alexametrics
24.2 C
Kudus
Saturday, May 21, 2022

Vaksinasi Anak, Sekolah Memainkan Peran Besar

SEJAK dua tahun yang lalu, dunia menghadapi masalah yang sangat besar dan serius. Berawal dari munculnya wabah penyakit yang disebabkan virus corona yang akrab disebut Covid-19. Sehingga mengakibatkan hampir seluruh aspek kehidupan mengalami goncangan makin hari makin mengkhawatirkan.

Dunia perekonomian semakin lemah dan hubungan sosialpun semakin merenggang. Semuanya telah merasakan dampak dari virus Covid-19 ini, tak terkecuali dunia pendidikan. Keputusan pemerintah yang mendadak dengan memindahkan proses pembelajaran dari sekolah menjadi di rumah, membuat kelimpungan banyak pihak. Peralihan cara pembelajaran ini memaksa berbagai pihak siap tidak siap untuk mengikuti alur dan harus mulai beradaptasi dengan perubahan ini.

Untuk mengatasi berbagai permasalahan yang timbul akibat wabah Covid-19, pemerintah pusat telah mengeluarkan berbagai kebijakan. Salah satunya yaitu dengan upaya percepatan vaksinasi agar seluruh masyarakat secepatnya dapat menerima vaksin Covid-19. Dengan program vaksinasi ini, diharapkan dapat mencegah penularan virus Covid-19, sehingga pandemi bisa mereda dan teratasi.


Sejak tahun lalu, pemerintah telah mempercepat program vaksinasi, yang dimulai dari usia lansia, dilanjutkan usia 18-50 tahun, dan yang terakhir yaitu vaksin untuk usia 12-17 tahun. Pada pertengahan Desember 2021, Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) juga telah mengeluarkan Emergency Use of Authorization (EUA) vaksin sinovac bagi anak usia 6-11 tahun atau anak usia Sekolah Dasar (SD). Menurut Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) vaksin sinovac aman dan dapat merangsang kekebalan terhadap virus Covid-19.

Efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) sangat jarang dan tidak berbahaya. Beberapa efek samping seperti nyeri di bekas suntikan, bengkak, demam, pusing hingga lesu akan hilang dalam satu hingga dua hari. Jadi vaksin sinovac aman untuk anak usia 6-11 tahun.

Baca Juga :  Disdikpora Kudus Pastikan Konsep PTS Jadi Kewenangan Sekolah

Vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6 sampai 11 tahun sudah dimulai Selasa, 14 Desember 2021. Pelaksanaannya dilakukan di sekolah-sekolah, seperti saat imunisasi pada program BIAS, yaitu pihak puskesmas datang ke sekolah-sekolah, dan melaksanakan vaksin kepada siswa-siswi yang berusia 6-11 tahun.

Hal ini sangat disambut baik oleh para guru dan pemerhati pendidikan, karena pemberian vaksin bagi anak usia 6-11 tahun ini dapat melindungi anak-anak dari paparan Covid-19. Disamping itu, memberikan keamanan saat melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT).

Sebelum pelaksanaan vaksinasi, pihak sekolah membagikan surat persetujuan orang tua agar anaknya divaksin. Hal ini menuai pro dan kontra dari orang tua/wali murid. Tidak sedikit orang tua/wali murid yang menolak anaknya untuk divaksin. Namun banyak juga orang tua/wali murid antusias menanti jadwal vaksinasi untuk putra-putri mereka.

Para orang tua/wali murid menolak dengan alasan takut akan dampak akibat vaksin yang diberikan kepada putra-putri mereka. Karena banyak orang tua/wali murid memiliki pengalaman mendapatkan dampak vaksinasi yang menurut mereka sangat menyakitkan, dan mereka tidak ingin anaknya juga mengalami dampak yang sama.

Peran sekolah dalam hal ini berusaha meyakinkan kepada orang tua/wali murid, vaksin yang diberikan kepada anak-anak yaitu vaksin sinovac, yang sudah diuji klinis, aman bagi anak usia 6-11 tahun. Dan pihak sekolah juga menjelaskan dampak vaksin sinovac ini sangat jarang terjadi dan tidak berbahaya. Dengan penjelasan yang humanis dari pihak sekolah, akhirnya dapat meyakinkan orang tua/wali murid agar mengizinkan putra-putrinya untuk divaksin. (*)

SEJAK dua tahun yang lalu, dunia menghadapi masalah yang sangat besar dan serius. Berawal dari munculnya wabah penyakit yang disebabkan virus corona yang akrab disebut Covid-19. Sehingga mengakibatkan hampir seluruh aspek kehidupan mengalami goncangan makin hari makin mengkhawatirkan.

Dunia perekonomian semakin lemah dan hubungan sosialpun semakin merenggang. Semuanya telah merasakan dampak dari virus Covid-19 ini, tak terkecuali dunia pendidikan. Keputusan pemerintah yang mendadak dengan memindahkan proses pembelajaran dari sekolah menjadi di rumah, membuat kelimpungan banyak pihak. Peralihan cara pembelajaran ini memaksa berbagai pihak siap tidak siap untuk mengikuti alur dan harus mulai beradaptasi dengan perubahan ini.

Untuk mengatasi berbagai permasalahan yang timbul akibat wabah Covid-19, pemerintah pusat telah mengeluarkan berbagai kebijakan. Salah satunya yaitu dengan upaya percepatan vaksinasi agar seluruh masyarakat secepatnya dapat menerima vaksin Covid-19. Dengan program vaksinasi ini, diharapkan dapat mencegah penularan virus Covid-19, sehingga pandemi bisa mereda dan teratasi.

Sejak tahun lalu, pemerintah telah mempercepat program vaksinasi, yang dimulai dari usia lansia, dilanjutkan usia 18-50 tahun, dan yang terakhir yaitu vaksin untuk usia 12-17 tahun. Pada pertengahan Desember 2021, Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) juga telah mengeluarkan Emergency Use of Authorization (EUA) vaksin sinovac bagi anak usia 6-11 tahun atau anak usia Sekolah Dasar (SD). Menurut Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) vaksin sinovac aman dan dapat merangsang kekebalan terhadap virus Covid-19.

Efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) sangat jarang dan tidak berbahaya. Beberapa efek samping seperti nyeri di bekas suntikan, bengkak, demam, pusing hingga lesu akan hilang dalam satu hingga dua hari. Jadi vaksin sinovac aman untuk anak usia 6-11 tahun.

Baca Juga :  Pengaruh Pendidikan Kepada Kualitas Anak Pedalaman

Vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6 sampai 11 tahun sudah dimulai Selasa, 14 Desember 2021. Pelaksanaannya dilakukan di sekolah-sekolah, seperti saat imunisasi pada program BIAS, yaitu pihak puskesmas datang ke sekolah-sekolah, dan melaksanakan vaksin kepada siswa-siswi yang berusia 6-11 tahun.

Hal ini sangat disambut baik oleh para guru dan pemerhati pendidikan, karena pemberian vaksin bagi anak usia 6-11 tahun ini dapat melindungi anak-anak dari paparan Covid-19. Disamping itu, memberikan keamanan saat melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT).

Sebelum pelaksanaan vaksinasi, pihak sekolah membagikan surat persetujuan orang tua agar anaknya divaksin. Hal ini menuai pro dan kontra dari orang tua/wali murid. Tidak sedikit orang tua/wali murid yang menolak anaknya untuk divaksin. Namun banyak juga orang tua/wali murid antusias menanti jadwal vaksinasi untuk putra-putri mereka.

Para orang tua/wali murid menolak dengan alasan takut akan dampak akibat vaksin yang diberikan kepada putra-putri mereka. Karena banyak orang tua/wali murid memiliki pengalaman mendapatkan dampak vaksinasi yang menurut mereka sangat menyakitkan, dan mereka tidak ingin anaknya juga mengalami dampak yang sama.

Peran sekolah dalam hal ini berusaha meyakinkan kepada orang tua/wali murid, vaksin yang diberikan kepada anak-anak yaitu vaksin sinovac, yang sudah diuji klinis, aman bagi anak usia 6-11 tahun. Dan pihak sekolah juga menjelaskan dampak vaksin sinovac ini sangat jarang terjadi dan tidak berbahaya. Dengan penjelasan yang humanis dari pihak sekolah, akhirnya dapat meyakinkan orang tua/wali murid agar mengizinkan putra-putrinya untuk divaksin. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/