alexametrics
30.5 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Strategi Pembelajaran setelah Pandemi Covid-19

PANDEMI Covid-19 membuat semua bidang menyesuaikan diri dengan pola kehidupan yang baru. Salah satunya pada bidang pendidikan. Sejak adanya pandemic, semua sistem pembelajaran dan berbagai kegiatan yang mencakup kegiatan belajar mengajar dialihkan dengan sistem pembelajaran daring atau online.

Kegiatan belajar tidak bisa dilakukan tatap muka secara langsung, sehingga mengharuskan siswa belajar di rumah secara mandiri dan hanya dibimbing melalui media internet. Akibatnya, timbul rasa malas serta bosan, karena siswa kehilangan semangat belajar.

Selain itu, ketikdakmampuan dan ketidaksiapan dalam menghadapi pembelajaran daring di masa pandemi juga menjadi salah satu faktor penyebab dari penurunan kegiatan belajar. Hal ini karena tidak semua guru dapat cepat beradaptasi dan bertransformasi dengan sistem daring dan tidak semua orang tua serta siswa mempunyai penunjang untuk belajar dengan sistem daring. Berbagai masalah muncul yang akibatnya memperlambat upaya pencapaian tujuan pendidikan. Maka dari itu, dibutuhkan upaya dan strategi pendidikan dalam transisi menuju era pascapandemi.


Berikut ini strategi pembelajaran setelah pandemi Covid-19, agar siap dan semangat lagi dalam kegiatan belajar di sekolah. Pertama, mengikuti kebijakan pemerintah. Dalam menyikapi adanya pandemi, pemerintah terus melakukan upaya agar kegiatan belajar menjadi lebih efektif setelah pandemi seperti SKB 4 Menteri tentang Pembelajaran Tatap Muka.

Kesehatan dan keselamatan menjadi prioritas utama dengan mempertimbangkan tumbuh kemban anak selama pandemi. Oleh karena itu, izin dari dinas untuk dapat belajar tatap muka haruslah dipenuhi, agar tidak menimbulkan masalah baru di kemudian hari.

Kedua, vaksinasi semua lini. Pastikan semua lini dari pendidik dan tenaga kependidikan sudah menerima vaksin dosis II. Sebab, dengan vaksin akan membuat sistem imun tubuh menjadi lebih kebal terhadapat Covid-19, sehingga dapat mengurangi resiko terpapar Covid-19. Apalagi virus tersebut terus bermutasi hinggat saat ini.

Baca Juga :  Tips Meningkatkan Konsentrasi Belajar

Program vaksin untuk siswa juga telah dilaksanakan dalam upaya untuk persiapan pembelajaran tatap muka. Maka, diharapkan seluruh siswa telah menerima vaksin, kecuali siswa yang memiliki izin dari dokter terkait dengan riwayat penyakit yang dialami.

Ketiga, tanggap terhadap Inovasi teknologi pembelajaran sudah tidak bisa dimungkiri lagi, bahwa pendidik harus mampu mengikuti perkembangan teknologi dalam pembelajaran. Pemerintah telah berupaya untuk membangun digitalisasi pembelajaran yang semua itu berhubungan dengan teknologi. Contohnya e-learning, e-library, dan masih banyak lainnya. Maka, tanggap dengan teknologi artinya harus bisa menguasai teknologi sesuai kebutuhan pembelajaran.

Keempat, rangkul orang tua siswa. Banyak orang tua yang khawatir anaknya terpapar virus. Ada juga orang tua yang mengeluh, karena sekolah tak kunjung masuk semenjak pandemi. Maka strategi yang tepat adalah merangkul orang tua siswa, ajak mereka berdiskusi dan beri pengertian lebih terkait dengan pembelajaran tatap muka maupun daring.

Kelima, memberikan motivasi yang kuat untuk belajar dapat menjadikan siswa lebih bersemangat dalam melaksanakan. Maka, baik guru dan orang tua harus bisa meyakinkan siswa, agar terus semangat belajar meski di masa pandemi.

Itulah beberapa strategi menghadapi pembelajaran di masa pandemi. Tetaplah untuk menjaga kesehatan tubuh dan menjaga kesehatan pikiran, karena belum diketahui kapan pandemi ini berakhir, meski tampak sudah berkurang kasusnya. Berdoa dan tetap berfikir positif demi proses pembelajaran yang lebih baik di masa pendemi. (*)

PANDEMI Covid-19 membuat semua bidang menyesuaikan diri dengan pola kehidupan yang baru. Salah satunya pada bidang pendidikan. Sejak adanya pandemic, semua sistem pembelajaran dan berbagai kegiatan yang mencakup kegiatan belajar mengajar dialihkan dengan sistem pembelajaran daring atau online.

Kegiatan belajar tidak bisa dilakukan tatap muka secara langsung, sehingga mengharuskan siswa belajar di rumah secara mandiri dan hanya dibimbing melalui media internet. Akibatnya, timbul rasa malas serta bosan, karena siswa kehilangan semangat belajar.

Selain itu, ketikdakmampuan dan ketidaksiapan dalam menghadapi pembelajaran daring di masa pandemi juga menjadi salah satu faktor penyebab dari penurunan kegiatan belajar. Hal ini karena tidak semua guru dapat cepat beradaptasi dan bertransformasi dengan sistem daring dan tidak semua orang tua serta siswa mempunyai penunjang untuk belajar dengan sistem daring. Berbagai masalah muncul yang akibatnya memperlambat upaya pencapaian tujuan pendidikan. Maka dari itu, dibutuhkan upaya dan strategi pendidikan dalam transisi menuju era pascapandemi.

Berikut ini strategi pembelajaran setelah pandemi Covid-19, agar siap dan semangat lagi dalam kegiatan belajar di sekolah. Pertama, mengikuti kebijakan pemerintah. Dalam menyikapi adanya pandemi, pemerintah terus melakukan upaya agar kegiatan belajar menjadi lebih efektif setelah pandemi seperti SKB 4 Menteri tentang Pembelajaran Tatap Muka.

Kesehatan dan keselamatan menjadi prioritas utama dengan mempertimbangkan tumbuh kemban anak selama pandemi. Oleh karena itu, izin dari dinas untuk dapat belajar tatap muka haruslah dipenuhi, agar tidak menimbulkan masalah baru di kemudian hari.

Kedua, vaksinasi semua lini. Pastikan semua lini dari pendidik dan tenaga kependidikan sudah menerima vaksin dosis II. Sebab, dengan vaksin akan membuat sistem imun tubuh menjadi lebih kebal terhadapat Covid-19, sehingga dapat mengurangi resiko terpapar Covid-19. Apalagi virus tersebut terus bermutasi hinggat saat ini.

Baca Juga :  Menumbuhkan Karakter Positif Siswa

Program vaksin untuk siswa juga telah dilaksanakan dalam upaya untuk persiapan pembelajaran tatap muka. Maka, diharapkan seluruh siswa telah menerima vaksin, kecuali siswa yang memiliki izin dari dokter terkait dengan riwayat penyakit yang dialami.

Ketiga, tanggap terhadap Inovasi teknologi pembelajaran sudah tidak bisa dimungkiri lagi, bahwa pendidik harus mampu mengikuti perkembangan teknologi dalam pembelajaran. Pemerintah telah berupaya untuk membangun digitalisasi pembelajaran yang semua itu berhubungan dengan teknologi. Contohnya e-learning, e-library, dan masih banyak lainnya. Maka, tanggap dengan teknologi artinya harus bisa menguasai teknologi sesuai kebutuhan pembelajaran.

Keempat, rangkul orang tua siswa. Banyak orang tua yang khawatir anaknya terpapar virus. Ada juga orang tua yang mengeluh, karena sekolah tak kunjung masuk semenjak pandemi. Maka strategi yang tepat adalah merangkul orang tua siswa, ajak mereka berdiskusi dan beri pengertian lebih terkait dengan pembelajaran tatap muka maupun daring.

Kelima, memberikan motivasi yang kuat untuk belajar dapat menjadikan siswa lebih bersemangat dalam melaksanakan. Maka, baik guru dan orang tua harus bisa meyakinkan siswa, agar terus semangat belajar meski di masa pandemi.

Itulah beberapa strategi menghadapi pembelajaran di masa pandemi. Tetaplah untuk menjaga kesehatan tubuh dan menjaga kesehatan pikiran, karena belum diketahui kapan pandemi ini berakhir, meski tampak sudah berkurang kasusnya. Berdoa dan tetap berfikir positif demi proses pembelajaran yang lebih baik di masa pendemi. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/