alexametrics
26.6 C
Kudus
Wednesday, May 25, 2022

Pembiasaan Salat Jamaah dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa

SALAT berjamaah salat yang dikerjakan bersama-sama dan kedudukannya dalam agama Islam merupakan tempat utama. Salat akan mencegah diri dari perbuatan keji dan mungkar, dan juga dapat melatih diri untuk melakukan disiplin, hidup teratur khususnya dalam pembelajaran. Perilaku disiplin tidak akan tumbuh dengan sendirinya, melainkan perlu kesadaran diri, latihan, kebiasaan, dan juga adanya hukuman.

Salat bertujuan untuk mengetahui tingkat kedisiplinan siswa di SMP dan mengetahui pembiasaan salat jama’ah di SMP dalam meningkatkan kedisiplinan siswa. Hasil yang diperoleh dari beberapa opini, bahwa siswa SMP cukup disiplin dalam mematuhi peraturan atau tata tertib sekolah yang dinilai antara lain saat kedatangan, piket, kebersihan lingkungan dan sopan santun terhadap guru.

Dari beberapa ahli mengatakan disiplin salat adalah tata tertib, atau ketaatan (kepatuhan) kepada peraturan tata tertib salat dan sebagainya. Berdisiplin salat berarti mematuhi peraturan tata tertib dalam rukun Islam. Dari pengertian tersebut, siswa di SMP cukup disiplin dalam menjalankan solat lima waktu. Kedisiplinan siswa dalam menjalankan salat lima waktu dapat dinilai dari beberapa aspek, antara lain segera dating saat mendengar azan berkumandang, segera berwudu, dan menjalankan salat. Hal ini tercermin bahwa hampir semua siswa patuh terhadap perintah Allah karena merasa takut.


Oleh karena itu, sebagian besar siswa ini sudah mempunyai motivasi sendiri atau mempunyai kesadaran diri untuk melaksanakan salat berjamaah di sekolah dengan tepat waktu. Siswa yang melaksanakan salat berjamaah atas kesadaran diri mereka sendiri lebih banyak dari pada siswa lainnya yang melaksanakan salat berjamaah atas dasar perintah guru saja, bahkan ada pula karena ajakan teman. Perbedaan motivasi siswa dalam melaksanakan kegiatan salat berjamaah bisa disebabkan oleh beberapa faktor.

Baca Juga :  Wajah Pendidikan Indonesia Pasca-Pandemi

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kebiasaan siswa melakukan sesuatu bisa disebabkan karena faktor dari luar individu, maupun faktor dari dalam individu itu sendiri.

Faktor dari luar individu antara lain sikap guru, keadaan ekonomi orang tua, kasih sayang dan perhatian orang tua. Guru adalah model bagi siswa, apapun yang dilakukan oleh seorang guru akan menjadi contoh bagi siswanya. Jika semua guru tertib dalam pelaksanaan salat berjama’ah, maka siswanya pun akan tertib pula.

Faktor dari dalam individu yang mempengaruhi kebiasaannya adalah minat, motivasi, cita-cita, emosi, kelemahan fisik dan kelemahan mental.

Dari beberapa faktor  di atas siswa sudah terbiasa dalam melaksanakan salat berjamaah di sekolah sehingga pelaksanaan salat berjamaah cukup disiplin, meskipun ada beberapa siswa yang terlambat mengikuti salat jamaah tetapi mereka tetap melaksanakan salat. (*)

SALAT berjamaah salat yang dikerjakan bersama-sama dan kedudukannya dalam agama Islam merupakan tempat utama. Salat akan mencegah diri dari perbuatan keji dan mungkar, dan juga dapat melatih diri untuk melakukan disiplin, hidup teratur khususnya dalam pembelajaran. Perilaku disiplin tidak akan tumbuh dengan sendirinya, melainkan perlu kesadaran diri, latihan, kebiasaan, dan juga adanya hukuman.

Salat bertujuan untuk mengetahui tingkat kedisiplinan siswa di SMP dan mengetahui pembiasaan salat jama’ah di SMP dalam meningkatkan kedisiplinan siswa. Hasil yang diperoleh dari beberapa opini, bahwa siswa SMP cukup disiplin dalam mematuhi peraturan atau tata tertib sekolah yang dinilai antara lain saat kedatangan, piket, kebersihan lingkungan dan sopan santun terhadap guru.

Dari beberapa ahli mengatakan disiplin salat adalah tata tertib, atau ketaatan (kepatuhan) kepada peraturan tata tertib salat dan sebagainya. Berdisiplin salat berarti mematuhi peraturan tata tertib dalam rukun Islam. Dari pengertian tersebut, siswa di SMP cukup disiplin dalam menjalankan solat lima waktu. Kedisiplinan siswa dalam menjalankan salat lima waktu dapat dinilai dari beberapa aspek, antara lain segera dating saat mendengar azan berkumandang, segera berwudu, dan menjalankan salat. Hal ini tercermin bahwa hampir semua siswa patuh terhadap perintah Allah karena merasa takut.

Oleh karena itu, sebagian besar siswa ini sudah mempunyai motivasi sendiri atau mempunyai kesadaran diri untuk melaksanakan salat berjamaah di sekolah dengan tepat waktu. Siswa yang melaksanakan salat berjamaah atas kesadaran diri mereka sendiri lebih banyak dari pada siswa lainnya yang melaksanakan salat berjamaah atas dasar perintah guru saja, bahkan ada pula karena ajakan teman. Perbedaan motivasi siswa dalam melaksanakan kegiatan salat berjamaah bisa disebabkan oleh beberapa faktor.

Baca Juga :  SMAN 1 Sale Rembang Launching Rumah Produksi Seni

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kebiasaan siswa melakukan sesuatu bisa disebabkan karena faktor dari luar individu, maupun faktor dari dalam individu itu sendiri.

Faktor dari luar individu antara lain sikap guru, keadaan ekonomi orang tua, kasih sayang dan perhatian orang tua. Guru adalah model bagi siswa, apapun yang dilakukan oleh seorang guru akan menjadi contoh bagi siswanya. Jika semua guru tertib dalam pelaksanaan salat berjama’ah, maka siswanya pun akan tertib pula.

Faktor dari dalam individu yang mempengaruhi kebiasaannya adalah minat, motivasi, cita-cita, emosi, kelemahan fisik dan kelemahan mental.

Dari beberapa faktor  di atas siswa sudah terbiasa dalam melaksanakan salat berjamaah di sekolah sehingga pelaksanaan salat berjamaah cukup disiplin, meskipun ada beberapa siswa yang terlambat mengikuti salat jamaah tetapi mereka tetap melaksanakan salat. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/