut contoh pembelajaran materi get attention (meminta perhatian) pada kelas VIII semester I tingkat SMP melalui Whatsapp Group (WAG) pada masa pandemi Covid-19.

Pandemi masih berlangsung di Indonesia dan berpengaruh dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat. Termasuk di dalamnya bidang pendidikan. Walaupun tahun ajaran baru 2020/2021 sudah mulai sejak 13 Juli 2020 lalu, tetapi pembelajaran masih menggunakan pendekatan daring (dalam jaringan).

Para siswa hendaknya patuh terhadap imbauan pemerintah untuk stay at home, study from home, dan worship at home. Semua materi harus disampaikan sesuai kurikulum yang berlaku. Permendiknas No 22 tahun 2005 tentang Standar Isi menyebutkan Standar Kompetensi Menulis untuk siswa kelas VIII berisi tentang ungkapan untuk meminta perhatian (get attention).

Siswa kelas VIII SMP 3 Satu Atap (Satap) Gebog, Kudus, semangat belajar get attention. Penulis sebagai guru bahasa Inggris tetap berusaha mengajarkan materi ini dengan menyenangkan, walaupun dalam pembelajaran daring. Untuk itu, penulis perlu menggunakan media pembelajaran yang menyenangkan.

Baca Juga :  Hakikat Guru Pendidikan Agama Islam

Media adalah penghantar pesan dari pengirim ke penerima pesan (Putra, 2013:28). Media internet yang penulis pakai adalah WA. Dengan menggunakan WA, kita dapat melakukan obrolan online, berbagi file, bertukar foto, dan lain-lain (https://id.wikipedia.org/wiki/WhatsApp).

Teknis pembelajaran get attention meliputi, seorang guru bisa membuat sebuah WAG mata pelajaran (mapel) yang mampu menjadi wadah bagi siswanya untuk berkomunikasi. Pertama, guru mengirim materi tentang get attention berupa tulisan (writing) dan suara yaitu video power point yang dikirim ke WAG mapel.

Selanjutnya, siswa mencoba menirukan dalam bentuk tulisan maupun suara. Kemudian, Siswa mengirim komentarnya ke WAG (publishing). Hal ini dilakukan beberapa kali. Para siswa akan saling memberi masukan tentang beberapa ungkapan yang terkait get attention. Dalam dinamika pergerakan komunikasi di WAG, guru berperan besar memotivasi siswa bergembira, ber-cas cis cus, menulis, dan berbicara (voice note) dalam bahasa Inggris.

Tentu, ini bukan hal yang mudah untuk anak desa. Terlebih dalam pembelajaran daring yang tidak menemukan interaksi guru dan siswa dalam satu ruang dan waktu yang sama. Tetapi, ada secerah harapan bagi siswa-siswi untuk tetap memproduksi ungkapan get attention dalam bahasa Inggris. Well, guys.  May I have your attention, Indonesia will be a great coutry, if we have a big motivation to build It. (*)

Teacher: ”Assalamualaikum, my students in this group. Good Morning. Pay attention, please. Attention , please! This morning we will discuss how to give pay attention.

Student: ”Waalaikum salam. Good morning. Yes sir.

Teacher: ”Every body, in this what’s group. May I have your attention, please? We will learn “get attention.”

Student: ”Wow, it is amazing material, I like it.”

Dialog tersebut contoh pembelajaran materi get attention (meminta perhatian) pada kelas VIII semester I tingkat SMP melalui Whatsapp Group (WAG) pada masa pandemi Covid-19.

Pandemi masih berlangsung di Indonesia dan berpengaruh dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat. Termasuk di dalamnya bidang pendidikan. Walaupun tahun ajaran baru 2020/2021 sudah mulai sejak 13 Juli 2020 lalu, tetapi pembelajaran masih menggunakan pendekatan daring (dalam jaringan).

Para siswa hendaknya patuh terhadap imbauan pemerintah untuk stay at home, study from home, dan worship at home. Semua materi harus disampaikan sesuai kurikulum yang berlaku. Permendiknas No 22 tahun 2005 tentang Standar Isi menyebutkan Standar Kompetensi Menulis untuk siswa kelas VIII berisi tentang ungkapan untuk meminta perhatian (get attention).

Siswa kelas VIII SMP 3 Satu Atap (Satap) Gebog, Kudus, semangat belajar get attention. Penulis sebagai guru bahasa Inggris tetap berusaha mengajarkan materi ini dengan menyenangkan, walaupun dalam pembelajaran daring. Untuk itu, penulis perlu menggunakan media pembelajaran yang menyenangkan.

Baca Juga :  Animaker untuk Pembelajaran Segala Kondisi

Media adalah penghantar pesan dari pengirim ke penerima pesan (Putra, 2013:28). Media internet yang penulis pakai adalah WA. Dengan menggunakan WA, kita dapat melakukan obrolan online, berbagi file, bertukar foto, dan lain-lain (https://id.wikipedia.org/wiki/WhatsApp).

Teknis pembelajaran get attention meliputi, seorang guru bisa membuat sebuah WAG mata pelajaran (mapel) yang mampu menjadi wadah bagi siswanya untuk berkomunikasi. Pertama, guru mengirim materi tentang get attention berupa tulisan (writing) dan suara yaitu video power point yang dikirim ke WAG mapel.

Selanjutnya, siswa mencoba menirukan dalam bentuk tulisan maupun suara. Kemudian, Siswa mengirim komentarnya ke WAG (publishing). Hal ini dilakukan beberapa kali. Para siswa akan saling memberi masukan tentang beberapa ungkapan yang terkait get attention. Dalam dinamika pergerakan komunikasi di WAG, guru berperan besar memotivasi siswa bergembira, ber-cas cis cus, menulis, dan berbicara (voice note) dalam bahasa Inggris.

Tentu, ini bukan hal yang mudah untuk anak desa. Terlebih dalam pembelajaran daring yang tidak menemukan interaksi guru dan siswa dalam satu ruang dan waktu yang sama. Tetapi, ada secerah harapan bagi siswa-siswi untuk tetap memproduksi ungkapan get attention dalam bahasa Inggris. Well, guys.  May I have your attention, Indonesia will be a great coutry, if we have a big motivation to build It. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/