alexametrics
24.3 C
Kudus
Saturday, May 21, 2022

Semua Orang adalah Guru dan Semua Tempat adalah Sekolah

PEMBELAJARAN yang berkualitas tidak harus di dalam kelas. Semua juga bisa berperan sebagai guru dan sebagai murid. Tidak pandang usia, profesi, maupun jabatan. Hal ini selaras dengan salah satu prinsip pembelajaran dalam Kurikulum 2013 (K13), yaitu siapa saja adalah guru, siapa saja adalah peserta didik dan dimana saja adalah kelas.

Dalam Undang-undang No 14 tahun 2005, guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasipeserta didik pada pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Tanggung jawab mendidik tidak hanya dilakukan oleh seorang guru tetapi bisa orang tua, orang terdekat ataupun orang sekitar kitar kita. Maka dari itu, kita harus memperhatikan dengan benar, bagaimana anak itu tumbuh dan bersosialisasi. Keluarga adalah utama, tetapi lingkungan sekitar juga sangat mempengaruhi karakter anak. Karena anak adalah peniru yang hebat. Kita sebagai orang tua harus menjadi teladan yang baik untuk anak kita. Begitupun dengan kita sebagai guru juga harus memberi contoh yang baik untuk anak didik kita. Seperti peribahasa Guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Jadi, apa yang kita lakukan itu merupakan pembelajaran untuk anak didik kita. Tidak hanya di rumah dan di sekolah, orang-orang yang ada di lingkungan sekitar pun bisa menjadi guru bagi anak didik kita. Tinggal kita sebagai guru dan orang tua mengarahkan anak untuk bergaul denganorang dan lingkungan yang baik.

Baca Juga :  Tips Meningkatkan Minat Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Matematika

Seiring dengan kebijakan pemerintah yang menggalakkan Merdeka Belajar, di mana siswa diberikan kesempatan belajar secara bebas dan nyaman, gembira tanpa stress dan tekanan dengan memperhatikan bakat alami  dan potensi yang mereka miliki. Maka konsep ‘semua adalah guru’ menjadi sangat relevan.


Selaras dengan filosofi  Ki Hajar Dewantara, pendidik dan pendiri Taman Siswa bahwa “ Setiap orang menjadi guru dan setiap rumah adalah sekolah”, maka siswa diberi kebebasan untuk belajar dari sumber yang beragam mulai dari guru itu sendiri, orang tua, teman-teman, buku, internet dan sebagainya. Apalagi dalam masa pandemi seperti sekarang ini. Internet adalah yang paling dicari oleh para siswa. Internet menjadi kebutuhan pokok dalam pembelajaran daring. Dan aplikasi google menjadi salah satu andalan para siswa saat pembelajaran daring. Dan semenjak siswa belajar online, mereka lebih sering mengerjakan tugas secara instan daripada mempelajari materi terlebih dahulu. Jadi siswa harus diberi pengertian untuk bisa menggunakan internet secara bijak.Siswa juga bisa belajar di manapun terutama dari rumah  yang menjadi kunci pendidikan karakter.

Dimanapun tempatnya bisa dianggap sebagai sekolah walaupun tidak formal dan siapapun orangnya adalah dapat kita anggap sebagai guru selama mereka mengajarkan sesuatu yang baik dan bermanfaat unuk anak didik kita. Jadi kita sebagai guru dan orang tua sebaiknya mengarahkan anak-anak dan anak didik kita untuk bersosialisasi di lingkungan yang baik untuk mereka. (*)

PEMBELAJARAN yang berkualitas tidak harus di dalam kelas. Semua juga bisa berperan sebagai guru dan sebagai murid. Tidak pandang usia, profesi, maupun jabatan. Hal ini selaras dengan salah satu prinsip pembelajaran dalam Kurikulum 2013 (K13), yaitu siapa saja adalah guru, siapa saja adalah peserta didik dan dimana saja adalah kelas.

Dalam Undang-undang No 14 tahun 2005, guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasipeserta didik pada pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Tanggung jawab mendidik tidak hanya dilakukan oleh seorang guru tetapi bisa orang tua, orang terdekat ataupun orang sekitar kitar kita. Maka dari itu, kita harus memperhatikan dengan benar, bagaimana anak itu tumbuh dan bersosialisasi. Keluarga adalah utama, tetapi lingkungan sekitar juga sangat mempengaruhi karakter anak. Karena anak adalah peniru yang hebat. Kita sebagai orang tua harus menjadi teladan yang baik untuk anak kita. Begitupun dengan kita sebagai guru juga harus memberi contoh yang baik untuk anak didik kita. Seperti peribahasa Guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Jadi, apa yang kita lakukan itu merupakan pembelajaran untuk anak didik kita. Tidak hanya di rumah dan di sekolah, orang-orang yang ada di lingkungan sekitar pun bisa menjadi guru bagi anak didik kita. Tinggal kita sebagai guru dan orang tua mengarahkan anak untuk bergaul denganorang dan lingkungan yang baik.

Baca Juga :  Pembelajaran Matematika Berdiferensiasi

Seiring dengan kebijakan pemerintah yang menggalakkan Merdeka Belajar, di mana siswa diberikan kesempatan belajar secara bebas dan nyaman, gembira tanpa stress dan tekanan dengan memperhatikan bakat alami  dan potensi yang mereka miliki. Maka konsep ‘semua adalah guru’ menjadi sangat relevan.

Selaras dengan filosofi  Ki Hajar Dewantara, pendidik dan pendiri Taman Siswa bahwa “ Setiap orang menjadi guru dan setiap rumah adalah sekolah”, maka siswa diberi kebebasan untuk belajar dari sumber yang beragam mulai dari guru itu sendiri, orang tua, teman-teman, buku, internet dan sebagainya. Apalagi dalam masa pandemi seperti sekarang ini. Internet adalah yang paling dicari oleh para siswa. Internet menjadi kebutuhan pokok dalam pembelajaran daring. Dan aplikasi google menjadi salah satu andalan para siswa saat pembelajaran daring. Dan semenjak siswa belajar online, mereka lebih sering mengerjakan tugas secara instan daripada mempelajari materi terlebih dahulu. Jadi siswa harus diberi pengertian untuk bisa menggunakan internet secara bijak.Siswa juga bisa belajar di manapun terutama dari rumah  yang menjadi kunci pendidikan karakter.

Dimanapun tempatnya bisa dianggap sebagai sekolah walaupun tidak formal dan siapapun orangnya adalah dapat kita anggap sebagai guru selama mereka mengajarkan sesuatu yang baik dan bermanfaat unuk anak didik kita. Jadi kita sebagai guru dan orang tua sebaiknya mengarahkan anak-anak dan anak didik kita untuk bersosialisasi di lingkungan yang baik untuk mereka. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/