alexametrics
29.6 C
Kudus
Thursday, May 19, 2022

Pengaruh Pendidikan Kepada Kualitas Anak Pedalaman

SUDAH bukan menjadi rahasia lagi jika para anak yang tinggal di daerah pedalaman begitu sulit mendapat kehidupan yang biasa dibilang layak seperti anak pada umumnya. Anak pedalaman kesulitan untuk menempuh pendidikan yang sesuai dengan batas kelayakan pendidikan Indonesia dan sulit untuk mengikuti akan perkembangan zaman yang sedang terjadi seperti sekarang ini.

Menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Menurut H. Fuad Ihsan (2005: 1) menjelaskan bahwa dalam pengertian yang sederhana dan umum makna pendidikan sebagai “Usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada didalam masyarakat dan kebudayaan”. Usaha-usaha yang dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai dan norma-norma tersebut serta mewariskan kepada generasi berikutnya untuk dikembangkan dalam hidup dan kehidupan yang terjadi dalam suatu proses pendidikan sebagai usaha manusia untuk melestarikan hidupnya.


Dilain pihak Oemar Hamalik (2001: 79) menjelaskan bahwa “Pendidikan adalah suatu proses dalam rangka mempengaruhi siswa agar dapat menyesuaikan diri sebaik mungkin terhadap lingkungan dan dengan demikian akan menimbulkan perubahan dalam dirinya yang memungkinkannya untuk berfungsi secara kuat dalam kehidupan masyarakat”.

“Pendidikan merupakan bimbingan atau pertolongan yang diberikan oleh orang dewasa kepada perkembangan anak untuk mencapai kedewasaanya dengan tujuan agar anak cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri tidak dengan bantuan orang lain”.

Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk memberikan bimbingan atau pertolongan dalam mengembangkan potensi jasmani dan rohani yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak untuk mencapai kedewasaanya serta mencapai tujuan agar anak mampu melaksanakan tugas hidupnya secara mandiri.

Baca Juga :  Trik Memahami Materi IPS dengan Mind Mapping

Pengertian di atas mengindikasikan betapa peranan pendidikan sangat besar dalam mewujudkan manusia yang utuh dan mandiri serta menjadi manusia yang mulia dan bermanfaat bagi lingkungannya. Dengan pendidikan, manusia akan paham bahwa dirinya itu sebagai makhluk yang dikaruniai kelebihan dibandingkan dengan makhluk lainnya. Bagi negarapendidikan memberi kontribusi yang sangat besar terhadap kemajuan suatu bangsa dan merupakan wahana dalam menerjemahkan pesan-pesan konstitusi serta membangun watak bangsa (nation character building).

Tidak hanya itu saja, tapi mereka bahkan tidak tahu dengan alat komunikasi seperti telepon genggam. Hal yang harus menjadi sorotan utama adalah betapa sulitnya mereka mendapat pendidikan yang bisa dibilang layak dan menempuh pendidikan dua belas tahun.

Pada kenyataannya tidak semua yang terjadi ini salah mereka,  kesulitan mereka menjangkau lokasi sekolah menjadi masalah dikarenakan mereka harus melewati hutan terlebih dahulu. Tak hanya itu tapi mereka juga harus berjalan kaki terlebih dahulu yang  jaraknya beberapa kilo meter, dan bahkan ada juga yang tidak menggunakan alas kaki.

Kurangnya tenaga pengajar di pendalaman karena sulitnya mencari pengajar yang mau mengarah di daerah itu juga begitu disayangkan. Padahal kualitas seseorang itu diukur dari seberapa jauh pendidikan yang sudah dicapai karena kualitas dari seseorang yang hanya lulusan SD berbeda jauh dengan kualitas dari seorang sarjana. Pendidikan begitu berpengaruh terhadap kualitas sesorang anak pedalaman. Selain guru, semangat dan dorongan dari orangtua menjadi penentu keberhasilan peserta didik yang berada di daerah pedalaman. (*)

SUDAH bukan menjadi rahasia lagi jika para anak yang tinggal di daerah pedalaman begitu sulit mendapat kehidupan yang biasa dibilang layak seperti anak pada umumnya. Anak pedalaman kesulitan untuk menempuh pendidikan yang sesuai dengan batas kelayakan pendidikan Indonesia dan sulit untuk mengikuti akan perkembangan zaman yang sedang terjadi seperti sekarang ini.

Menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Menurut H. Fuad Ihsan (2005: 1) menjelaskan bahwa dalam pengertian yang sederhana dan umum makna pendidikan sebagai “Usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada didalam masyarakat dan kebudayaan”. Usaha-usaha yang dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai dan norma-norma tersebut serta mewariskan kepada generasi berikutnya untuk dikembangkan dalam hidup dan kehidupan yang terjadi dalam suatu proses pendidikan sebagai usaha manusia untuk melestarikan hidupnya.

Dilain pihak Oemar Hamalik (2001: 79) menjelaskan bahwa “Pendidikan adalah suatu proses dalam rangka mempengaruhi siswa agar dapat menyesuaikan diri sebaik mungkin terhadap lingkungan dan dengan demikian akan menimbulkan perubahan dalam dirinya yang memungkinkannya untuk berfungsi secara kuat dalam kehidupan masyarakat”.

“Pendidikan merupakan bimbingan atau pertolongan yang diberikan oleh orang dewasa kepada perkembangan anak untuk mencapai kedewasaanya dengan tujuan agar anak cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri tidak dengan bantuan orang lain”.

Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk memberikan bimbingan atau pertolongan dalam mengembangkan potensi jasmani dan rohani yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak untuk mencapai kedewasaanya serta mencapai tujuan agar anak mampu melaksanakan tugas hidupnya secara mandiri.

Baca Juga :  Belajar Menulis Aksara Jawa dengan Kartu Huruf

Pengertian di atas mengindikasikan betapa peranan pendidikan sangat besar dalam mewujudkan manusia yang utuh dan mandiri serta menjadi manusia yang mulia dan bermanfaat bagi lingkungannya. Dengan pendidikan, manusia akan paham bahwa dirinya itu sebagai makhluk yang dikaruniai kelebihan dibandingkan dengan makhluk lainnya. Bagi negarapendidikan memberi kontribusi yang sangat besar terhadap kemajuan suatu bangsa dan merupakan wahana dalam menerjemahkan pesan-pesan konstitusi serta membangun watak bangsa (nation character building).

Tidak hanya itu saja, tapi mereka bahkan tidak tahu dengan alat komunikasi seperti telepon genggam. Hal yang harus menjadi sorotan utama adalah betapa sulitnya mereka mendapat pendidikan yang bisa dibilang layak dan menempuh pendidikan dua belas tahun.

Pada kenyataannya tidak semua yang terjadi ini salah mereka,  kesulitan mereka menjangkau lokasi sekolah menjadi masalah dikarenakan mereka harus melewati hutan terlebih dahulu. Tak hanya itu tapi mereka juga harus berjalan kaki terlebih dahulu yang  jaraknya beberapa kilo meter, dan bahkan ada juga yang tidak menggunakan alas kaki.

Kurangnya tenaga pengajar di pendalaman karena sulitnya mencari pengajar yang mau mengarah di daerah itu juga begitu disayangkan. Padahal kualitas seseorang itu diukur dari seberapa jauh pendidikan yang sudah dicapai karena kualitas dari seseorang yang hanya lulusan SD berbeda jauh dengan kualitas dari seorang sarjana. Pendidikan begitu berpengaruh terhadap kualitas sesorang anak pedalaman. Selain guru, semangat dan dorongan dari orangtua menjadi penentu keberhasilan peserta didik yang berada di daerah pedalaman. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/