alexametrics
28 C
Kudus
Monday, July 25, 2022

Diumumkan, Hasil Seleksi PPDB di SMPN 1 Kudus Dikuasai Jalur Zonasi

KUDUS – SMPN 1 Kudus akhirnya mengumumkan hasil penerimaan peserta didik baru (PPDB) pada (27/6). Penerimaan terbanyak ada pada jalur zonasi.

Ketua Panitia PPDB 2022 SMPN 1 Kudus Sutrisno menyatakan pendaftaran PPDB sendiri dimulai pada 20-25 Juni. Setelah pengumuman, rencananya pada 28-30 Juni, peserta didik yang diterima bisa mulai mengikuti pendaftaran ulang.

Dia menjelaskan, tahun ini SMP 1 Negeri Kudus menerima peserta didik baru sebanyak 224 siswa. Kuota siswa baru tersebut, sudah terpenuhi melalui pendaftaran yang terbagi ke sejumlah jalur. Di antaranya ada 122 peserta didik diterima di jalur zonasi, lalu ada 29 peserta didik diterima lewat jalur afirmasi, kemudian 67 peserta didik lainnya diterima di jalur prestasi, serta enam peserta didik diterima melalui jalur perpindahan.


“Penerimaan jalur zonasi itu minimal 50 persen dari jumlah pendaftar. Prestasi maksimal 30 persen. Afirmasi 15 persen, serta pindah tugas (pindah sekolah) maksimal 5 persen,” ujarnya.

Sebenarnya, pengumuman bisa dilihat langsung melalui website resmi PPDB SMPN 1 Kudus. Namun, masih ada beberapa orang tua peserta didik yang lebih memilih melihat langsung hasil seleksi yang terpampang pada papan pengumuman depan sekolah.

Baca Juga :  Viral di Medsos, 'Wacana Pemekaran Provinsi Muria Raya' Dipastikan Hoax

Setelah melihat pengumuman, Wali Murid bernama Sulis asal Desa Singocandi, Bae, menyebut putranya diterima di salah satu sekolah favorit itu. Putranya yang bernama Akbar Viza Fadlillah mendaftar lewat jalur prestasi. Dan dinyatakan diterima.

“Lulus dari SD 2 Singocandi. Langsung daftar ike sini lewat jakur prestasi dengan membawa nilai 94,8. Karena kalau lewat jalur zonasi tidak bisa, jaraknya satu kilo lebih dari rumah,” ungkapnya.

Sutrisno menambahkan, kebanyakan peserta didik memang mendaftar melalui jalur zonasi. Karena modal jarak yang dekat. Apalagi, kata dia, di surat keterangan lulus (SKL) SD sekarang itu ada tambahan titik koordinat. Tahun ini sendiri ada penambahan keterangan lintang bujur, sehingga pihak verifikator sekolah lebih mudah dan akurat untuk memastikan alamat (titik koordinat) asal calon siswa apakah sudah sesuai zonasi atau belum.

“Untuk memastikan hal itu pun, kami menyiapkan enam operator dan tiga verifikator,” katanya.

Sebelumnya saat wartawan koran ini menilik proses PPDB hari ke lima di sekolah tersebut pada (24/6), terdapat pendaftar zonasi dengan jarak terjauh 1158 meter. (ark/mal)

KUDUS – SMPN 1 Kudus akhirnya mengumumkan hasil penerimaan peserta didik baru (PPDB) pada (27/6). Penerimaan terbanyak ada pada jalur zonasi.

Ketua Panitia PPDB 2022 SMPN 1 Kudus Sutrisno menyatakan pendaftaran PPDB sendiri dimulai pada 20-25 Juni. Setelah pengumuman, rencananya pada 28-30 Juni, peserta didik yang diterima bisa mulai mengikuti pendaftaran ulang.

Dia menjelaskan, tahun ini SMP 1 Negeri Kudus menerima peserta didik baru sebanyak 224 siswa. Kuota siswa baru tersebut, sudah terpenuhi melalui pendaftaran yang terbagi ke sejumlah jalur. Di antaranya ada 122 peserta didik diterima di jalur zonasi, lalu ada 29 peserta didik diterima lewat jalur afirmasi, kemudian 67 peserta didik lainnya diterima di jalur prestasi, serta enam peserta didik diterima melalui jalur perpindahan.

“Penerimaan jalur zonasi itu minimal 50 persen dari jumlah pendaftar. Prestasi maksimal 30 persen. Afirmasi 15 persen, serta pindah tugas (pindah sekolah) maksimal 5 persen,” ujarnya.

Sebenarnya, pengumuman bisa dilihat langsung melalui website resmi PPDB SMPN 1 Kudus. Namun, masih ada beberapa orang tua peserta didik yang lebih memilih melihat langsung hasil seleksi yang terpampang pada papan pengumuman depan sekolah.

Baca Juga :  Ditemukan Tanggul Kritis di Kudus, Kapan Diperbaiki?

Setelah melihat pengumuman, Wali Murid bernama Sulis asal Desa Singocandi, Bae, menyebut putranya diterima di salah satu sekolah favorit itu. Putranya yang bernama Akbar Viza Fadlillah mendaftar lewat jalur prestasi. Dan dinyatakan diterima.

“Lulus dari SD 2 Singocandi. Langsung daftar ike sini lewat jakur prestasi dengan membawa nilai 94,8. Karena kalau lewat jalur zonasi tidak bisa, jaraknya satu kilo lebih dari rumah,” ungkapnya.

Sutrisno menambahkan, kebanyakan peserta didik memang mendaftar melalui jalur zonasi. Karena modal jarak yang dekat. Apalagi, kata dia, di surat keterangan lulus (SKL) SD sekarang itu ada tambahan titik koordinat. Tahun ini sendiri ada penambahan keterangan lintang bujur, sehingga pihak verifikator sekolah lebih mudah dan akurat untuk memastikan alamat (titik koordinat) asal calon siswa apakah sudah sesuai zonasi atau belum.

“Untuk memastikan hal itu pun, kami menyiapkan enam operator dan tiga verifikator,” katanya.

Sebelumnya saat wartawan koran ini menilik proses PPDB hari ke lima di sekolah tersebut pada (24/6), terdapat pendaftar zonasi dengan jarak terjauh 1158 meter. (ark/mal)


Most Read

Artikel Terbaru

/