alexametrics
22.8 C
Kudus
Sunday, July 24, 2022

Cita Ideal Cendekia dan Berakhlakul Karimah

ALHAMDULILAH. Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara (Unisnu) pada kesempatan sekarang ini menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka dalam Rangka Wisuda ke-18 Sarjana dan Magister. Selasa, 28 Juni 2022 di Gedung Wanita, Jalan HOS Cokroaminoto, Jepara. Dengan mewisuda 438 orang lulusan dari 18 program studi Strata satu (S1) dan 1 program studi Strata dua (S2).

Sungguh patut disyukuri sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam, UNISNU JEPARA berorientasi mencetak intelektual Muslim berkarakter sekaligus mengamalkan prinsip dan nilai-nilai Islam Ahlussunah wal-jama’ah. Unisnu Jepara didirikan oleh warga Nahdliyyin, pada dasarnya melaksanakan risalah Nabawiyyah atau misi kenabian (prophetic mission).

Sebagai intelektual Muslim, para wisudawan dan seluruh lulusan Unisnu Jepara diharapkan, pertama supaya memiliki kemampuan akademik yang diliputi konsistensi bertransendensi kepada Tuhan Allah Subhanahu wa Ta’ala –dalam kerangka menjalankan perintah dan meninggalkan larangan Allah; kedua siap memikirkan, meneliti, dan memperhatikan gejala natural dan gejala sosial, yang memberi manfaat duniawi dan eskatologis; ketiga mampu berupaya kreatif dan berinovasi terkait dengan realitas yang relevan dengan apa yang diteliti atau dipikirkannya.


Seseorang yang telah lulus dari Unisnu Jepara dengan harapan di atas dapat dikatakan telah memperoleh kemampuan berpikir sehingga dikualifikasikan sebagai “orang berilmu”, cendekiawan atau ‘alim. Sementara predikat Muslim bagi seorang lulusan universitas yang berilmu mempunyai tuntutan agar menghiasi dirinya dengan sifat rabbani yakni “berketuhanan yang selalu mengajarkan Kitab Suci dan terus menerus mempelajarinya”, dan sifat khasyyah yaitu “sikap dengan penuh rasa tunduk dan patuh kepada Tuhan Allah Subhanahu wa Ta’ala“. lulusan unisnu JEPARA ini diharapkan memiliki sikap mental spiritual yang menyejukkan dan gerak kegiatan yang bijaksana sebagai suri teladan bagi masyarakat.

Para wisudawan dan seluruh lulusan Unisnu Jepara berkewajiban menjaga serta merawat keutuhan negara dan keutuhan bangsa dalam tenda besar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Terkait kewajiban tersebut, Unisnu Jepara memperkenalkan ilmu-ilmu profetik, yaitu ilmu pengetahuan yang menjelaskan fenomena yang tumbuh dari masyarakat, dan memberikan petunjuk ke arah transformasi yang perlu dilakukan untuk hajat kepentingan manusia dan oleh seorang figur yang tepat dalam kebajikan dan kebijakannya.

Baca Juga :  Peran Komite Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

Ditegaskan di dalam Alquran, “Engkau adalah umat terbaik yang diturunkan di tengah-tengah umat manusia untuk menegakkan kebaikan, mencegah kemungkaran (kejahatan) dan beriman kepada Allah” (QS Alu ‘Imran/3: 110). Tiga nilai ini merupakan karakterisasi ilmu-ilmu profetik, yang mengandung nilai-nilai humanisasi, liberasi dan transendensi untuk rekayasa masyarakat menuju cita-cita sosio-etik bagi generasi Indonesia masa depan.

Karena itu Pimpinan dan Keluarga besar Unisnu dan Yaptinu JEPARA harus melangkah dan berbuat untuk mencegah terjadinya kondisi stunting, mendorong terciptanya ketahanan hidup berbasis kesehatan yang sejahtera. Juga harus mendorong tersedianya fasilitas pendidikan dengan cita ideal cendekia dan berakhlakul karimah.

Semua ini untuk menumbuhkan kesadaran dalam membina rumah tangga dengan aura pendidikan, religiusitas, rukun-guyup dan sejahtera, terhindar dari gagal fokus, mampu menahan hawa-nafsu: dengan menghentikan perkawinan di usia dini, merukunkan suami-istri agar tidak bercerai, menyehatkan mentalitas guna menghindari kekerasan dalam rumah tangga, dan jauhkan pergaulan bebas karena akan memicu narkoba dan merebaknya AIDS-HIV. Semoga peran fungsional Unisnu dapat bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat luas dengan penuh harapan kebajikan dan kebijakan.

Semoga ilmu pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh para wisudawan merupakan anugerah nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang patut disyukuri, dengan dimanfaatkan melalui pengamalan yang tulus ikhlas. Kami mohon keikhlasan para wisudawan agar senantiasa mensyiarkan dan menginformasikan eksistensi Unisnu Jepara selalu membuka pintu mengantar serta mendampingi belajar di Unisnu untuk memperoleh hidayah, rahmah dan inayah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Atas kekurangan dan khilaf kami mohon maaf yang amat dalam. (*)

ALHAMDULILAH. Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara (Unisnu) pada kesempatan sekarang ini menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka dalam Rangka Wisuda ke-18 Sarjana dan Magister. Selasa, 28 Juni 2022 di Gedung Wanita, Jalan HOS Cokroaminoto, Jepara. Dengan mewisuda 438 orang lulusan dari 18 program studi Strata satu (S1) dan 1 program studi Strata dua (S2).

Sungguh patut disyukuri sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam, UNISNU JEPARA berorientasi mencetak intelektual Muslim berkarakter sekaligus mengamalkan prinsip dan nilai-nilai Islam Ahlussunah wal-jama’ah. Unisnu Jepara didirikan oleh warga Nahdliyyin, pada dasarnya melaksanakan risalah Nabawiyyah atau misi kenabian (prophetic mission).

Sebagai intelektual Muslim, para wisudawan dan seluruh lulusan Unisnu Jepara diharapkan, pertama supaya memiliki kemampuan akademik yang diliputi konsistensi bertransendensi kepada Tuhan Allah Subhanahu wa Ta’ala –dalam kerangka menjalankan perintah dan meninggalkan larangan Allah; kedua siap memikirkan, meneliti, dan memperhatikan gejala natural dan gejala sosial, yang memberi manfaat duniawi dan eskatologis; ketiga mampu berupaya kreatif dan berinovasi terkait dengan realitas yang relevan dengan apa yang diteliti atau dipikirkannya.

Seseorang yang telah lulus dari Unisnu Jepara dengan harapan di atas dapat dikatakan telah memperoleh kemampuan berpikir sehingga dikualifikasikan sebagai “orang berilmu”, cendekiawan atau ‘alim. Sementara predikat Muslim bagi seorang lulusan universitas yang berilmu mempunyai tuntutan agar menghiasi dirinya dengan sifat rabbani yakni “berketuhanan yang selalu mengajarkan Kitab Suci dan terus menerus mempelajarinya”, dan sifat khasyyah yaitu “sikap dengan penuh rasa tunduk dan patuh kepada Tuhan Allah Subhanahu wa Ta’ala“. lulusan unisnu JEPARA ini diharapkan memiliki sikap mental spiritual yang menyejukkan dan gerak kegiatan yang bijaksana sebagai suri teladan bagi masyarakat.

Para wisudawan dan seluruh lulusan Unisnu Jepara berkewajiban menjaga serta merawat keutuhan negara dan keutuhan bangsa dalam tenda besar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Terkait kewajiban tersebut, Unisnu Jepara memperkenalkan ilmu-ilmu profetik, yaitu ilmu pengetahuan yang menjelaskan fenomena yang tumbuh dari masyarakat, dan memberikan petunjuk ke arah transformasi yang perlu dilakukan untuk hajat kepentingan manusia dan oleh seorang figur yang tepat dalam kebajikan dan kebijakannya.

Baca Juga :  Hari Pertama Sekolah, SMP 5 Kudus Kenalkan Literasi lewat Mading

Ditegaskan di dalam Alquran, “Engkau adalah umat terbaik yang diturunkan di tengah-tengah umat manusia untuk menegakkan kebaikan, mencegah kemungkaran (kejahatan) dan beriman kepada Allah” (QS Alu ‘Imran/3: 110). Tiga nilai ini merupakan karakterisasi ilmu-ilmu profetik, yang mengandung nilai-nilai humanisasi, liberasi dan transendensi untuk rekayasa masyarakat menuju cita-cita sosio-etik bagi generasi Indonesia masa depan.

Karena itu Pimpinan dan Keluarga besar Unisnu dan Yaptinu JEPARA harus melangkah dan berbuat untuk mencegah terjadinya kondisi stunting, mendorong terciptanya ketahanan hidup berbasis kesehatan yang sejahtera. Juga harus mendorong tersedianya fasilitas pendidikan dengan cita ideal cendekia dan berakhlakul karimah.

Semua ini untuk menumbuhkan kesadaran dalam membina rumah tangga dengan aura pendidikan, religiusitas, rukun-guyup dan sejahtera, terhindar dari gagal fokus, mampu menahan hawa-nafsu: dengan menghentikan perkawinan di usia dini, merukunkan suami-istri agar tidak bercerai, menyehatkan mentalitas guna menghindari kekerasan dalam rumah tangga, dan jauhkan pergaulan bebas karena akan memicu narkoba dan merebaknya AIDS-HIV. Semoga peran fungsional Unisnu dapat bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat luas dengan penuh harapan kebajikan dan kebijakan.

Semoga ilmu pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh para wisudawan merupakan anugerah nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang patut disyukuri, dengan dimanfaatkan melalui pengamalan yang tulus ikhlas. Kami mohon keikhlasan para wisudawan agar senantiasa mensyiarkan dan menginformasikan eksistensi Unisnu Jepara selalu membuka pintu mengantar serta mendampingi belajar di Unisnu untuk memperoleh hidayah, rahmah dan inayah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Atas kekurangan dan khilaf kami mohon maaf yang amat dalam. (*)


Most Read

Artikel Terbaru

/