Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

SIMAK! Ingin Lulus SNBP 2026? Ini Cara Ampuhnya

Z
Penulis: Zakarias Fariury❯
Ilustrasi SNBP
Ilustrasi SNBP

RADAR KUDUS - Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) menegaskan bahwa kelulusan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 tidak hanya bergantung pada satu kriteria saja.


Advertisement

Perguruan Tinggi Negeri (PTN) akan menerapkan penilaian komprehensif yang mengombinasikan berbagai komponen akademik dan prestasi siswa.

Dalam sosialisasi daring mengenai Registrasi Akun SNPMB dan Pengisian PDSS melalui kanal YouTube resmi @snpmb_id, panitia memaparkan bahwa variabel penilaian mencakup rata-rata nilai rapor keseluruhan, nilai mata pelajaran pendukung yang relevan dengan jurusan, hingga rekam jejak prestasi non-akademik.

Strategi Pemilihan Prodi Menjadi Kunci

Selain aspek nilai, ketepatan strategi dalam memilih program studi (prodi) disebut sebagai faktor krusial.

Mengingat mekanisme seleksi dilakukan secara bertahap berdasarkan urutan prioritas, pilihan prodi pertama dan kedua akan sangat memengaruhi peluang siswa untuk diterima di kampus impian.

Fondasi Utama: Konsistensi Nilai Rapor

Nilai rapor jenjang SMA/SMK/MA tetap menjadi instrumen utama dalam penyaringan kandidat. Berikut adalah rincian penilaian berbasis rapor dalam SNBP 2026:

Advertisement

 

Rekam Akademik Menyeluruh

PTN akan mengevaluasi secara mendalam nilai rapor siswa dari semester 1 hingga semester 5 yang telah diunggah pihak sekolah ke sistem Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

Advertisement

 

Aspek Konsistensi

Panitia SNPMB menekankan bahwa stabilitas dan konsistensi nilai selama lima semester menjadi perhatian serius tim penyeleksi.

 

Peluang Terbuka Luas

Siswa dengan tren nilai yang stabil ditegaskan tetap memiliki daya saing yang kuat di mata PTN, meskipun mereka tidak menduduki peringkat pertama secara paralel di sekolahnya.

Integrasi Mata Pelajaran Pendukung

Penilaian tidak hanya berhenti pada nilai rata-rata umum. PTN juga akan membedah nilai pada mata pelajaran tertentu yang dianggap sebagai fondasi utama bagi program studi yang dituju.

Hal ini bertujuan untuk memastikan calon mahasiswa memiliki kesiapan kognitif yang memadai pada bidang ilmu spesifik yang akan dipelajari nantinya.

Mengingat pentingnya konsistensi, siswa disarankan untuk melakukan pengecekan mandiri terhadap data nilai yang diinput sekolah ke PDSS guna menghindari kesalahan administratif yang dapat menggugurkan potensi kelulusan. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Pesta Gol di Jatinangor: ITB Dibantai 12-0 oleh STKIP Pasundan Cimahi di UniLeague

Pesta Gol di Jatinangor: ITB Dibantai 12-0 oleh STKIP Pasundan Cimahi di UniLeague

ITB menelan kekalahan telak 0-12 dari STKIP Pasundan Cimahi dalam lanjutan UniLeague Regional Bandung. Hasil ini semakin mengukuhkan dominasi STKIP Pasundan di puncak klasemen sementara musim ini.

Bantah Isu 'Bisa Bayar Pasti Lolos', Rektor ITB Sebut Seleksi Mandiri Justru Punya Passing Grade Lebih Tinggi dari UTBK

Bantah Isu 'Bisa Bayar Pasti Lolos', Rektor ITB Sebut Seleksi Mandiri Justru Punya Passing Grade Lebih Tinggi dari UTBK

jalur mandiri di ITB yang kini dikenal sebagai Seleksi Siswa Unggul (SSU) tidak didasarkan pada kemampuan calon mahasiswa membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) maupun Iuran Pengembangan Institusi (IPI).

Wakil Rektor ITB Raih Penghargaan Bergengsi dari Prancis atas Kontribusi di Bidang Pendidikan dan Kebudayaan

Wakil Rektor ITB Raih Penghargaan Bergengsi dari Prancis atas Kontribusi di Bidang Pendidikan dan Kebudayaan

Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi Institut Teknologi Bandung (ITB), Andryanto Rikrik Kusmara, menerima penghargaan Chevalier dans l’Ordre des Palmes Académiques dari Pemerintah Repub

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer