alexametrics
25.6 C
Kudus
Saturday, May 28, 2022

Siswa di Kudus Dikenalkan Fosil untuk Pertajam Kurikulum Sejarah

KUDUS – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus menyelenggarakan kegiatan Belajar di Museum Situs Patiayam. Acara ini diikuti siswa SMP dan SMA selama lima hari. Mulai Selasa (25/10) hingga Jumat (29/10). Kegiatan ini bertujuan untuk mempertajam kurikulum sejarah, sekaligus mengenalkan fosil pada siswa.

Acara ini juga dihadiri Bupati Kudus Hartopo. Kedatangannya untuk memotivasi siswa untuk tidak lupa dengan sejarah.

“Saya berharap, sekolah bisa mengatur kurikulum sejarah untuk mengajak siswa datang langsung ke museum di Kudus. Biar genarasi muda mengetahui sejarah,” kata Bupati Hartopo.


Hartopo meminta agar siswa tidak sekadar melihat benda yang dipamerkan, tapi harus kritis bertanya. “Misalnya, fosilnya ditemukan tahun berapa, usianya berapa, dan ditemukan di mana,” usulnya.

Hartopo juga menyempatkan keliling ke dalam Museum Situs Purbakala Patiayam. Dia melihat fosil tulang Gajah Stegodon, kemudian fosil kerang purba dan meninjau ke lantai II.

Baca Juga :  Disbudpar Kudus Minta Pengelola Wisata Awasi Pengunjung agar Taat Prokes

Tercatat, ada sekitar 8.000 koleksi fosil yang tersimpan di Museum Situs Purbakala Patiayam, dengan usia paling tua ratusan juta tahun lalu.

Plt kepala Disbudpar Kudus Mutrikah menjelaskan sekolah yang mengikuti belajar di Museum Situs Purbakala Patiayam di antaranya SMA 1 Mejobo, MA Hasyim Asyari 3, SMP 1 Jekulo, SMP 2 Jekulo, dan SMP 3 Jekulo.

“Masing-masing sekolah siswa yang ikut kegiatan tersebut berjumlah 35 peserta didik dan didampingi tiga guru. Tujuan kegiatan ini, supaya anak-anak tidak melupakan sejarah dan kalau tahu seluk beluk sejarah Kudus ikut mempromosikan lewat media sosial (Medsos) mereka,” jelasnya.

Dia mengatakan, dengan kegiatan ini harapannya, selesainya belajar di Museum Situs Purbakala Patiayam ini mulai ada ketertarikan belajar sejarah di tempat lain. (mal)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus menyelenggarakan kegiatan Belajar di Museum Situs Patiayam. Acara ini diikuti siswa SMP dan SMA selama lima hari. Mulai Selasa (25/10) hingga Jumat (29/10). Kegiatan ini bertujuan untuk mempertajam kurikulum sejarah, sekaligus mengenalkan fosil pada siswa.

Acara ini juga dihadiri Bupati Kudus Hartopo. Kedatangannya untuk memotivasi siswa untuk tidak lupa dengan sejarah.

“Saya berharap, sekolah bisa mengatur kurikulum sejarah untuk mengajak siswa datang langsung ke museum di Kudus. Biar genarasi muda mengetahui sejarah,” kata Bupati Hartopo.

Hartopo meminta agar siswa tidak sekadar melihat benda yang dipamerkan, tapi harus kritis bertanya. “Misalnya, fosilnya ditemukan tahun berapa, usianya berapa, dan ditemukan di mana,” usulnya.

Hartopo juga menyempatkan keliling ke dalam Museum Situs Purbakala Patiayam. Dia melihat fosil tulang Gajah Stegodon, kemudian fosil kerang purba dan meninjau ke lantai II.

Baca Juga :  PBL Tingkatkan Keterampilan Proses Belajar IPA

Tercatat, ada sekitar 8.000 koleksi fosil yang tersimpan di Museum Situs Purbakala Patiayam, dengan usia paling tua ratusan juta tahun lalu.

Plt kepala Disbudpar Kudus Mutrikah menjelaskan sekolah yang mengikuti belajar di Museum Situs Purbakala Patiayam di antaranya SMA 1 Mejobo, MA Hasyim Asyari 3, SMP 1 Jekulo, SMP 2 Jekulo, dan SMP 3 Jekulo.

“Masing-masing sekolah siswa yang ikut kegiatan tersebut berjumlah 35 peserta didik dan didampingi tiga guru. Tujuan kegiatan ini, supaya anak-anak tidak melupakan sejarah dan kalau tahu seluk beluk sejarah Kudus ikut mempromosikan lewat media sosial (Medsos) mereka,” jelasnya.

Dia mengatakan, dengan kegiatan ini harapannya, selesainya belajar di Museum Situs Purbakala Patiayam ini mulai ada ketertarikan belajar sejarah di tempat lain. (mal)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/