alexametrics
26.4 C
Kudus
Friday, May 13, 2022

Membangun Interaksi antara Guru dan Siswa dalam Pembelajaran

PEMBELAJARAN tatap muka terbatas mulai diselenggarakan kembali pada tahun ajaran gasal 2021/2022 setelah kurang lebih tiga semester dilakukan secara daring (dalam jaringan). Guru dan siswa dirasa perlu beradaptasi kembali untuk membangun kegiatan belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan. Berdasarkan pengamatan, selama pembelajaran daring terutama siswa di daerah belum dapat membangun kreatifitas, kognitif, serta kemampuan penting lainnya dikarenakan berbagai keterbatasan baik dari teknologi maupun dukungan dan perhatian dari orang tua masing-masing. Upaya yang perlu dilakukan guru untuk mengatasi hal ini salah satunya adalah dengan merancang serta menerapkan metode pembelajaran interaktif untuk kembali melatih berbagai kemampuan siswa yang selama ini tidak dapat terbangun melalui pembelajaran dengan sistem daring.

Keaktifan dan fokus siswa dalam proses belajar sangat dibutuhkan rangka menciptakan pembelajaran efektif. Beberapa hal mengenai interaksi yang perlu diperhatikan oleh guru saat melakukan pembelajaran luring atau tatap muka supaya pembelajaran menjadi menyenangkan diantaranya adalah:

Penguasaan materi. Seorang pendidik atau guru harus menguasai materi yang akan disampaikan kepada siswanya. Selain materi dari buku belajar, interaksi antara guru dan siswa akan lebih meningkat apabila guru memiliki pengetahuan yang lebih luas. Selain itu guru juga perlu mempersiapkan jawaban dari pertanyaan yang  mungkin diutarakan oleh siswa. Oleh karena itu belajar tidak seharusnya hanya dilakukan siswa, tetapi guru juga perlu menambah pengetahuannya.


Perkataan dan gerak tubuh. Perkataan dan gerak tubuh merupakan hal penting untuk membangun dan meningkatkan pola interaksi antara guru dan siswa. Komunikasi antara guru dan siswa akan terbentuk apabila guru memulai dengan pemilihan kata-kata yang tepat, perkataan yang jelas dengan penggunaan nada yang tepat serta gerak tubuh yang benar. Kemampuan guru dalam berkomunikasi akan menarik perhatian siswa untuk fokus dan memperhatikan materi yang disampaikan.

Baca Juga :  Komik Media Alternatif dalam Pembelajaran IPS

Pandangan dan raut wajah. Guru harus memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi ketika menjelaskan dan meyampaikan materi pembelajaran. Pandangan guru kepada siswanya menjadikan mereka merasa diperhatikan sehingga para siswa pun memposisikan diri untuk menyimak. Hal yang perlu dihindari adalah pandangan dan perhatian guru yang kebanyakan hanya diperuntukkan bagi siswa-siswa yang mencolok seperti siswa yang pandai, nakal, dan sebagainya. Karena siswa memiliki karakter yang berbeda-beda maka guru juga harus adil dalam memperhatikan semua siswanya. Selain itu raut wajah yang ramah juga mempengaruhi kualitas interaksi antara guru dan siswa. Guru harus bisa menempatkan kondisi emosionalnya secara profesional supaya tercipta suasana pembelajaran yang menyenangkan.

Pemberian latihan praktik atau penugasan. Setelah sekian lama pembelajaran dilakukan secara daring, rata-rata siswa mengerjakan tugas dan dikumpulkan begitu saja untuk mendapatkan nilai yang dibutuhkan. Entah tugas yang dikerjakan itu hasil sendiri ataupun dibantu teman dan orangtuanya. Padahal yang paling penting untuk dikuasai adalah ilmu pengetahuan dari materi pembelajaran yang selanjutnya diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan. Oleh karena itu, guru perlu merancang dan menyiapkan kegiatan belajar dengan bantuan media yang sesuai serta pemberian tugas yang cukup untuk lebih menarik minat dan perhatian siswa dalam belajar.

Tidak  dapat dipungkiri bahwa kreatifitas dan kemampuan siswa selama pembelajaran daring cenderung lebih rendah bila dibandingkan dengan pembelajaran tatap muka. Maka penulis merasa perlu untuk memperhatikan kembali pola interaksi antara guru dan siswa dalam pembelajaran tatap muka dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran bermakna. (*)

PEMBELAJARAN tatap muka terbatas mulai diselenggarakan kembali pada tahun ajaran gasal 2021/2022 setelah kurang lebih tiga semester dilakukan secara daring (dalam jaringan). Guru dan siswa dirasa perlu beradaptasi kembali untuk membangun kegiatan belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan. Berdasarkan pengamatan, selama pembelajaran daring terutama siswa di daerah belum dapat membangun kreatifitas, kognitif, serta kemampuan penting lainnya dikarenakan berbagai keterbatasan baik dari teknologi maupun dukungan dan perhatian dari orang tua masing-masing. Upaya yang perlu dilakukan guru untuk mengatasi hal ini salah satunya adalah dengan merancang serta menerapkan metode pembelajaran interaktif untuk kembali melatih berbagai kemampuan siswa yang selama ini tidak dapat terbangun melalui pembelajaran dengan sistem daring.

Keaktifan dan fokus siswa dalam proses belajar sangat dibutuhkan rangka menciptakan pembelajaran efektif. Beberapa hal mengenai interaksi yang perlu diperhatikan oleh guru saat melakukan pembelajaran luring atau tatap muka supaya pembelajaran menjadi menyenangkan diantaranya adalah:

Penguasaan materi. Seorang pendidik atau guru harus menguasai materi yang akan disampaikan kepada siswanya. Selain materi dari buku belajar, interaksi antara guru dan siswa akan lebih meningkat apabila guru memiliki pengetahuan yang lebih luas. Selain itu guru juga perlu mempersiapkan jawaban dari pertanyaan yang  mungkin diutarakan oleh siswa. Oleh karena itu belajar tidak seharusnya hanya dilakukan siswa, tetapi guru juga perlu menambah pengetahuannya.

Perkataan dan gerak tubuh. Perkataan dan gerak tubuh merupakan hal penting untuk membangun dan meningkatkan pola interaksi antara guru dan siswa. Komunikasi antara guru dan siswa akan terbentuk apabila guru memulai dengan pemilihan kata-kata yang tepat, perkataan yang jelas dengan penggunaan nada yang tepat serta gerak tubuh yang benar. Kemampuan guru dalam berkomunikasi akan menarik perhatian siswa untuk fokus dan memperhatikan materi yang disampaikan.

Baca Juga :  Pentingnya Pendidikan Moral sejak Dini

Pandangan dan raut wajah. Guru harus memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi ketika menjelaskan dan meyampaikan materi pembelajaran. Pandangan guru kepada siswanya menjadikan mereka merasa diperhatikan sehingga para siswa pun memposisikan diri untuk menyimak. Hal yang perlu dihindari adalah pandangan dan perhatian guru yang kebanyakan hanya diperuntukkan bagi siswa-siswa yang mencolok seperti siswa yang pandai, nakal, dan sebagainya. Karena siswa memiliki karakter yang berbeda-beda maka guru juga harus adil dalam memperhatikan semua siswanya. Selain itu raut wajah yang ramah juga mempengaruhi kualitas interaksi antara guru dan siswa. Guru harus bisa menempatkan kondisi emosionalnya secara profesional supaya tercipta suasana pembelajaran yang menyenangkan.

Pemberian latihan praktik atau penugasan. Setelah sekian lama pembelajaran dilakukan secara daring, rata-rata siswa mengerjakan tugas dan dikumpulkan begitu saja untuk mendapatkan nilai yang dibutuhkan. Entah tugas yang dikerjakan itu hasil sendiri ataupun dibantu teman dan orangtuanya. Padahal yang paling penting untuk dikuasai adalah ilmu pengetahuan dari materi pembelajaran yang selanjutnya diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan. Oleh karena itu, guru perlu merancang dan menyiapkan kegiatan belajar dengan bantuan media yang sesuai serta pemberian tugas yang cukup untuk lebih menarik minat dan perhatian siswa dalam belajar.

Tidak  dapat dipungkiri bahwa kreatifitas dan kemampuan siswa selama pembelajaran daring cenderung lebih rendah bila dibandingkan dengan pembelajaran tatap muka. Maka penulis merasa perlu untuk memperhatikan kembali pola interaksi antara guru dan siswa dalam pembelajaran tatap muka dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran bermakna. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/